Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Ukiran Naga Dan Rubah


__ADS_3

"Ada perlu apa Dewi berkunjung kemari?" tanya seorang wanita yang memakai hanfu biru yang sama indah nya seperti lautan.


"Maaf jika aku menganggu istirahat mu Dewi sungai" tatapan Yue Yin jatuh kepada wanita di hadapan, sangat cantik.


Senyuman Dewi penghuni semua sungai ini merekah "Jangan panggil hamba seformal itu Dewi, hamba masih berada di bawah Dewi"


"Kalau anda tidak ingin di panggil Dewi, panggil juga namaku seperti biasa"


"Hamba merasa terhormat jika bisa bertemu Dewi di kehidupan ini, hamba tidak berani melakukannya" gelengan lembut terihat.


"Baiklah, Lan Dan. Aku menemuimu meminta satu hal, ini untuk perkembangan tubuh ku dan tubuh reinkarnasi dewa sejati dan adiknya di kehidupan ini" tak ayal senyuman Yue Yin pun merekah, senyuman yang sudah lama siapaun tidak melihat nya saat peperangan itu terjadi.


"Hamba akan membantu sebisa hamba Dewi, mari fokuskan pikiran Dewi aku akan membantu nya"


Yue Yin mengangguk, dia memejam kan matanya kembali sesuai intruksi. Memfokuskan pikiran nya dengan tenang, dia merasakan energi yang meanglir dari luar memasuki dalam tubuhnya. Sejuk tapi menyakitkan.


Aliran aliran ini berasal dari Lan Dan yang menyalurkan kekuatan yang ia miliki, membantu mengembalikan tubuh Yue Yin yang perlahan menghilang. Tubuh ini hanya raga yang sementara, raga yang asli masih perlu di kembangkan lagi.


"Cukup, jangan terlalu banyak"


Tangan yang mengukur itu pun menutup dengan perlahan, menarik tangan nya kembali di depan pinggang nya "Baiklah, kami selalu mendukung mu dewi"


"Aku berterimakasih banyak, Fu Huishen dan Fu Chenwu akan datang kemari saat bermandi. Cukup alirkan saja air di sekelilingnya"


"Baik" sepeninggalan Yue Yin yang kembali ke alam aslinya, Lan Yei tersenyum geli 'Dewi ini masih sangat posesif'


Terasa sangat dingin, Yue Yin langsung bangkit dan memakai lapisan luar hanfunya. Menggunakan ilmu pengering tubuh yang dia punya, menoleh ke arah sosok Mei Lin yang masih fokus disana.

__ADS_1


"Ayo pergi, kita harus menuju kediaman shen" Yue Yin menganggap kipas nya di tangan kanan dan berseru ke arah Mei Lin yang hampir tertidur.


Dengan terburu buru, Mei Lin keluar dari sungai dan memakai hanfu nya menyusul Yue Yin yang sudah berjalan meninggalkan "Master, tunggu aku!"


"Kenapa kau meninggalkan ku secepat itu, kau jahat sekali!"


"Jangan banyak bicara, cepat pimpin jalan"


Mei Lin menyusul Yue Yin menggunakan jurus meringankan tubuh, jurus yang mereka pelajari saat di dunia ini. Dunia yang berbeda dengan dunia para dewa dan dewi, jika ada yang mengetahui jurus berpindah tempat mungkin itu hal yang mengejutkan.


...****************...


Shi Xiong meletakkan tubuh Fu Huishen di atas kasur yang lumayan besar, menyelimuti nya dengan selimut yang ada disana. Shi Xiong melihat sekeliling, tempat ini masih rapih dan tidak ada debu sama sekali.


"Bagaimana keadaan nya?" Shi Chao memasuki kamar Fu Huishen sambil membawa dupa pewangi, dupa yang dikasih Mei Lin saat pangeran nya tidak sadarkan diri.


Dengan lesu Shi Xiong membalas "Masih sama, ini pertama kalinya aku melihat pangeran sesedih itu"


"Benar, aku juga baru melihat nya seperti itu"


Senyum jahil Shi Chao muncul "Jangan bilang kalau tuan sudah mulai menyukai nona ini?"


