Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Aku Tidak Mengijinkan Mu Pergi


__ADS_3

Langkah Yue Yin terhenti saat sebuah tangan menarik pakaiannya, mau tidak mau Yue Yin harus menoleh kebelakang. Yue Yin melihat Fu Huishen yang tengah memegang pakaian belakangnya dengan erat, sudut bibir Yue Yin berkedut.


Sebuah tarikan paksa dari Fu Huishen membuat Yue Yin mundur dengan sempoyongan, berakhir lah Yue Yin yang tengah di peluk oleh Fu Huishen.


Jantung Yue Yin berdetak tidak karuan, oh lihat anak kecil ini berani bertindak lancang "Apa maumu, lancang sekali dirimu ini. Lepaskan!"


Bukan jawaban yang ia dapatkan melainkan sebuah ******* lembut, tunggu. Fu Huishen mencium nya!! Bibir Fu Huishen yang tipis bertemu dengan bibir Yue Yin, astaga.


Ciuman itu tidak ada rasa lebih, hanya ciuman yang lembut dan tentang tidak ada rasa gairah atau menuntut. Setelah beberapa menit berlalu, Fu Huishen menjauhkan bibir nya dan menatap manik ungu bercampur hitam milik Yue Yin.


Tatapan lembut itu bertubrukan dengan tatapan dingin lawan nya "Aku seperti pernah mengenalmu, bahkan itu jauh dari sekedar kenal. Siapa sebenarnya dirimu?"


Tangan milik Yue Yin mendorong pelan tangan Fu Huishen, rengkuhan itu terlepas begitu saja "Kau tau namaku, untuk apa kau menanyakannya lagi?"


"Aku tidak ingin kau pergi, aku ingin kau yang mengajari ku bukan mereka. Kita baru saja bertemu, kenapa kau harus pergi lagi?" jari jemari Fu Huishen mengusap pelan pipi Yue Yin, walaupun sempat terhalang topeng ungu emas milik Yue Yin, Fu Huishen tetap berusaha.


Lagi?


Tubuh Yue Yin menegang, perkataan itu lagi 'Kita baru bertemu dan kau harus meninggalkan ku lagi' perasaan sedih muncul. Hati Yue Yin sakit mendengar kalimat itu, sial.


Merasa tidak ada jawaban dari Yue Yin, Fu Huishen tersenyum lembut "Yue Yin, aku bisa melakukan apapun yang aku mau walaupun aku tidak sekuat dirimu. Aku hanya meminta kau menemaniku saja apa susah nya?"


'Jelas susah, mana mungkin aku mau yang ada aku yang kesusahan bukan dirimu!!'

__ADS_1


"Aku harus kembali, kau bisa meminta bantuan pada Mei Lin" penolakan yang diberikan pada Yue Yin membuat Fu Huishen terdiam, Fu Huishen ditinggal lagi?


Tapi kenapa perasaan ini lebih mendalam daripada biasanya, perasaan yang takut kehilangan terhadap Yue Yin. Tapi Fu Huishen masih belum tau siapa identitas Yue Yin yang sebenarnya, dan dia merasa sangat familiar.


Perasaan yang tidak biasanya ia rasakan, perasaan ini membuat hati Fu Huishen sakit. Tangan kiri Fu Huishen memegang dadanya dan mencengkeram nya dengan kuat, sakit sekali.


Tubuh kokoh Fu Huishen langsung melemas, dia terduduk di tanah sambil meringis pelan "Shhh"


Tangan yang memegang dadanya semakin kuat rasa sakitnya, dia juga merasa tetesan air mata yang kian turun dari matanya 'Sakit sekali, ada apa dengan diriku'


Fu Huishen tidak fokus dengan yang ada disekitarnya, yang ia pikirkan hanyalah rasa sakit yang menjalar di hatinya. Ringisan ringisan kecil keluar dari mulutnya, tangan kanannya mengusap air mata yang turun tiba tiba.


Hingga sebuah tangan lembut memegang pundaknya dengan kencang, mau tidak mau Fu Huishen mendongak perlahan. Matanya menangkap Yue Yin yang menatapnya khawatir "Ada apa denganmu? Kenapa kau menangis seperti ini?"


