Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Aku Ingin Kabur Saja


__ADS_3

"Tuan, kamu-" pandangan Hao melirik lirik ke arah Yun Shai, berjalan melewati Yun Shai yang sedari tadi menampilkan senyuman lembut.


Hao merasa ada yang aneh pada Yun Shai, terlihat sekali saat Yun Shai datang tiba tiba saat Yun Mu sedang berada dalam al bawah sadar Hao dan Haku dan Yun Shai yang langsung mengejutkan Yun Mu agar Yun Mu sadar.


Dari segi manapun Hao lebih baik daripada Haku indra perasaanya, tapi Haku lebih baik saat balas dendam.


''Santai saja, semua pasti punya kelebihan dan kekurangan'' kata kata Yin Jia selalu terdengar saat Haku dan Hao memiliki rasa iri di hati mereka.


''Diam, kamu sendiri yang menyarankan nya bukan?'' Yun Mu melihat sikap aneh Hao hanya bisa pasrah dan berdiam diri, kenapa Hao menolak padahal Hao awalnya sangat ingin membawanya pergi?


Naga sialan.


'Tapi rencana ku bukan seperti ini' Hao sangat menyesal bukan main, rencana Hao gagal total.


"Jangan bangun kesiangan, besok kerabat keluarga Dong ingin berkunjung" dan pasti dia juga ikut berkunjung, sebelum Yun Mu sepenuhnya menghilang Yun Shai sengaja memberikan kalimat terakhir ini lumayan keras.


Langkah Yun Mu terhenti membiarkan kalimat Yun Shai berakhir, tapi kalimat yang ia inginkan tidak ada di ucapan Yun Shai membuat hati Yun Mu kecewa.


'Aku hanya ingin Kak Yin datang, kakak Xuan pasti sangat senang' setiap malam Yun Mu berharap Yue Yin datang keesokan harinya, berharap ada sebuah keajaiban yang pernah Yue Yin katakan seperti Yue Yin yang selalu menjadi keajaiban bagi Yun Xuan.


Dari sudut pandang Yun Shai terlihat Yun Mu yang menghilang di kegelapan malam, tertutup akan tembok paviliun keluarga Yun lainya. Tujuan Yun Shai adalah Yun Tian, Yun Lizen ingin mengadakan rapat mendadak, perbincangan mengenai keluarga Su.


"Tuan, lebih baik kita bergegas" dari arah kiri Yu Tu berkata secara pelan namun bisa terdengar di sekitaran Yun Shai, mungkin karena efek lingkungan yang sepi suara pelan saja bisa seperti suara yang sangat besar.


Yun Shai hampir lupa tujuan utama nya datang di paviliun Yun Xuan, tawa kecil Yun Shai terlihat mengingat perlakuan Yun Mu dan Yun Xuan selama tujuh tahun terakhir "Cepat sekali"


Sambil berjalan, Yu Tu dapat mendengar apa yang dibicarakan Yun Shai.

__ADS_1


"Lebih baik kita kirimkan surat, akan lebih buruk lagi kalau kita memanggil kakak pertama seperti ini" tatapan nyalain mengarah pada kamar Yun Xuan, sangat bersinar di malam hari, hawa yang lebih menyejukkan mengarah pada paviliun Yun Xuan.


Kerutan sama Yu Tu terlihat "Tapi Tuan telah datang kemari"


"Sangat disayangkan" Yun Shai tidak mempersalahkan masalah ini, bukan hal umum jika Yun Shai seringkali mengubah rencana, karena Yun Shai melihat dari akhir.


Langkah kaki Yun Shai menjauh dari paviliun Yun Xuan, diikuti oleh Yu Tu di belakang, punggung tegal Yun Shai terlihat sangat menawan, banyak wanita yang menginginkan Yun Shai sebagai suami tapi Yun Shai hanya ingin memakmurkan negara Shen.


"Kabari lewat merpati putih, aku akan bertemu ayah" Yun Shai berbelok ke arah kiri, sedangkan Yu Tu hanya bisa menatap punggung Yun Shai yang terus menghilang di telan kegelapan, arah mereka berbeda seperti takdir.


