Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Banyak Orang Bisa Melihatnya, Tetapi Tidak Semua Orang Bisa Merasakannya.


__ADS_3

Dong Qui tidak terima, ia dengan marah menaiki tandu bersama Li Ran di dalam nya, seharusnya Yue Yin yang merasa tertindas, bukan Dong Qui yang tertindas. Dong Qui benci Yue Yin, Dong Qui ingin membunuh Yue Yi.


Wajah marah menahan amarah dan malu secara bersamaan terlihat pada wajah Dong Qui "Aku akan merebut apa yang kamu punya, termasuk Yun Xuan."


Tipikal yang tidak pantang menyerah, tetapi menggunakan cara yang salah dan curang, itulah keluarga Dong. Apapun ia lakukan dengan caranya sendiri, yang terpenting ia bisa mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan.


"Dan mahkota itu" pandangan tertuju pada letak rumah keluarga Yun, walaupun tertutup dengan halangan di luar sana, Dong Qui seakan bisa menembus pengelihatan.


"Li Ran akan membantu Nona Dong" dengan baik hati dan perasaan yang lega, Li Ran menawarkan diri, melihat Yue Yin tadi, Li Ran ingin sekali membuka topeng milik Yue Yin. Li Ran berpikir kalau wajah Yue Yin tidak sebanding dengan Dong Qui, tetapi kenapa ia sangat sombong? Bodoh.


Bawahan dan Majikan memang tidak jauh beda, jika majikan nya jahat, berarti bawahan nya juga jahat.


Bawahan di ajarkan untuk mematuhi stiap peraturan Majikan, jika peraturan itu buruk akan membiasakan bawahan untuk melakukan keburukan, dan akan melekat pada diri sangat bawahan. Majikan mana tau, yang mereka tau hanya ia bisa memperintahkan apa aja yang akan di turuti oleh bawahan, pemikiran klasik yang selalu orang orang dengar. Kemunafikan Majikan adalah contoh bagi bawahan, jika majikan munafik, keji, sombong, bawahan akan mengikuti perilaku majikan, faktor lingkungan yang sangat berpengaruh.


Perkembangan seorang anak harus di lihat, apalagi faktor lingkungan yang berada di sekitaran anak tersebut.


Amarah Yue Yin masih belum mereda, perlakuan keluarga Dong sudah sangat keterlaluan dan ia ingin sekali membunuh keluarga Dong sekarang.


Aura yang di keluarkan dari Yue Yin sangat tidak mengenakan, semua bisa menyadari nya, semua juga bisa melihat mata Yue Yin yang melihat tidak senang ke arah keluarga Dong sedari tadi. Membunuh melalui mata, mereka takut sesuatu terjadi begitu saja.


"Ikut aku" sebelum Yue Yin bisa melangkah menjauh keluarga Dong, tangan Yun Xuan mencengkram erat lengan Yue Yin, secara terpaksa Yue Yin merelakan keinginan nya.

__ADS_1


Tatapan dan aura Yun Xuan sangat menuntut, tidak ingin merelakan Yue Yin begitu saja, pandangan Yue Yin bertemu pada Yun Xuan, mata yang selalu menjadi kesukaannya, sangat bersih dan jernih.


Butuh waktu lama Yue Yin menatap Yun Xuan, rasa rindu Yun Xuan dapat dirasakan Yue Yin.


"Pulihkan tenaga mu terlebih dahulu" Yue Yin melepaskan cengkraman, memegang pundak Yun Xuan secara perlahan, menatap penuh sayang pada sangat kekasih.


'Aku tidak ingin, aku ingin kamu berada di sisi ku' suara hati Yun Xuan terus menolak, ia tidak ingin kelepasan lagi, ia tidak ingin kehilangan Yue Yin lagi.


Gelengan Yun Xuan berikan, menarik tangan kiri Yue Yin dan mencengkram erat, tidak ingin melepaskan nya "Lebih baik aku mati, daripada kehilangan dirimu lagi"


Yue Yin tertegun, menatap Yun Xuan yang terus menatap dirinya seakan ia akan pergi jika ia berkedip sekali saja.


