
Fu Chenwu tau kalau kakaknya akan kembali, karena Fu Chenwu selalu berdoa pada dewa bahwa FU Huishen selalu baik baik saja.
Buktinya sekarang Fu Chenwu dan Fu Huishen sekarang berada di kamar Fu Chenwu yang tengah merapikan pakainya. Sesuai perkataan Shen Yu bahwa nanti akan diadakan makan malam bersama keluarga Yun.
''Aku ingin mengetahui apa yang kakak lakukan tadi'' entah kenapa kali ini Fu Chenwu harus mengetahui semua gerak gerik kakaknya.
Terdiam beberapa detik, Fu Huishen melihat ke arah Fu Chenwu ''Aku hanya berkeliling di daerah sini''
''Tapi kenapa kakak tidak mengajak ku''
''Karena kamu belum sadar''
''Seharusnya kakak menungguku sadar'' menolak menyetujui kata yang dimaksud Fu Huishen, Fu Chenwu menggerutu tidak senang.
Bahkan wajah itu sudah sangat lusuh seperti pai yang di tekuk sembarangan, dengan bibir yang mengerucut kesal.
''Aku tau kmu akan terus melakukan ini, tapi ayo kita harus menemui keluarga Yun'' memang sangat baik hati bukan Fu Huishen kepada orag, tapi sayang, banyak orang yang tidak suka akan kehadiran Fu Huishen.
'' tapi kenapa?''
''Karena seterusnya kita akan tinggal di sini'' hatinya sedikit sedih saat mengatakan ini, tapi Fu Huishen tidak ingin adiknya mengetahui.
''Kenapa bisa seperti itu?''
''Ayo, kita harus datang lebih cepat, sebelum mereka menunggu lebih lama'' memilih mengganti topik karena ini bukan hal yang bagus.
''Baik'' begitu pula dengan Fu Chenwu yang akan terus menuruti perkataan kakaknya, walaupun masih penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Fu Huishen, Fu Chenwu kan tetap terus menagihnya suatu saat.
Mereka berjalan berdampingan, berjalan bersama tanpa pengawal membuat Fu Chenwu sedikit takut, entah kenapa Fu Chenwu selalu merasa sangat aneh dan takut.
Melihat gerakan yang aneh dari adiknya, Fu Huishen sebagai kakak langsung meraih pundak Fu Chenwu yang membuat langkah kaki Fu Chenwu terhenti ''Ada apa dengan mu?''
Menatap kosong ''Tidak, aku hanya takut''
__ADS_1
''Santai saja, kita harus berjalan dengan cepat'' tangan ramping milik Fu Huishen langsung menarik tangan Fu Chenwu yang sedikit berkeringat.
'Bagimana mau santai kalau kita sedang berada di rumah orang yang tidak kita kenal' hati Fu Chenwu mengatakan tidak, dan perilakunya selalu mengatakan yang sebaliknya.
'Entah apa yang ingin Yue Yin lakukan, aku akan tetap menunggunya hingga ia benar benar menunjukan jawaban yang sebenarnya'
...****************...
Mereka semua tengah berkumpul di ruang makan bersama sama, beberapa menit yang lalau Fu Chenwu dan Fu Huishen telah tiba, mereka berdua di sambut dengan baik oleh keluarga Yn.
Keraguan yang awalnya memenuhi hati Fu Chenwu itu hanya keraguan semata, lenyap di bawa angin yang selalu berhembus mengikuti langkah kaki nya.
''Aku tau kalian pasti bingung dengan keadaan ini, tapi aku akan membantu kalian menemukan jawaban nya'' kakek Yun tiba tiba membuka pembicaraan.
Seolah mengerti apa yang di pikirkan mereka berdua, walaupun hati Fu Huishen tengah gundah, tapi Fu Huishen akan tetap berada di sini sesuai apa yang Yang Yuan.
''Kita hanya ingin membantu kalian, tidak ada maksud tertentu'' nyonya Cao mencoba menempis pikiran buruk yang pasti bersarang di kepala Fu Chenwu.
''Tapi siapa yang memperintahkan kalian?'' rasa ingin ketahuan Fu Huishen masih sama. bahkan sangat meningkat seiring waktu.