Tamparan pelan mendatangkan di punggung Shi Chao "Hei, kau tidak boleh berkata seperti itu. Ini kamar milik nona itu"


"Astaga, aku salah aku salah" menepuk pelan mulut Shi Chao berkali kali.


"Kita keluar saja, Pangeran kedua sudah ada di depan" ajakan tersebut di balas anggukan, Shi Xiong mengikuti Shi Chao dibelakangnya.

__ADS_1


Rumah ini terletak jauh dari pemukiman, rumah yang nyaman dengan ruang tamu yang lumayan luas. Mungkin bisa menampung 2O orang lebih, hebat bukan? Dengan beberapa ukiran naga yang indah di setiap kayunya.


Fu Chenwu mengedarkan padangan nya, melihat sekeliling, jika benar ini paviliun milik Yue Yin seorang, paviliun ini begitu besar. Sangat rapi dan bersih, sungguh indah di pandang.


langkah Fu Chenwu terhenti saat berpapasan dengan tiang berukiran naga yang sama persis di kipas yang Yue Yin pegang, kerutan muncul. Berbagai pertanyaan muncul di pikiran nya.


"Apa hubungan nya dengan nona?" gumam Fu Chenwu sambil memegang ukiran itu.


"Kenapa nona itu baik sekali? Dan aku merasa aku pernah begitu dekat dengan nya.. " denyutan nyeri itu muncul saat mencoba mengingat ingat kejadian dulu, namun usaha itu tidak membuat kan hasil.


Lamuanan itu terhenti saat Chianlu memanggil namanya dari arah kamar, menoleh perlahan melihat Chianlu. Kenapa ada yang aneh? "Pangeran, kamar anda sudah siap"


Anggukan itu terlihat singkat, Shi Chao dan Shi Xiong melihat adik tuan nya yang sedang bersedih. Apa yang terjadi?


"Baiklah, aku akan beristirahat dan kalian bisa beristirahat di kamar yang lain" Fu Chenwu memberi anggukan lagi dan langsung melangkah memasuki kamar itu, kamar yang hampir sama dengan kamar sebelah. Namun, kenapa warna nya berbeda? Ukiran ukiran naga itu tidak ada sama sekali, hanya ukiran rubah?


"Apa hubungan nya dengan mereka? Mereka dari sekte mana? Nona muda itu seakan sudah pernah beberapa kali menyelamatkan nyawaku dan nyawa kakak ku, tapi kenapa aku tidak bisa mengingat kejadian saat sudah terlampaui 1 minggu terakhir" gunamanya, penyakit yang aneh. Banyak orang bilang kalau itu kutukan, tapi Fu Chenwu sendiri tidak percaya pada itu.


Apa hubungan nya dengan kedua nona itu? Kepala Fu Chenwu terasa sangat pening, dia perlahan oleng. Berusaha untuk mendudukan tubuhnya di atas kasur, kesadaran nya menghilang dengan suara aneh terdengar jelas.


"Kamu tidak boleh melangkah sejauh itu, cukup tau batasan mu saja" suara rendah itu memekak kan telinga, telinga Fu Chenwu berdering seiring waktu.


Kesadaran yang mulai hilang dengan gumam man aneh dan pasrah pada Fu Chenwu "Apa yang kau inginkan"


"Aku hanya ingin menjalankan tugas ku untuk menjaga kalian berdua, jangan melewati batasan kalian"


"Aku hanya ingin tau, kenapa dia seolah olah orang jahat"

__ADS_1


"Jangan menilai orang dari luarnya, manusia dapat diliat dari sikapnya tapi tidak bisa diliat dari hatinya. Hilangkan pemikiran buruk kepadanya, karena dia tulus kepada kalian"


Suara suara itu berangsur angsuran menghilang dengan alam sadar yang juga hilang, Fu Chenwu tertidur saat melihat ukiran rubah itu. Ukiran yang penuh tanda tanya, tidak boleh sembarangan orang mengetahuinya. Anehnya ada sosok bayangan yang terlihat di belah jendela sama seperti saat dia masih kecil, sosok yang selalu menjaga nya? Siapa sosok itu?


__ADS_2