
HAI READER KU
JANGAN LUPA YA VOTE N KOMEN YA...
LIKE NYA JUGA DAN MAMPIR JUGA YA DI KARYA MIMA AH YANG LAIN...
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
lanjut***
" Syukurlah tak ketahuan, kalau tidak bisa di giring ke pos satpam nih". Ujar Alan yang lega karena sudah berhasil keluar dari rumahnya Lika.
Ia langsung masuk kedalam mobil dan pergi dari tempat tersebut. Sepanjang perjalanan ia hanya tersenyum, karena mengingat apa yang telah ia lakukan semalam.
Alan sebenarnya juga bingung dengan jalan pikiran nya, bisa bisanya menemui Lika. Dan nekat mengajak tidur bersama.
Tapi jangan lupa ya kalau keduanya hanya tidur, tak ada kegiatan lain lagi. Sebab baginya melakukan sesuatu dengan yang sah, rasanya akan berbeda.
Karena sudah halal, dan tak ada yang akan melarangnya. Jadi ia berjanji akan menjaga Lika, sampai saat ia sudah menghalalkan kan nya.
__ADS_1
Lika yang pagi ini senyum senyum sendiri, tak lepas dari penglihatan Bunda nya. Ella pun bingung sebenarnya apa yang terjadi kepada anaknya itu, sehingga bertingkah aneh pagi ini.
" Ka kamu kenapa, kok ceria sekali pagi ini. Apa ada kabar baik, atau apalah kasih tahu dong Bunda kepo nih"? Tanya Ella
Lika langsung berubah menjadi tegang, ia takut jangan sampai Bunda nya tahu jika Alan semalam menginap di kamarnya.
" Mati aku bisa bahaya nih, kalau sampai Bunda tahu. Lagian kamu juga bego banget sih Lika, bisa bisanya senyam senyum di depan Bunda". Lika merutuki Dirinya sendiri.
" Itu nggak ada apa apa kok Bun, lagian anaknya senyum bukannya senang malah tanyain yang aneh aneh ". Sahut Lika
" Idih bukannya terimakasih karena sudah di perhatikan, malah tambah gaspol ya sudah ayo sana mandi. Badanya masih bau ketek,malah sudah turun ke bawa".Ejek Ella
Lika pun langsung refleks, memegang ketiaknya.Wajah nya langsung kesal, karena ternyata ia hanya di kerjain Bunda nya.
Sesampainya di kamar, ia melihat ponsel nya ada panggilan tak terjawab dari Alan.Lika antara kesal atau senang, karena Alan selalu mengganggu nya.
" Nih orang nggak punya kerjaan apa gangguin terus, memangnya dia pikir hanya dia saja yang punya urusan. "Kesal Lika namun belum selesai berkata Alan kembali menelpon nya.
" Apa"? Tanya Lika ketus
"Lho Yang kok jawabnya seperti itu"? Tanya Alan balik
__ADS_1
" Iya kenapa telpon,perasaan baru sedetik tadi kan uda ketemu "? Tanya Lika dengan nada yang masih kesal.
"Aduh sayang kamu bisa nggak romantis sedikit,bukannya senang malah marah marah. Aku itu bingung lho sama kamu, nggak di hubungi salah nanti telpon terus juga salah maunya apa sih "? Tanya Alan yang juga ikutan kesal.
"Ya iyalah kamu salah, aku kan juga punya kegiatan lain. Masa harus meladeni kamu terus, dulu sama Jason saja nggak separah ini kok".Lika mengeluarkan uneg uneg nya
Namun seperti nya ia melupakan sesuatu,perkataan nya barusan bisa memicu pertengkaran antara dirinya dan Alan.
Alan yang tak terima perkataan Lika , langsung mengatakan hal yang sebenarnya tak ada dalam pikirannya sama sekali. Dan hal tersebut keluar secara spontan, dan mungkin keluar tanpa ia sadari.
" oh jadi kamu mau bandingkan aku sama Jason, asal kamu tahu ya aku adalah orang paling bodoh karena jatuh cinta dengan wanita seperti mu.Yang tak bisa move on dari mantan yang sudah mati, dasar wanita bar bar cempreng gesrek". Ujar Alan yang tak tahu jika Lika kini tengah duduk di lantai dengan berurai airmata.
Hatinya sakit karena Alan berbicara dengan tak mengerti perasaan nya, dan bahkan sampai menghinanya.
" Ok baiklah aku paham maksud mu, anggap saja jika kita tak saling kenal. Maafkan aku jika wanita bodoh seperti ku, sudah membuatmu jatuh cinta. Jangan pernah hubungi aku lagi, dan jangan muncul di hadapanku lagi"! Lika berbicara dengan suara yang parau karena berusaha agar tidak menangis.
Deg
Alan yang sebenarnya dari tadi sudah berada di kamarnya, langsung terkejut dengan perkataan Lika barusan. Bahkan kini Lika juga sudah mematikan panggilan tersebut, Alan terlihat frustasi. Dan kembali mencoba menghubungi Lika lagi, namun sayang ponselnya sudah tak aktif.
Dengan langkah yang lemas,Alan terduduk di samping ranjang. Mencerna setiap perkataan yang telah ia ucapkan, jika waktu bisa di ulang ia tak pernah mengucapkan kata tersebut.
__ADS_1
" Ya ampun Sayang maafin aku, ahh Alan kamu kok bisa sebodoh ini sampai mengeluarkan kata kata itu.Ahh bodohnya aku, padahal ia hanya membandingkan aku dengan Jason tapi kenapa aku langsung menghinanya tadi, memang Alan mulut mu tak berguna sama sekali ". Alan merutuki kebodohan yang telah ia lakukan.
Ia yakin Lika kini sudah pasti sangat kecewa padanya, karena sudah menghina dirinya. Ia bahkan sangat mengingat apa yang di katakan Lika, jika ia paling benci ada orang yang berani menyinggung harga dirinya