Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Saling Berdekatan


__ADS_3

Kebingungan terus melanda diri Yun Xuan.


Langkah kakinya mendekati Yue Yin yang masih tertidur lemas, perasaan ketakutan selalu ada saat Yue Yin berada di sekitarnya padahal Yue Yin masih tidur tenang tanpa terganggu sedikitpun.


Pengelihatan Yun Xuan terus tertuju pada Yue Yin, benang biru masih berada di pergelangan tangan yang terletak di tangan kanan Yue Yin, tersambung pada pergelangan tangan kiri Yun Xuan.


Seperti benang merah jodoh.


"Tuan!!" angin berhembus dengan kencang diselingi Hao yang tiba tiba datang berseru pada Yun Xuan, bahkan Yun Xuan sudah siap mengeluarkan tombak miliknya.


Hai memandang Yun Xuan yang terdiam memandang Yue Yin yang tidur, tunggu kenapa ada Yue Yin di sini?


'Tuan, kamu' Hao terkejut sangat terkejut, melihat Yue Yin yang menggunakan benang milik keluarga Yun!


Yue Yin tidak merespon apapun hanya diam mempertahankan kesan tertidur akibat mantra Yun Xuan, Hao sedikit panik melihat Tuannya yang tidak bergerak "TUAN, APA YANG KAMU LAKUKAN?!!"


Hilang martabat anggun dan gagah dari Hao, kepanikan Hao terlihat sangat jelas dan pekikan yang mungkin akan terdengar di seluruh kediaman Yun, barulah saat itu Yun Xuan tersadar dari lamunan nya lalu memandang Hao aneh.


Seharusnya Yun Xuan yang bertanya pada Hao, apa yang ia lakukan di sini bukan sebaliknya.


Sentilan angin mengenai ekor Hao yang membuat Hao melotot marah ke arah Yun Xuan "Diam, aku hanya ingin melihatnya"


"Apa?" ketegangan diantara mereka berdua lenyap begitu saja, tergantikan suasana yang menurutnya sangat canggung.


Hao tidak habis pikir dengan Yun Xuan.


"Aku hanya tidak ingin Yue Yin menghilang lagi" arah pandangan Yun Xuan terus tertuju pada benang merah yang melilit tangan kiri Yun Xuan, perasaan yang selalu singgah tiba tiba saja datang.

__ADS_1


Dan Yun Xuan kembali di landa rasa tidak nyaman.


Bola mata Hao berkedut menunjukkan rasa tidak puas entah kenapa Hao merasakan sesuatu bencana buruk akan terjadi, tetapi ini tidak seperti berencana yang selalu datang menjadi mimpi buruk orang itu hanya saja seperti datang rasa penyesalan. Tapi Hao tidak bisa menebaknya, ada sesuatu yang menutup arah pandangan Hao terhadap Yue Yin dan Yun Xuan-rasa penasaran Hao terlihat.


Apa yang akan terjadi?


Kenapa aku bisa merasakan hal seperti ini?


Atau mungkin Yun Xuan akan melakukan sesuatu terhadap Yue Yin?


"Buang pikiran buruk mu, aku hanya ingin menjaga Yue Yin seperti Yue Yin menjaga ku di sisinya" Yun Xuan sedikit menggerutu saat mengetahui apa yang sedang di pikirkan Hao, bagaimana mungkin Yun Xuan akan melakukan tindakan tercela seperti itu?


'Tidak ada salahnya' lamunan Yun Xuan terhenti saat mendengarkan kata dari Yang Yuan, ini seperti bisikan jahat yang harus dilakukan.


Yun Xuan melihat Yue Yin yang tertidur lelap dengan tenang, bahkan sangat tenang melebihi apapun 'Aku tidak ingin, kamu saja yang melakukan nya'


Yang Yuan tidak ingin menyakiti Yue Yin untuk kesekian kalinya.


Cukup dalam waktu lima belas ribu tahun yang lalu, tidak untuk kedepannya.


