Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Salah Paham


__ADS_3

"Kalian jadi melarikan diri?" beo Yue Yin, yang benar saja. Kalau benar Yue Yin bakal susah untuk membalas dendam nya.


"Tekad ku sudah bulat" tatapan tajam yang dilayangkan Fu Huishen membuat Yue Yin terpengarah, tatapan ini...


"Baiklah, terserah padamu"


"Tunjukan jalan" Fu Huishen berbalik dan berjalan ke arah adiknya, menggandeng tangan nya dan memerintahkan bawahan nya.


"Kau mau ku tunjukan jalan kemana? Kau tidak liat ini masih malam?"


"Terserah padamu, keluar malam lebih baik"


"Dasar keras kepala" umpatan yang diberikan Yue Yin didengar oleh mereka semua, melihat mereka yang menatap nya membuat Yue Yin bertanya "Kenapa, kau tidak senang? Fakta bodoh"


Baiklah, kali ini Yue Yin mengalah dengan si keras kepala ini. Membuka kipas nya dan mengibaskan nya sambil berjalan mendahului mereka.


Langkah Yue Yin terhenti, Yue Yin ingat kalau bawahan Fu Huishen semua nya rata rata memiliki ilmu berpindah tempat. Kenapa tidak memakai itu saja? Oh iya, kalau mereka belum pernah ke tempat itu mereka pasti tidak tau letaknya.


"Ada apa nona?" Shi Xiong melihat langkah Yue Yin yang terhenti sejenak, merasa aneh dengan tingkah nya.


Yue Yin berbalik "Tidak ada, pejamkan mata kalian"


Intruksi itu langsung di lakukan oleh mereka semua, walaupun dengan rasa keheranan. Yue Yin mengeluarkan tenaga dalam nya dari telapak tangan kanannya dan mengarahkan ke arah mereka semua 'Antarkan aku ke tempat kediaman paviliun Anyun'


Melihat mereka semua sudah berada di depan paviliun Anyun, Yue Yin memerintahkan mereka membuka mata "Buka mata kalian"


Mereka membuka mata dengan terkejut, bagaiamana mereka bisa ada disini. Bukanya mereka tadi ada di gunung Goulin? Paviliun ini sangat indah walaupun masih malam "Paviliun Anyun"


Paviliun yang di sekelilingnya di tumbuhi pohon plum, bunga plum nya bermekaran indah. Sejuk sekali, udara yang tidak pernah mereka rasakan saat di paviliun Shen. Senyum indah Fu Chenwu terukir, Fu Huishen yang melihat adiknya tersenyum pun juga ikut tersenyum.


Yue Yin yang sedari tadi melihat tingkah mereka hanya bisa menggeleng pasrah "Seperti anak kecil saja" gumam nya.


"Shi Chao bunga disini inda sekali" Chianlu memegang salah satu bunga yang jatuh terkena angin.


"Benar, banyak sekali" Shi Chao menangguk angguk, bahkan kalau di liat sampai depan sana saja masih banyak.

__ADS_1


"Nona menanam nya sendiri? Semuanya?" Shenying ini tipkal yang banyak tanya ya?


Yue Yin menggeleng "Aku ditemani dengan anak seperguruan ku"


"Aku kira nona menanam nya sendiri, rajin sekali" Shi Xiong ikut ikutan, tidak masuk sekali.


Yue Yin tersenyum, ah air matanya ingin turun saja. Terlampau rindu dengan semuanya.


"Sudahlah masuk, angin malam tidak baik" Yue Yin melangkah mendekati pintu, membukanya dengan segel yang ia buat sendiri. Segel bertuliskan Yintai terbuka sempurna.


"Aku kembali" Yue Yin melangkah masuk dan terhenti melihat paviliun ini, sudah lama sekali ia tidak singgah disini. Bagaimana kabar seperguruan nya ya?


Terlihat di dalam sana ada patung yang berformasi 8, dengan patung naga yang terlihat menggerikan. Naga adalah lambang nya bukan lambang Sekte nya, lambang yang menjadi kebanggan nya.


"Disini tidak ada orang sama sekali?" Fu Huishen merasa sangat sunyi, tidak ada sama sekali suara. Hanya ada suara angin yang lewat saja.


Banyak pasang mata yang menatap Yue Yin meminta pejelasan, apa yang harus Yue Yin katakan. Mereka tidak harus tau tentang Sekte Tianyin dulu "Aku tidak tau"


"Kau pulang?" suara indah mengalun di udara, banyak pasang mata melihat sosok di atas atap rumah utama.


