SAHABAT KU CINTAKU

SAHABAT KU CINTAKU
episode 10


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS..


LANJUT...


Skip di pagi hari...


Alan kini tengah bersiap siap menjemput Lika, untuk mengantarkan nya ke rumah sakit.Karena semalam ia sudah berjanji akan mengantarkan nya.


Dengan senyum sumrimgah di wajah nya, ia keluar dari dalam kamar nya.Mikha tengah menyiapkan sarapan pagi, dan sedang menata di meja saat Alan keluar.Ia tersenyum saat melihat penampilan putranya yang sudah rapi dan tampan.


" Ciee anak mama sudah tampan saja, mau kemana nih". Goda mikha


" Hehe biasa ma, mau anterin Lika kerumah sakit.Semalam sudah janjian, lagian mobil nya kan masih disini". Sahut Alan sambil tersenyum


" Jadi semalam kamu jadi anterin Lika pulang"? Tanya mikha


" Iya mams soalnya aku khawatir, kalau sampai dia pulang sendiri". Ujar Alan


" Wow mama akui kegigihan kamu nak, pepet terus ya jangan kasih kendor". Mikha memberi semangat.


" Sip ma lagian aku nggak mau Lika jadian sama orang lain, aku khawatir sekali ma". Ujar Alan


" mama bangga sama kamu nak, karena selama ini menjaga Yuli dan Lika sepenuh hati.Bahkan tak pernah membeda bedakan keduanya.Kamu tau nggak Lika semalam selalu tersenyum, melihat foto kalian berdua". Jelas Mikha yang mengingat ekspresi Lika semalam.


__ADS_1


( guys visual nya Lika author ganti, biar lebih serasi sama babang Alan)


ok next


Alan hanya tersenyum mendengar perkataan mama nya.Ia memang tak pernah memilih Jika berhubungan dengan Yuli dan Lika.


Dan sekarang prioritas utamanya adalah membahagiakan Lika.Karena Yuli sudah ada yang menjaganya, jadi ia sudah tak punya wewenang untuk melakukan hal tersebut.


" Kamu sudah katakan perasaan kamu ke Lika Lan"? Tanya Mikha penasaran


" Belum ma soalnya Lika lagi ingin merenungkan kejadian yang menimpa dirinya, ia ingin memikirkan nya dan belum terpikirkan untuk mencari yang lain". Ujar Alan pelan


Keduanya berbicara sambil menyantap sarapan pagi bersama.Kedua ibu dan anak tersebut mengobrol ringan, waktu dulu jarang sekali mereka berbicara seperti ini.


Mikha dulu mengikuti suaminya keluar negri, dan meninggalkan Alan sendiri di masa remaja nya.Karena Alan menolak untuk hidup bersama nya dengan suami barunya,mikha menyesal karena melewati perkembangan anak nya dari remaja ke dewasa.


Waktu Mikha depresi karena menjadi korban Kdrt suaminya, Alan dengan sigap menjaga dan mengurus nya.Alan bahkan rela meninggal kan Kuliah nya, dan cintanya demi menjaga nya di rumah sakit Amerika..


Mikha merasa kasihan kepada putra semata wayang nya itu, ayah Alan merupakan warga blasteran indo Amerika.Nama belakang Andrew merupakan milik papa nya Alan.


Mikha ingin di sisa masa hidup nya, bisa melihat kebahagiaan putra semata wayang nya itu.Dan berharap kelak Alan mendapatkan jodoh yang bisa mengerti keadaan nya.


" Ma aku sudah selesai, aku lebih dulu ya soalnya mau jemput Lika takut dia telat.Setelah itu aku mau melihat kafe yang aku bangun dulu,ingin tahu bagaimana perkembangan nya". Pamit Alan


"Iya nak hati hati ya, ingat jangan ngebut jaga calon mantu mama sampai ketempat tujuan dengan selamat". Pesan Mikha


" mama tenang saja, aku bakalan jagain Lika sepenuh hati setulus jiwa tanpa ada lecet sedikit pun". Sahut Alan lalu berlalu mengambil kunci mobil nya dan keluar dari Apartemen tersebut.


Mikha hanya tersenyum sambil menggeleng kepala, karena mendengar jawaban Alan tadi.


" Anak jaman sekarang, di suruh nya hanya dua kata tapi jawaban nya sepanjang jalan tol yang panjang sekali". Gumam Mikha sambil membereskan piring kotor.


Mikha berencana setelah ini, ia akan berkunjung ke butik nya Ella.Ia ingin mengunjungi teman ngobrol nya dulu saat masih menetap di negara ini.

__ADS_1


Alan yang sudah sampai di depan rumah Lika, memutuskan untuk keluar dari mobil dan menuju ke depan pintu.Salah satu asisten rumah tangga di situ, melihat Alan langsung menyuruh nya masuk.Karena mereka sudah mengenal Alan yang merupakan sahabat dari Lika.


" Silahkan masuk den duduk di dalam saja, bibi panggil kan non Lika dulu ya". Sapa Art tersebut.


" Makasih Bi, tapi aku tunggunya di teras saja"Tolak Alan


Art tersebut hanya menganggukan kepala, dan masuk kedalam untuk memanggil Lika.Saat menuju ke kamar Lika, Ia berpapasan dengan Ella.


" Bi siapa yang datang"? tanya Ella


" oh itu bu teman nya non Lika". Sahut nya


" oiya bibi panggil Lika saja, biar tamu nya saya yang temani.Jangan lupa ya tolong buat kan minum, untuk tamu kita ya". Pinta Ella


Ella dan Lika tak pernah membedakan status seseorang.Mereka sangat menghargai orang di sekitar mereka, apapun status pekerjaan nya.


Apapun pekerjaan seseorang yang penting halal, tak ada seorang pun di dunia yang berhak menghinanya .Karena jodoh, pekerjaan dan kehidupan seseorang bukan kah sudah digariskan.Kita jangan melihat seseorang dari segi materinya saja, bukan kah harta di dunia hanya titipan saja.


Ella keluar dan menemui Alan, ia tersenyum dan menyapa pria tampan sahabat putrinya itu.


" Pagi Lan sudah lama kah"? Tanya Ella


Alan terkejut karena dari tadi ia sibuk dengan ponsel nya saja, memainkan game online.


" eh pagi juga tante maaf jika saya mengganggu pagi pagi". ucap Alan yang malu malu


" nggak papa nak lagian kamu nggak mengganggu juga kok". Sahut Ella


" Lika nya mana ya tante? soalnya saya mau menjemput nya untuk kerumah sakit". Tanya Alan


"Lagi di panggil bibi, mungkin dia masih molor". Ujar Ella


Alan hanya menggeleng kepala,ia berharap jika Lika sudah bangun dan bersiap diri.

__ADS_1


" Hah Lika nih gimana sih, semalam kan aku sudah janji bakalan anterin dia kerumah sakit" Gumam Alan dalam hati


__ADS_2