Melihat Yun Xuan yang tengah berdiam diri dan terus memandang Yue Yin, Hao sedikit takut pemikiran nya akan benar benar terjadi, namun Hao tidak bisa menemukan jejak gairah di dalam mata Yun Xuan selain jejak kerinduan yang mendalam. Hati milik Hao sedikit lega. Siapa yang tidak lega saat melihat tuannya masih mengetahui siapa yang harus ia sayangi dan siapa yang harus ia hindari, ingatan saja yang hilang selagi tidak kenangan yang hilang.


Tapi, Hao tidak bisa mengingat apa saja yang Yun Xuan ingat di kehidupan selanjutnya.


"Tuan... " Hao terkejut bukan main saat melihat Yun Xuan tengah duduk lebih dekat ke arah Yue Yin, kenapa sangat intim "Apa yang akan kamu lakukan!!"


"Diam. Pergi jangan kembali" demi apapun, Yun Xuan sangat ingin membuang Hao kemana pun selain di sekitarnya dan Yun Xuan memaksa menghilangkan Hao untuk sementara waktu.

__ADS_1


Tubuh Hao perlahan menghilang seperti debu yang berterbangan di seluruh ruangan, menghilang suara yang perlahan lahan kian menghilang "Tuan, kenapa kamu sangat jahat"


Tidak peduli, Yun Xuan hanya ingin waktunya tidak di buang sia sia hanya untuk mendengarkan ocehan milik Hao yang membuat telinga Yun Xuan akan pecah. Hao lebih cerewet dibandingkan Shi Cao. Sekarang Yun Xuan bersama Yue Yin saling berdekatan, Yun Xuan membantu Yue Yin untuk duduk di sampingnya dengan tubuhnya yang di lilit dan disandarkan di dadanya dengan tenang.


Terbilang sangat lancang, tapi Yun Xuan hanya memikirkan Yue Yin kali ini.


"Aku tau kamu sudah sadar" Yun Xuan tetap memberikan rengkuhan hangat kepada Yue Yin, memberikan rasa yang sama saat Yue Yin memberikan rengkuhan pertamanya untuk Yun Xuan.


Namun rengkuhan itu hanya di dapat beberapa kali oleh Yun Xuan, ia menginginkan lebih dari itu.


Perkataan Yun Xuan tidak mendapatkan jawaban dari orang yang bersangkutan, hanya suara angin dan daun yang bergerak di sekitar menyisakan ruang yang terlalu jauh di keduanya-hanya Yun Xuan yang merasakan nya. sepanjang waktu Yue Yin duduk manis dalam rengkuhan Yun Xuan, tidak memperdulikan apa yang terjadi untuk waktu ke depan.


"Kamu tidak ingin menjawab pertanyaan ku?" tangan Yun Xuan terangkat membelai rambut putih salju Yue Yin yang berantakan, menaruhnya di sekitaran rambut yang lain jauh di banding sebelumnya.


Terlihat sangat romantis, Yun Xuan memanjakan Yue Yin waktu ini.


Bahkan Yun Xuan tersenyum lembut melihat Yue Yin yang tampak tidak mendengarkan Yun Xuan dan berlindung di kata tertidur, sebenarnya Yun Xuan telah mengetahui Yue Yin yang berpura-pura.


Dengan jahil, tangan Yun Xuan berpindah pada bibir pucat milik Yue Yin dan mengusapnya secara sensual "Sayang, beri aku keyakinan bahwa kamu adalah kunci kehidupan ku"


Respon Yue Yin tersedak seketika saat mendengar Yun Xuan berkata lancang dengan posisi jari yang masih berada di area bibir miliknya, terlihat sangat lucu di mata Yun Xuan.


Dia benar benar lucu saat terkejut, wajahnya memang terlihat tidak peduli dan jauh lebih dingin dariku tapi aura yang dikeluarkan sangat terlihat di sekitar tubuhnya, bagaimana mungkin ada wanita yang seperti ini di dunia ini?


"Apa yang kamu lakukan?" ucap Yue Yin dengan lemah.


Tubuhnya terasa sangat susah untuk digerakkan, pikiran Yue Yin bisa ditebak oleh Yun Xuan bahwa kejadian seperti ini terjadi saat Yue Yin pingsan di area hutan saat Yun Xua mengajaknya, Yun Xuan hanya tersenyum tipis melihat nya.

__ADS_1


__ADS_2