Nada khawatir dari Yue Yin membuat hati Fu Huishen sedikit tenang, namun air mata itu tidak kunjung berhenti. Fu Huishen tetap diam tidak bersuara, bola mata emas itu terus memandang bola mata ungu yang menatap nya penuh kekhawatiran.


"Aku tidak akan meninggalkan mu lagi, aku akan disisimu untuk seterusnya"


Pelukan yang hangat itu terlepas setelah beberapa lamanya, tatapan lembut terlihat di bola mata Yue Yin. Mata berair milik Fu Huishen melihat Yue Yin dengan tatapan bingung, Fu Huishen masih belum tersadar akan lamunan nya.


"Kenapa kamu mengucapkan kata 'lagi'? Kamu pernah meninggalkan ku sebelumnya?" bukan, bukan pertanyaan ini yang Yue Yin harapkan.


Keterdiaman Yue Yin membuat rasa penasaran Fu Huishen menguat, tangan yang tadinya memegang dadanya kini beralih memegang erat kedua bahu Yue Yin, mengguncang nya pelan "Jawab aku! Apa yang kamu sembunyikan dariku? Yue Yin katakan sesuatu, aku juga ingin mengetahui ingatan yang aku lupakan sebelumnya. Beritahu aku, kumohon"

__ADS_1


Guncangan itu mengendur, Yue Yin menarik pelan kedua pipi Fu Huishen "Maaf, maaf kan aku. Kau akan mengetahui nya sebentar lagi, sebentar lagi"


Kecupan lembut melayang di bibir Fu Huishen, lembut dan tenang. Membuat mata Fu Huishen yang tadinya menutup kini terbuka lebar, matanya tampak biasa saja namun terkejut bukan main.


Dengan perlahan Yue Yin membantu Fu Huishen yang terduduk untuk berdiri dari tempat nya, Fu Huishen menatap perilaku Yue Yin yang tiba tiba aneh. Tidak peduli apa yang terjadi nanti, Fu Huishen sendiri tidak akan melepaskan Yue Yin.


"Aku akan mengantarkanmu masuk, tubuh mu masih lemah" tangan lentik itu membantu tubuh Fu Huishen yang masih kurang sehat berjalan masik menuju paviliun, bukan jawaban 'iya atau tidak' Yue Yin malah mendapat tangan yang melingkar di lengan kirinya.


Alis Yue Yin bergetar pelan 'orang ini kenapa menjadi seperti itu?'


Lihat? Tangan Fu Huishen malah semakin melingkar di lengan kirinya, mau tidak mau Yue Yin tetap membalut tangan nya untuk membantu memampab Fu Huishen memasuki ruangan, Yue Yin melihat mereka semua berkumpul di halaman.


"Shi Chao, papah dia ke kamar" tangan Yue Yin mencoba melepaskan lilitan yang menguat di lengan kirinya, tidak berhasil malah lilitan itu makin menguat.


"Aku tidak mau, aku mau kau yang mengantarkanku" Fu Huishen tetap diam tidak bergeming.


Dengan kesal, Yue Yin menatap nya dengan tatapan membunuh, sialan berani beraninya dia diperintahkan oleh bocah ini? Mau di taruh dimana harga dirinya "Kau gila? Lepas atau aku akan membunuhmu!"


"Bunuh saja jika kau berani"


"Kau!!"


Mei Lin tertawa terbahak bahak, ayolah pertunjukan ini sangat seru, kejadian beberapa tahun lalu terulang kembali, bodohnya dia adalah dia tidak bisa melupakan kejadian beberapa ribu tahun yang lalu "Sudahlah, kalian berdua cepat masuk"

__ADS_1


"Sialan, bantu aku melepaskan diri dari dia, atau aku akan-" Yue Yin merasa sakit di lengan nya, tatapan penuh tanya jatuh pada pria disamping nya.


"Atau apa?" alis Fu Huishen terangkat, matanya terus memandang intens wanita di samping nya, memangnya apa yang akan dilakukan nya?


__ADS_2