"Mei Lin?" Fu Huishen keheranan, jelas dulu ia melihat jasad nya kenapa sekarang ia malah duduk disana tanpa rasa bersalah?


"Kakak kenal?" Fu Chenwu juga tau sedikit tentang pelayanan yang bernama Mei Lin.


"Bukanya kamu sudah meninggal? Jasad mu?"


"Tuan... Maaf aku gagal melindungi tuan, jasad yang di temukan tuan bukan jasad asli ku" Mei Lin tau kebingungan mantan tuannya ini, jadi dia sedikit memberi penjelasan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" melihat kebingungan Fu Huishen, Mei Lin menatap Yue Yin dengan tatapan memohon.


"Masuk lah dulu, akan aku jelaskan" final Yue Yin, jangan sampai ia memiliki emosional yang buruk saat ini.


"Ini semua rencanamu?" nada rendah Fu Huishen membuat adik dan pengawal nya merinding, Yue Yin menjadi tersangka utama.


"Bukan begitu" Yue Yin mengelak, karena memang bukan itu rencana nya.

__ADS_1


"Kalau bukan apa? Mei Lin masih hidup dan kau membawa nya begitu saja?"


"Kau tidak tau"


"Semua sudah jelas, aku pikir kau orang baik. Tapi ternyata kau sama saja dengan mereka, munafik" tatapan kecewa melayang di pengelihatan Yue Yin, sakit sekali.


Mengapa sesakit ini? Dewa, aku hanya ingin melihat Fu Huishen yang tersenyum seperti tadi, bukan yang seperti ini...


"Fu Huishen, dugaanmu salah" Yue Yin menggeleng pelan, ayolah jangan terlalu menyimpulkan satu fakta saja.


"Fakta satu saja sudah jelas, kau mau mengatakan fakta apalagi? Atau jangan jangan Mei Lin ini bawahan mu yang kau suruh untuk menjadi pelayanan ku?"


Fu Huishen tidak mendapat kan jawaban dari Yue Yin, dia melihat wanita di hadapan nya terdiam. Ternyata benar, tawa menyedihkan Fu Huishen terdengar.


"Hahahaha, aku bodoh. Aku bodoh mempercayai orang seperti mu" tetesan air mata Fu Huishen turun yang membuat hati Yue Yin sakit, bukan ini rencana nya, ini melenceng jauh.


"Fu Huishen tunggu dulu, masuklah akan aku ceritakan semuanya" Yue Yin mendekat untuk menenangkan nya, namun respon apa yang di berikan?


Mundur, Fu Huishen melihat Yue Yin yang mendekatinya semakin mundur. Yue Yin melihat jelas rasa kecewa dari mata indah Fu Huishen, Dewa ini bukan seperti yang aku harapkan.


"Tidak usah mendekat, aku terlalu mempercayaimu. Aku bodoh, lebih baik aku mati tersiksa daripada disini" langkah Fu Huishen semakin cepat, dia berbalik berniat ingin melarikan diri. Namun, langkah nya kalah cepat, Yue Yin mengarahkan tangan nya dengan dua jari berniat menutup pintu itu.


Segel itu terbuat lagi dan mengunci pintu itu, Yue Yin mengarahkan tangan kirinya dan terlihat selendang ungu berjalan ke arah Fu Huishen. Melilit tubuhnya dan menariknya ke arah Yue Yin.


"Apa yang kau ingin katakan, biarkan aku keluar!" Yue Yin melihat rasa marah di benak Fu Huishen, emosional nya tidak bisa di kontrol.


Yue Yin maju dan melepaskan lilitan di tubuh Fu Huishen, memeluknya pelan. Fu Huishen berontak, dia tidak Terima di peluk begitu saja. Usaha yang sia sia, Yue Yin malah memeluknya dengan erat.


Adiknya melihat pertikaian ini tertegun, kakaknya ini sangat kecewa 'Jangan jangan kakak sedang jatuh cinta dengan nona ini?'


'Jangan sampai, tapi tidak apa juga. Asalkan wanita ini mau menceritakan dari awal, kakak pasti akan menerima nya' gelengan dan senyum yang membuat Mei Lin disana merasa curiga.


Alisnya terangkat 'Adiknya ini... '


"Tenang, Mei Lin akan menceritakan nya" usapan lembut membuat Fu Huishen tidak bisa berkutik lagi.

__ADS_1


__ADS_2