
...THE MOGE...
Dalam perjalanan pertama The Moge, dari Jakarta ke Bandung, The Moge menemukan desa adat Cireundeu di Bandung. sebuah desa adat yang terletak di antara lembah Gunung Kunci, Gunung Cimenteng dan Gunung Gajahlangu. Mereka memiliki tradisi masyarakat yang unik dalam mengolah singkong dari isinya hingga kulitnya, yang kemudian mereka jual untuk menjadi devisa desa mereka.
Sisi lain dari Bian yang baru Annisa ketahui, Bian begitu peduli dengan sesama. Ia memborong banyak olahan singkong seperti opak dan simpring untuk membantu masyarakat sekitar. Dengan lahapnya Bian mencicipi rasi, yang berasal dari ampas tepung singkong. "Kok enggak di makan?" tanya Bian, sedari tadi ia melihat istrinya terus memandanginya. "Ngeliatin aku terus nanti aku GR loh," sebetulnya wajahnya sudah memerah sejak tadi.
"Mas Imam makin ganteng," puji Annisa dengan tulus. Bian semakin salah tingkah, ia menoleh ke kanan dan kekiri kemudian dengan cepat ia mengecup pipi istrinya. Meski sudah sah sebagai sepasang suami istri, kini Bian lebih berhati-hati, ia tak ingin terlalu mengumbar kemesraan di depan publik, ada adab yang ia jaga.
Sementara Widya lebih memilih memakan singkong bakar. "Hati-hati masih panas," Erik meniupi singkong yang baru saja di berikan oleh sang penjual, setelah hangat baru ia berikan kepada kakaknya.
Fahri hanya sekilas melihat kedekatan mereka, kemudian ia menyeruput kopinya sembari mengobrol dengan teman-temannya yang lain.
__ADS_1
Setelah mengisi perut, perjalanan di lanjutkan menuju kota Yogyakarta. Kota yang menawarkan sebuah kesederhanaan, dan juga terkenal akan keramahannya. The Moge memutuskan untuk bermalam di Jogja, Bian menyewa beberapa kamar hotel untuk anggota The Moge.
"Gue mau ngomong sama loe," Fahri menarik Bian setelah Bian membagikan kunci kamar kepada anggota The Moge. Wajah Fahri terlihat serius dan marah pada Bian, sehingga Annisa merasa khawatir. "Mba Wid, silahkan istirahat saja duluan aku mau menunggu suamiku," ucap Annisa pada Widya.
"Ya sudah aku sama Eric duluan ya," Widya bersama anggota The Moge masuk ke kamar mereka masing-masing, sementara Annisa menyusul suaminya di luar.
"Selama ini gue udah cukup sabar, ngeliat loe bolehin Eric bawa ceweknya ke markas, bahkan sampe bolehin Eric bawa ceweknya touring. Gue masih diem aja!!!!" Fahri menghembuskan napas beratnya. "Tapi sekarang gue enggak bisa diem aja, negliat loe biarin mereka satu kamar, dan berzinah di sana!!"
"Mas Fahri," Annisa mencoba menenangkan kakaknya.
"Diem kamu, Nis. Kamu sudah ketularan berengseknya dengan suamimu."
__ADS_1
Bian masih cukup santai ketika Fahri mengatakan dirinya brengsek, tapi jika mengatakan itu kepada Annisa tentu Bian tidak terima. "Jadi orang itu Tabayun dulu, jangan main fitnah aja," ucap Bian dengan tenang namun tatapanya begitu tajam. "Eric dan Widya adalah kakak adik, kamar yang mereka pesan twin bed karena hanya itu kamar yang tersisa," terang Bian. "Hati-hati jika menuduh orang berzinah, loe bisa terkena laknat di dunia dan akhirat. Ngerti!!" Bian menepuk bahu Fahri dan meninggalkannya di luar, ia bersma istrinya masuk ke kamar mereka.
"Apa tidak apa-apa meninggalkan mas Fahri sendirian?"tanya Annisa, cemas.
"Tidak apa-apa, biarkan dia merenungi kesalahannya," Bian mengambil tas yang berada di pundak istrinya kemudian membawanya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menggandeng tangan Annisa.
"Tapi menurutku Eric dan Widya terkadang terlihat mesra, jadi orang yang tak tahu mereka kakak adik akan mengira mereka sepasang ke kasih," ucap Annisa, ia masuk ke kamar, setelah Bian membuka pintu.
Bian mengunci pintu kamar dan menaruh barang-barang mereka di meja, kemudian ia duduk dan meminta istrinya duduk di pangkuannya. "Begini sayang. Orang tua mereka telah meninggal beberapa tahun yang lalu dalam kecelakaan bus, Widya memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan Eric merantau ke Surabaya. Karir Widya di Jakarta tidak semulus kisah cintanya, beberapa kali ia kerap di tipu dan permainkan oleh pria. Pria terakhir yang membuatnya mengalami patah hati terhebatnya adalah staf HRDku, dia hanya memanfaatkan Widya, janji pernikahan yang selalu di ucapkan tak pernah ia wujudkan, yang ada malah pria itu menduakannya. Eric sebagai satu-satunya keluarga Widya, merasa punya tanggung jawab untuk menjaga kakaknya, untuk itulah ia pindah ke Jakarta. Eric melarang Widya untuk berpacaran, sebagai gantinya ia akan menemani Widya kemana pun Widya pergi sampai ada seseorang yang benar-benar tulus dan mencintai kakaknya, Eric tak ingin kakaknya sakit hati untuk kesekian kalinya."
Annisa menyimak penuturan Bian dengan seksama. "Aku harap setelah ini mas Fahri, akan melamar Widya," ucapnya.
__ADS_1
Bian hanya tersenyum. "Sudahlah, kita tidak perlu ikut campur masalah orang lain jika memang tidak di perlukan," ia mengajak istrinya beristirahat sebab besok mereka akan menempuh perjalanan jauh.