"Selesaikan masalah kalian, jangan pernah kembali jika masalah ini belum selesai" Yun Xichen melihat ke adaan yang semakin tidak memungkinkan, banyak orang dari bawahan keluarga Yun yang melihat dan itu bisa membuat pertanda buruk bagi mereka berdua.


'Selesaikan saja, lebih cepat lebih baik bukan?' banyak pertanyaan yang ingin Yue Yin sampaikan terlihat dari cara menatap Yun Xichen, tetapi Yun Xichen tetap menenangkan Yue Yin.


'Jangan gegabah, perlahan saja' tatapan berpindah pada Yun Lizen, kedua tetua Yun sangat berhati baik.


Yue Yin rasa keluarga Yun terlalu baik, melihat cara dan tutur kata nya saja Yue Yin dapat mengerti isi hati keluarga Yun yang sebenarnya. Walapun wajah keluarga Yun terlihat sinis pada orang, namun lebih baik mereka melihat dari dalam hati keluarga Yun, mereka sangat baik.


'Tidak bisa, aku...' tidak berdaya, Yue Yin hanya bisa menatap bantuan pada keluarga Yun, namun Yue Yin bisa melihat semua itu sia sia.

__ADS_1


Mendapatkan restu dari Tetua Yun, Yun Xuan langsung membawa Yue Yin pergi begitu saja menggunakan ilmu berpindah tempat tanpa menunggu jawaban dari Yue Yin. Mereka berdua hilang begitu saja, tanpa adanya jejak, keluarga Yun memandang mereka lalu pergi begitu saja.


"Kita akan makan, mari" Yun Shai merangkul Yun Mu yang sedari tadi diam, mengerti perasaan Yun Mu, Yun Shai menyarankan untuk makan.


Yun Mu ingin merasakan pelukan seseorang kakak perempuan, Yun Mu ingin bertemu dengan Yue Yin, Yun Mu rindu Yue Yin yang sudah ia anggap kakak.


"Jangan terlalu banyak-" peringatan yang diberikan Yun Lizen kepada ketiga anak nya yang bermarga Yun, tetapi ia malah terkena tamparan pelan.


Sebuah tangan menampar Yun Lizen, dia adalah Nyonya Cao "Habiskan, jangan terlalu dengarkan dia"


"Kenapa kamu berperilaku seperti itu"


Nyonya Tua Su berjalan sambil memeluk lengan Yun Xichen, berjalan sedikit cepat "Aish, seharusnya kamu malu, sudahlah kita makan dulu"


Keluarga Yun-Yun Xuan pergi ke arah dapur, berjalan bersama dan merangkul satu sama lain, terlihat sangat menyegarkan, keluarga Yun keluarga yang paling bahagia. Siapa saja pasti akan melihat keluarga Yun iri, apa yang dilihat mereka tidak seindah yang terjadi.


Keluarga yang terlihat bahagia, selalu mengikhlaskan apa yang sudah terjadi, menurut mereka karma akan selalu mengikuti seseorang, keluarga Yun tidak pernah membalas seseorang yang pernah melukai mereka.


Mereka percayakan pada Dewa.


Tetua Yun selalu memberi nasehat yang selalu di turunkan pada generasi berikutnya, "Berbuatlah baik dan ikhlas pada orang lain, jangan pernah membalas perilaku buruk orang lain, tersenyum saja. Ikhlas adalah kunci dari kehidupan".

__ADS_1


"Kejahatan akan di balas kembali oleh karma, lebih baik menghindari karma yang akan terjadi di kehidupan kedepannya" Yun Xichen selalu menasehati keluarga Yun menggunakan nasehat nasehat tetua keluarga Yun terdahulu, hubungan keluarga Yun dengan Yin Jia terbilang bukan baru. Tetua dulu selalu mendapatkan nasehat dari Yin Jia, membantu keluarga Yun yang kesusahan dilakukan oleh Yin Jia seorang, terlebih lagi masa tetua Yun dulu sangat prihatin. Dari situlah, Yun Xichen menerima permintaan bantuan dari Yue Yin, walaupun nyawanya yang Yue Yin inginkan, keluarga Yun akan memberikan nya. Prinsip keluarga Yun selalu "Hutang emas dapat dibayar, hutang budi dibawa mati"


__ADS_2