Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Pengelihatan Yang Terbuka


__ADS_3

Fu Huishen juga tidak yakin akan ini, mengingat perlakuan pihak istana terhadap mereka bedua sangat menyakitkan. Dia masih teringat akan siksaan yang dilayangkan keluarga, keluarga yang seharusnya menjadi rumah tempat bersandar tapi malah menjadi rumah neraka.


Sakit.


Benci, amarah, penyesalan.


Semua menjadi satu di benaknya, dia ingin sekali membalas semua yang di alami nya saat masih di istana, ingin melihat mereka yang menyiksa nya berlutut di hadapan nya.


Fu Huishen juga teringat siksaan yang ia rasakan sehari hari, di cambuk, berlutut, di caci maki, setiap hari di kasih racun, apa yang harus mereka berdua lakukan?


lamunan itu terbuyar akibat suara adiknya "Aku juga berharap seperti itu"


Chianlu mencoba menghibur tuanya yang sedang bersedih "Tenanglah, keajaiban pasti datang kepada kalian"


Anggukan kepala itu menyetujui perkataan nya, tapi sampai kapan keajaiban itu datang menghampiri nya? Sedangkan mereka saja pembawa sial.


"Adik, kakak ingin mengajakmu untuk melarikan diri. Jika memang itu terjadi, adik mau mengikuti kakak keluar dari tempat neraka?" Fu Huishen memantapkan hatinya untuk kabur dari rumah neraka yang sayanga nya rumah itu seharusnya menjadi rumah ternyaman.


Dengan anggukan kepala yakin dan nada semangat, Fu Huishen tersenyum penuh arti "Kakak, aku akan pergi bersama kakak dimana pun kakak berada"


"Lihatlah mereka, pemandangan ini sangat indah bukan Xiong?"


"Usstt diamlah, Shenyu kamu jangan membuat susana ini menjadi kacau" Shi Xiong yang di samping Shenyu menjawab bisikan itu, anak ini memang merusak suasana saja.


"Padahal aku hanya -Hmppp" Shenyu melotot ke arah Shi Xiong dengan mulut yang tersumpal, berani beraninya dia.


"Diam, kau ini" Shi Xiong yang di tatap hanya melotot tidak senang.


Pertengkaran mereka terhenti, saat mendengar perkataan Fu Huishen "Tapi kakak tidak bisa menjamin kehidupan kita di luar sana"

__ADS_1


Fu Chenwu menoleh ke arah kakaknya, jangan kan kehidupan yang tidak seenak di istana asalkan bersama kakaknya saja suda bahagia "Tidak, aku lebih baik hidup bersama kakak selamanya"


Haru sekali.


Seseorang tersenyum kecil, lagi lagi dia dibuat iri dengan interaksi kakak beradik ini. Dia bisa mati muda kalau begini, melihat orang bahagia hanya dengan perlakuan kecil sudah membuat nya kepalang sedih.


"Perkataan mu ini, sekakan akan iklas saja"


"Tapi kak, aku memang ingin bersama kaka saja. Kenapa kakak tidak begitu yakin?"


Wajah mereka sedang merengut satu sama lain, tangan kiri Fu Huishen mengelus belakang kepala Fu Chenwu dengan lembut. Adiknya ini memang manja sekali.


"Baiklah, kakak percaya padamu"


Fu Huishen sepertinya pernah merasakan adegan ini, tapi dimana? Oh dia ingat, malam pertemuan pertama yang dilalui dirinya dengan Yue Yin terasa kembali. Gadis itu penuh misteri.


"Lihatlah disana ada bintang jatuh!" Shi Xiong mengalihkan perhatian mereka sambil menunjuk bintang yang jatuh, terlihat jelas sekali.


Mereka semua menyatukan tangan di depan wajah mereka dengan semangat, berharap permohonan ini dapat terkabul. Sangat berharap.


'Aku ingin aku dan kakak ku dapat melihat dan menjalani hidup yang makmur' Fu Chenwu memohon dengan nada gembira.


'Aku berharap, aku dapat menemukan ibu ku dan keluarga dari ibu ku' Fu Huishen tersenyum dengan tulus, dia ingin sekali bertemu ibunya.


