Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Ajakan Tahun Baru


__ADS_3

Malam berganti dengan pagi, matahari memancarkan sinarnya yang terang di tunjukkan di semua sisi bumi yang dapat dirasakan penghuninya. Dengan ditemani beberapa embun yang terlihat di tumbuhan tumbuhan yang berbunga kembali.


Burung burung berkicau riang menyambut seorang laki laki yang tengah berjalan di papah bawahan nya, untuk menikmati makanan nya di sekitaran paviliun nya berada. Dia duduk dengan tenang dan mulai menikmati makanan nya.


"Hari ini malam tahun baru kan?"


Seorang manyahuti dengan anggukan, benar hari ini tahun baru dan kemungkinan tahun baru ini sana dengan tahun baru sebelumnya. Sepi dan hening "Benar Pangeran, hari ini malam tahun baru"


"Pangeran ingin kita melakukan apa untuk malam tahun baru nanti?"


"Tidak ada Shi Xiong, aku hanya ingin kalian mengantarkan ku di gunung Goulin"


Shi Xiong ini ternyata peka sekali terhadap tuan nya, tapi kenapa tuan nya ini tidak ingin memberi tahukan keinginan hati nya. Tuan nya ini terlalu bersifat pribadi, hanya dirinya saja yang tau, orang lain mana boleh tau.


"Hanya itu? Pangeran tidak ingin yang lain?" Sheying merasa sangat aneh, padahal tuan nya ini sering mengunjungi Gunung Goulin setiap seminggu dua kali. Memang tidak ada yang mengetahui apa yang di pikirkan Pangeran ketiga ini.


Fu Huishen hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan Shenying, memang apa yang harus ia inginkan? Ia hanya ingin kehangatan bukan hadiah "Tidak ada, kalian bisa tinggalkan aku sendiri disini"


"Baiklah, hamba pamit" mereka berdua membukuk memberi hormat lalu melangkah kan kakinya menjauhi tuan nya dengan pelan dan rasa aneh.


Shenying berbisik "tuan kita memang aneh bukan?"


"Sudahlah jangan di bahas, yang ada kita yang di penggal" Shi Xiong tidak mempedulikan perkataan rekan kerja nya, dia benar benar takut tuan nya akan memenggal mereka. Seram sekali, tuan nya ini lebih kejam daripada Kaisar disini.


Bisikan ini ternyata terdengar di telinga Fu Huishen, tersenyum lembut saat memasukkan makanan yang di siapkan okeh Shenying disini. Tidak mempedulikan perkataan mereka, Fu Huishen hanya diam menikmati makanan ini.


Giok? Benar, Fu Huishen masih ingat dengan Giok yang di kasih oleh wanita yang kemarin malam diam diam datang dan memeluknya. Dia meraba raba pakaiannya tapi tidak menemukan apa yang ia cari, mungkin hanya mimpi atau halusinasi.


Tapi saat dia tidak sengaja memegang sabuk yang di pinggang nya, Fu Huishen merasa ada sesuatu yang menggantung disana. Mengambil dengan perlahan lalu meraba raba, bentuk nya bulat dan ada sedikit mutiara di pinggiran nya. Benda ini sama seperti Giok yang diberikan wanita itu.


"Giok Biuu? Mengapa ada disini.... Yue Yin?"


seorang wanita tersenyum melihat tingkah Fu Huishen yang kebingungan, mendengar semua perkataan nya dari awal saat tiba disini. Rupanya wanita ini telah menunggunya disini, tapi tidak disadari oleh Fu Huishen sendiri. Wanita itu lantas turun dari pohon yang ia gunakan untuk bersandar dengan menenteng sebuah kipas berwarna putih dan ada corak naga berwarna ungu.

__ADS_1


"Siapa disana?"


Ketahuan?


Wanita itu terkekeh pelan, menutup kipas yang sedari tadi ia gunakan dan melangkah ke arah Fu Huishen pelan "Ternyata kamu memiliki pendengaran yang cukup baik Pangeran Fu"


Sraass


Sebuah belati melesat ke arah wanita yang sedang melangkah kan kakinya menuju Fu Huishen, wanita itu tidak menghindar sama sekali dia malah dengan santai berjalan tanpa merasakan sakit sekali pun. Wanita yang tidak lain adalah Yue Yin tersenyum sesaat melihat darah yang menetes dari arah lengan nya.


"Kamu... " Fu Huishen bingung dengan orang ini, dia sama sekali tidak mendengar pergerakan lain selain langkah kaki yang kian mendekat. Orang ini ingin mati sekarang?


"Aku Yue Yin, Fu Huishen"


Suara lembut membaur dengan angin yang berhembus kecang, Yue Yin menatap Fu Huishen yang tertegun dengan sumpit di tangan nya. Fu Huishen melihat ke arah Yue Yin berada, aneh kenapa ia bisa melihat sosok itu walaupun tertutup kain sutra yang ia pakai.


"Kenapa kamu disini?" Fu Huishen kembali menoleh kan kepalanya menatap makanan nya ini, mengambil sumpit yang menyampit daging lalu memasukkan ke mulut nya.


"Ugh, aku hanya ingin mengajakmu merayakan malam tahun baru" tertegun melihat sikap Fu Huishen yang acuh tak acuh kepadanya, salah dirinya apa coba? Dia hanya ingin menemui bukan ingin membunuhnya.


