
Fu Huishen sekarang berada di kamarnya, dia di antar oleh Yue Yin sendiri, walaupun ada beberapa pertikaian yang sedikit terjadi, masalah itu sedikit teratasi. Yue Yin masih mengenakan topeng ungu emasnya, Fu Huishen berpikir jika Yue Yin tidak mengenakan topeng nya, mungkin Yue Yin akan mati begitu saja.
Topeng ungu emas itu seperti belahan jiwanya, jika tidak ada topeng itu entah apa yang akan terjadi pada kehidupan Yue Yin.
"Kenapa bibirmu melengkung seperti itu? Kau ingin aku melakukan itu, saat aku mengejarmu di depan gerbang dan menc-" godaan yang diberikan Fu Huishen terhenti saat tangan lentik itu membekap mulutnya dengan kasar.
"Jika kau mengatakan seperti itu, aku tidak segan segan melakukan pembunuhan padamu" tatapan nyalang Yue Yin diberikan untuk Fu Huishen, tidak ada yang berani menggodanya pada kehidupan ini, berani berani nya anak yang baru menetas ini tidak tau sopan santun.
Tangan kiri Yue Yin yang tidak membekap mulut Fu Huishen mengepal sempurna, tidak ada yang tau apa yang dipikirkan Yue Yin saat ini, namun di otaknya banyak sekali rencana pembunuhan yang melintasi otaknya, hanya melintasi tidak lebih.
"Yue Yin, aku seperti mengenalmu. Kenapa kau selalu menghindari pertanyaan itu, ada yang salah?" suara lembut ini membuat hati Yue Yin goyah, tangan Fu Huishen memegang tangan Yue Yin yang mengepal sempurna lalu mengusapnya lembut.
Dalam diam, Yue Yin menegang, tubuh dan hatinya bertengkar di dalam sana. Yang satu ingin melawan takdir, yang satu ingin membiarkan takdir bermain bermain main.
Melihat respon lambat Yue Yin, Fu Huishen tersenyum lebar "Melihat respon mu.. Aku tau ada yang kau sembunyikan, aku tidak memaksa mu, aku hanya ingin suatu saat kau bisa jujur padaku"
"Jika suatu saat aku tidak pernah jujur padamu, apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku tidak tau"
"Konyol, berhenti berharap lalu tidurlah, hari semakin larut" jengah dengan pertanyaan yang tidaka da ujungnya, Yue Yin bangkit dari tempatnya.
Fu Huishen tetap diam tidak berkutik, beberapa hari ini Fu Huishen merasa aneh dengan ingatan nya, beberapa kali juga ingatan asing sering muncul lalu menghilang begitu saja. Anehnya lagi, ingatan ingatan itu berisi tentang perempuan.
__ADS_1
Mata Yue Yin berkedip tidak menentu, melirik ke arah Fu Huishen terdiam beberapa saat, memikirkan banyak pertanyaan tetang pembicaraan konyol waktu lalu. Yue Yin mendekat ke arah Fu Huishen, menyentil pelan kening mulus milik Fu Huishen.
Fu Huishen terkejut dan menatap ke arah Yue Yin "Ada apa denganmu?"
"Aku kasihan kepadamu, seseorang laki laki yang berjuang sendirian, tidak ada yang ingin membantumu tapi aku juga sedikit bangga karena kau sudah melewati selama 26 tahun sendirian"
Langit malam indah menjadi saksi bisu mereka berdua menjalin takdir yang bersahutan, menjadi saksi kembalinya hubungan yang tidak akan bisa diputuskan apapun caranya.
Takdir terlukis dari awal, sedari awala takdir dijalani dengan sangat berhati hati, mau tidak mau harus menerima kenyataan. Baik atau buruk tergantung pada perbuatan awal mulai, salah atau benar akan mendapatkan jawaban di akhir.