'Aku berharap, Pangeran memiliki kehidupan yang lebih layak di tahun kemudian' seru pengawal pribadi pangeran ini dengan nada yakin.


Cahaya kecil melesat ke arah Fu Huishen dan Fu Chenwu yang sedang menutup matanya, cahaya itu berbentuk bola kecil yang terbagi empat menuju ke arah mata kakak beradik ini dan menghilang begitu saja.


"Aku akan mengabulkan keingin kalian" seseorang dari sana tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Cahaya itu melebur saat mata Fu Huishen dan Fu Chenwu terbuka, mereka merasakan rasa yang aneh. Sakit yang teramat di kepalanya, sakit itu juga muncul di mata mereka.


Mereka bedua bergerak gusar, dan hampir saja melompat ke arah depan yang terdapat jurang. Bawahan yang ada di samping nya memegang tangan tuannya dengan perasaan khawatir "Apa yang terjadi pada pangeran"


"Sakit sekali" ringisan dan air mata terjatuh begitu saja dari Fu Chenwu, ini sakit yang lebih sakit dari pada biasanya. Apa yang terjadi kenapa matanya begitu sakit. Dia mencoba melebarkan matanya yang terpejam, cahaya? Silau sekali.


"Adik, kau kenapa?" walaupun Fu Huishen merasa sakit, dia berusaha susah payah meraih adik nya dan menenangkan nya dalam sebuah pelukan. Pelukan hangat lagi.


Shi Chao dan Chianlu hanya dia melihat momen ini, momen momen kesakitan yang biasanya mereka lihat tidak kalah sakit dari yang ini. Tapi mengapa, air mata mereka juga jatuh? Apa yang salah dengan mereka? Perasaan sedih dan perasaan senang? Apa yang terjadi?


"Kakak, ini sakit sekali. Ada apa dengan mataku kak" Fu Chenwu menangis tersendiri sendu, terdengar sangat menyakitkan. Atau jangan jangan dia tidak bisa melihat selamanya? Jangan, aku tida mau. Aku ingin melihat kakak ku yang melindungi ku, Dewa aku mohon.


"Apa nya yang sakit?"


"Mata ku kak, sakit sekali hiks. Aku takut aku"


"Usst diam lah dulu, coba kamu buka perlahan. Siapa tau itu debu yang masuk ke dalam matamu"


Perkataan itu perintah, membuat Fu Chenwu mau tidak mau membuka matanya dengan perlahan. Bukan nya berhenti menangis ia malah menangis tersendu lagi, membuat yang ada disana sangat panik. Apa yang terjadi dengan Fu Chenwu, mengapa dia malah menangis.


Fu Chenwu merasakan perasaan senang, rasa itu muncul saat melihat paras kakaknya. Tampan sekali, walaupun dengan mata yang masih terpejam kakak nya ini sungguh hebat. Tunggu, aku bisa melihat rupa kakaku? Ini mimpi? Dia mengucek matanya dengan pelan, ini nyata. Aku tidak berhalusinasi.


"Kakak, kamu... Kamu"


"Ada apa, kamu kenapa adik? Jangan membuat kakak khawatir" rasa khawatir Fu Huishen muncul mendengar perkataan adiknya, dia mengendurkan pelukan nya dan membuka matanya dengan khawatir. Tidak peduli dengan rasa sakit di matanya.


Mata emas? Ha? Aku bisa melihat? Tunggu ini aneh, kerutan muncul di kening Fu Huishen. Apa yang terjadi? Mengapa rupa adikku dapat aku lihat, apa aku sedang di alam mimpi? Mana mungkin, dia masih dapat mendengar jelas petasan petasan ini.


"Kakak, kamu sama seperti ku kan? Kamu dapat melihat kan? Kakak katakan sesuatu kalau ini bukan mimpi"

__ADS_1


Kerutan muncul di para bawahan nya muncul, jangan hilang kalau tuan nya ini bisa melihat? Kalau benar ini berarti berita baik kan.


"Kamu bisa melihat?" Fu Huishen memandang aneh ke arah adik nya, sejak akan mereka berdua bisa melihat?


__ADS_2