Dalam gelapnya malam, Yu Tu berjalan menuju barat, tempat Shenyu dan Shenying yang di utus oleh Yue Yin pada keluarga Yun.


...****************...


Sebuah rumah dengan beberapa pohon yang menutupi daerah di sekitaran rumah membuat kesan yang sangat menakutkan, tetapi bagi sebagian orang semakin menakutkan semakin aman. Hanya orang orang tertentu yang berpikiran seperti ini, sama seperti Shenyu dan Shenying.


"Aku lebih takut kalau Nona Yin tidak datang, keluarga Dong pasti akan menikahkan Yun Xuan apapun yang terjadi" terdengar sangat menyeramkan, jika hal itu terjadi pasti akan terjadi kiamat dunia.


Kiamat akan kemurkahan Yue Yin, menyebabkan keluarga Dong akan sangat di musuhi oleh semua Dewa.


"Berharap saja Nona Yin benar benar datang" Shenyu menyetujui kata Shenyu.


"Memangnya kenapa? Apa yang akan dilakukan keluarga Dong jika Yue Yin tidak ada?" tiba tiba suara seseorang mengejutkan kakak adik kembar Shen yang asik bertatapan, dari arah pintu Yu Tu masuk berjalan santai.


Sejenak pandangan kedua Shen teralihkan lalu kembali bertatapan lagi, kening mereka berdua sama sama berkerut, memangnya dia tidak tau?


"Bukankah keluarga Dong terkenal akan keserakahan nya?" nada bertanya Shenying membuat Yu Tu semakin mendekat, Yu Tu ingin sekali mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.

__ADS_1


"Apalagi semua orang tau kalau Yun Xuan memiliki partner Naga Abadi seperti Hao, keluarga Dong pasti ingin merebutnya dan menghalalkan semua cara agar Yun Xuan menikah dengan salah satu keluarga Dong" secara ajaib sebuah ketukan samar di jendela rumah yang ditempati mereka bertiga terdengar, ketukan nada dua dan tiga.


Shenyu hampir sesak nafas, nada ini adalah nada yang selalu di khawatirkan banyak orang.


Tangan Shenying tertulur mengeluarkan sepercik berwarna biru yang bisa membuka jendela, terlihat di luar jendela ada sepuncuk surat, surat berwarna ungu dengan burung berwarna biru. Burung bermata ungu yang menyeramkan, mentap ketiga orang seperti sedang menatap musuh.


Surat itu langsung muncul di tangan Shenying, dan burung itu menghilang.


"Tunggu, kenapa burung itu tiba tiba pergi?" Yu Tu tidak terima, belum sempat Yu Tu melihat burung itu dengan jelas.


Shenyu bangkit untuk mencegah Yu Tu mendekati jendela, tangan nya membuat tanda silang "Biarkan, burung itu milik Nona Yin"


Burung yang sangat amat sakral, tidak ada yang bisa bertemu burung itu jika tidak Yue Yin sendiri yang menyampaikan pesan yang sangat penting. Pesan penting apa?


Shenying melihat depan surat dari Yue Yin, tertulis kata yang tiba tiba muncul "Tolong berikan kepada Yun Lizen, jangan di buka"


Hanya kata kata meminta tolong tidak lebih, Shenying langsung menatap Shenyu seolah ia sedang berbicara dalam pikiran dan mengabaikan anda tatapan bertanya dari Yu Tu. Yu Tu ingin tau!!


"Kita harus berikan ini kepada Kepala Keluarga Yun" ingin sekali Shenying langsung bergegas, tapi Shenyu mencegah Shenying secara mendadak.


"Yu Tu, kamu harus ikut. Cepat" Shenyu menarik tangan Yu Tu yang terdiam secara tadi, seperti patung hiasan di rumah.


"Ada apa?" Yu Tu menyamai gerakan kaki milik Shenyu dan Shenying di samping nya, banyak sekali pertanyaan dari otak Yu Tu.


"Lebih cepat lebih baik" Shenying menggunakan jurus berpindah tempat.


Malam ini menjadi sangat menegangkan dibanding malam yang lain, Yu Tu menyesal telah kembali di rumah ini dan Yu Tu ingin segera kabur.

__ADS_1


__ADS_2