''Yue Yin'' Yun Lizen mewakili mereka semua yang ada di ruangan itu, karena pesan dari Yue Yin sendiri adalah membiarkan mereka mengetahui siapa yang mengirimnya.
''Kakak Yin?''
Suara Fu Chenwu hampir membuat Yun Lizen melompat, sedekat apa mereka berdua dengan Yue Yin? Kenapa Fu Chenwu bisa mengetahui marga milik Yue Yi?
Orang orang pasti mengira bhawa marga milik Yue Yin adalah Yue bukan Yin, tapi Fu Chenwu bahkan tau marga milik Yue Yin.
''Benarkah?'' ada nada harapan dalam perkataan Fu Huisehn, entah kenapa Fu Huishen hanya ingin bertemu dengan Yue Yin kali ini.
Melihat reaksi Fu Huishen, Yuun Tian tau kalau Fu Huishe ini sedikit tidak percaya.
''Nona Yue Yin menitipkan kalian di sini untuk belajar tentang kultivasi dan ilmu bela diri, setelah itu kalian akan dijemput kembali'' oleh Dwi Yin Jia dan kalian akan kembali ke alam Dewa, tersirat nada bahagia.
__ADS_1
''Tapi kenapa tidak Kak Yin saja yang mengajari kita'' jelas sekali kalau Fu Chenwu kecewa, tapi mreka berdua masih belum boleh mengetahui tentang apa yang dirahasiakan oleh Yue Yin.
''Mungkin Nona Yin tenga menjalankan kewajiban nya, kalian tau kalau Yue Yin adalah anak murid milik sekte Tianyi. Sedangkan sekte Tianyin berada di daerah selatan, jauh dengan daerah kita'' Yun Lizen adalah orang yang paling bisa meyakinkan orang lain.
''Aku baru ingat kalau kak Yin berasal dari negara Jing'' Yun Shai sengaja memancing mereka untuk mengingat kembali identitas yang ada pada Yue Yin.
''Baiklah, tapi apa yang kita berdua lakukan?'' Fu Chenwu menemukan kembali semangat hidupnya, terbebas dari siksaan yang pernah ia sebut neraka adalah hal yang paling Fu Chenwu tunggu.
''Lebih baik kalian makan, kita akan membahasnya lagi'' karena takut kedua anak Dewa ini kelaparan, kakek Yun lebih memilih untuk melaksanakan kegiatan yang sempat tertunda oleh beberapa faktor.
''Baiklah''
''Selamat makan''
Mereka semua makan dengan tenang, tanpa ada suara sedikit pun, hanya ada suara sumpit yang bergesekan dan piring mangkuk yang bergeser. Ruangan juga mendukung mereka untuk melakukan kegiatan ini dengan tenang, tidak ada suara angin yang datang.
Hanya ada keheningan malam, suasana yang paling mereka sukai karena suasana ini dapat menenangkan pikiran terlepas dari semua beban yang ada.
Butuh lima belas menit untuk mereka makan, tidak butuh waktu yang lama, dan mereka telah menyelesaikan nya secara singkat, bahkan sangat tidak terasa waktu berjalan begitu sangat cepat.
''Identitas kalian harus berganti, kalian telah menyiapkan nya?'' Yun Lizen memulai percakapan sakral ini, walau hatinya yang teramat sangat takut, mengingat siapa mereka sebenarnya.
''Sudah, aku telah memikirkan ini saat aku berjalan jalan tadi, Yun Xuan''
''Itu bagus'' kakek Yun langsung menyetujui apa yang di katakan Fu Huishen, nama ini mengandung makna yang indah.
Fu Chenwu tidak bisa memikirkan nama apa yang akan ia pakai, ia hanya diam mendengar nama yang akan kakak nya pakai.
''Kamu memakai nama Yun Mu'' ternyata Fu Huishen telah menyiapkan nama untuk adiknya.
Nyonya Cao bisa melihat sedikit aura permaisuri Bai, aura yang sangat menawan, kasih sayang terlihat sangat jelas.
Kegiatan makan malam ini disudahi dengan percakapan singkat tentang identitas baru yang akan kedua pangeran ini pakai, tidak lebih dari itu karena tugas keluarga Yun hanya untuk membantu mereka sesuai perkataan Yue Yin saja.
__ADS_1