"Aku tidak ingin merayakan nya"


"Ha, kenapa? Tumben sekali, padahal para Pangeran yang lain berburu untuk merayakan nya" Yue Yin tidak mengerti jalan pikir pangeran satu ini, lelah sekali menghadapi sikap keras kepalanya.


Fu Huishen ingin bangkit, tapi pergerakan nya di hentikan oleh Yue Yin di sampingan nya. Dia memegang lengan Fu Huishen dengan lembut "Bukan urusan mu"


"Lucu sekali, kamu tidak ingin pergi tapi kamu memerintahkan bawahan mu untuk datang ke gunung Goulin" kekehan kecil menangkap indra pendengaran Fu Huishen, seiring kehangatan yang menjalar di tubuhnya. Fu Huishen merasa wanita ini memeluknya?


Tunggu, aku di peluk?


Pelukan ini... Terasa sangat familiar.


"Kamu menguping? Lancang sekali" tidak ada niatan untuk memberontak dari pelukan yang Yue Yin berikan, ayolah dia sekarang merasa sangat hangat dengan pelukan ini. Kehangatan yang tidak pernah ia rasakan di masa lalu, kehangatan yang selalu ia nanti nanti kan.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak sengaja" bukan nada penyesalan tapi nada usil yang di dengar Fu Huishen, wanita ini memang sengaja.


Fu Huishen tidak memperdulikan apa yang di katakan Yue Yin, dia sekarang hanya fokus kepada pelukan yang diberikan Yue Yin terhadapnya. Wanita lain pasti tidak akan mau memeluknya seperti ini, tapi kenapa wanita ini malah memeluknya dengan erat, seolah olah dia tidak ingin d tinggalkan.


Sangking fokus nya dia tidak tau kalau Yue Yin sedang mencium bibirnya, Fu Huishen terkejut dan bergerak gelisah di dalam pelukan ini. Jangan, jangan sampai ada yang tau kalau Pangeran dingin tidak tersentuh ini di cium okeh wanita yang ia saja tidak tau asal usul nya.


Pangutan itu terhenti setelah beberapa menit lamanya, Yue Yin tersenyum kecil melihat wajah Fu Huishen yang bersemu merah "Bibirmu manis sekali, aku menginginkannya lagi"


Kejadian ini bisa dikatakan pelecehan kan? Yue Yin melakukan pelecehan terhadap Pangeran Fu Huishen! Astaga anak ini, hanya karena rindu dan bahkan tidak memikirkan masalah lain.


Yue Yin didorong paksa oleh Fu Huishen, tawa kecil Yue Yin terdengar begitu menenangka. Yue Yin mencolek dagu Fu Huishen dan berkata dengan nada usil "Lihat, masyarakat berkata Pangeran ketiga tidak bisa di sentuh oleh lawan jenis. Tapi, kenapa aku bisa menyentuhmu?"


Jangan lupakan fakta bahwa Pangeran Fu Huishen menang tidak bisa di sentuh oleh lawan jenis nya, bahkan ibunda nya saja tidak bisa menyentuhnya jika tidak memakai sarung tangan khusus. Banyak yang bilang itu adalah kutukan dari Dewa yang agung, tapi nyatanya tidak. Hanya Yue Yin yang tau.


"Apa maumu?"


"Aku hanya ingin mengajak mu merayakan tahun baru, karena kau sudah janji di gunung Goulin aku juga tidak apa menyusul mu kesana"


Perasaan aneh muncul di benak Fu Huishen, mengapa wanita ini bersih keras untuk memperoleh persetujuan darinya? Apa masalah nya dengan dirinya? "Jika aku tidak mengijinkan mu, memangnya apa yang akan kamu lakukan?"


Pertanyaan bagus Fu Huishen, Yue Yin terdiam sejenak. Benar, jika dia tidak di bolehkan, apa yang harus ia lakukan? Ah, Yue Yin tau "Kalau kamu tidak mengijinkan ku, kamu tidak akan dapat melihat indah nya dunia ini. Aku tau kau sebenarnya bisa melihat walau buram, dan adikmu yang tidak bisa melihat kan?"


Konyol, maksud mu kamu bisa membantu ku?


Tunggu maksud mu?


"Kamu bisa menyembuhkan adikku?" nada gembira tercipta di perkataan Fu Huishen yang terkejut, lucu sekali wajah nya.


"Tentu saja bisa, kau tidak menyangka kan? Hahhaha"


"Katakan pada ku, bagaimana caramu melakukannya?" sangat gembira Fu Huishen mendengar perkataan Yue Yin ini, Fu Huishen bahkan menatap wanita di samping nya dengan tenang.


"Kamu akan tau nanti, aku tunggu nanti malam di gunung Goulin. Tapi ingat mungkin tidak bisa sekarang, harus beberapa minggu lagi aku membantumu" Yue Yin bangkit sambil mengelus rambut Fu Huishen yang lembut "Aku pergi dulu, jaga Giok itu ya!"

__ADS_1


"Tunggu, Yue Yin aku masih ingin bersamamu!!"


Sial, dia kehilangan Yue Yin lagi kali ini.


__ADS_2