"Aku sungguh tidak peduli bagaimana orang orang akan melihat ku kasihan atau bahkan jijik, perkataanmu sedikit membuatku merasa bangga pada diriku sendiri-" tawa sedih terdengar berserakan rintisan pelan menyayat hati "Tidak masalah, aku hanya ingin kau di sisiku saja, aku meras aman"
Pandangan Yue Yin teralihkan ke arah Fu Huishen, menatap miris kepada orang laki laki yang 'dulunya' menyandang gelar 'suami' bahkan keterikatan yang jelas.
Aku hanya ingin satu, aku ingin menemukan seseorang yang pernah menyelamatkan ku waktu aku ingin dibunuh pertama kali. Bukan hanya itu, orang itu terus menolong ku, entah kenapa aku merasakan orang itu selalu berada di sisiku"
Senyum Fu Huishen muncul mengingat kenangan dengan seseorang wanita penyelamat nya, wanita paling di tunggu tunggu hinga kini "Bagaimana kalau kamu membantuku? Sebelum kamu meninggalkan ku lagi"
Hati Yue Yin merasa sakit saat mendengar kata 'meninggalkan lagi', entah kenapa rasanya Yue Yin ingin menangis begitu saja. Seketika kelopak mata Yue Yin penuh dengan air mata yang tertahan, bertahan sendirian memang tidak seenak itu.
Lagi dan lagi, Fu Huishen mendapatkan jitakan pelan pada kening nya, kali ini jauh lebih pelan.
"Aku disini, aku selalu disini dan akan selalu menemani mu sampai nanti. Tidak sulit untuk menemukan ku, sang penyelamat mu"
__ADS_1
Bukanya marah, Fu Huishen malah menggenggam tangan Yue Yin kembali, tangan yang menghantarkan kehangatan tersendiri untuk Fu Huishen. Rasa hangat familiar, bahkan sangat familiar.
Fu Huishen terkejut, sangat terkejut, tapi apalah daya nya sekarang, ia hanya ingin memeluk orang didepan nya.
Tarikan dari tangan Fu Huishen membuat Yue Yin tersadar akan tindakan nya, netra biru laut terus memancarkan kesedihan, kerinduan, keterpurukan yang bisa diliat okeh Fu Huishen.
Ada apa dengan matanya? Kenapa mata itu terus ditunjukan padaku dan adikku?
Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan kepadaku? Kenapa kamu selalu melindungiku walaupun aku tidak tau.
Senyum pedih Yue Yin berikan pada Fu Huishen, tangan lentik berpindah pada rambut Fu Huishen dan mengusapnya pelan, lembut dan penuh kasih sayang, layaknya seorang ibu kepada anak.
Entah kenapa Fu Huishen merasa ingin menangis begitu mendapatkan usapan hangat di rambutnya, air mata perlahan keluar membuat mata Fu Huishen buram.
Netra biru laut terus bertemu, menatap netra kuning emas dengan kasih sayang "Keluarkan semuanya, disini hanya ada aku dan kamu. Keluarkan semua yang ingin kamu keluarkan, 26 tahun kamu pendam sendirian, aku disini akan selalu disini bersamamu sampai kapanpun"
Rengkuhan hangat dirasakan Fu Huishen, pelukan hangat yang selalu dinanti nantikan oleh Fu Huishen, rasa hangat dan tenang menjadi kesukaan Fu Huishen sejak awal bertemu.
"Aku percaya itu dirimu, aku percaya. Melihatmu dari awal aku sudah yakin dengan itu, tidak peduli kenapa kamu menyembunyikan ini, aku hanya ingin kamu terus disampingku" baju Yue Yin terasa sedikit basah, Fu Huishen menangis pelan dalam dekapan hangat Yue Yin.
Dalam diam, Yue Yin juga menangis mengingat betapa kerasnya perjuangan Fu Huishen selama ini. Tidak ada yang bisa dilakukan selain mempercepat Fu Huishen untuk mendapatkan ingatannya, sebelum Yue Yin menghilang.
"Ssttt, aku selalu disini"
__ADS_1