
hai hello guys...
Janganlah lupa dong like n Vote nya...
Lanjut ***
Alan hanya tersenyum menatap wajah kekasihnya ,yang sedang cemberut karena ulahnya tadi.Mungkin efek karena kesenangan jadinya ,melakukan sesuatu yang berlebihan.
" Kamu tuh ya,ngomongnya sembarangan saja kamu pikir aku tega apa sama kamu"? Sahut Alan sambil mengacak gemas rambut nya Lika.
" Ya iyalah habisnya kelakuannya kamu tuh, yang selalu bikin darah tinggi kumat.Ngomong nggak pake perasaan ,lebih baik kamu pake rok atau kebaya supaya cocok menjadi perempuan ". Kesal Lika
" Hoho sayang kamu salah besar ,biarpun mulut di bilang seperti perempuan tapi onderdil yang di bawah jangan kau tanya lagi". Sahut Alan bangga.
" Ishh mulut mesum nya memang, nggak pernah sadar tempat ". Sinis Lika
Sedangkan Alan hanya menggaruk kepala nya yang tak gatal.
Keduanya yang asyik mengobrol, tak sadar jika sekarang sedang duduk bersimpuh di bawah lantai. Memang keduanya cocok di sebut pasangan serasi, yaitu gesrek dan cempreng.
Alan yang melihat bibir merah tipis kekasih nya itu, tak bisa menahan godaan untuk ingin merasakannya.
Ia pun mendekatkan wajahnya ke wajah Lika, dan mulai merasakannya.Keduanya bahkan saling bertukar salivanya, dan saling mengecapi satu dan yang lain.
Bahkan keduanya seperti merasa bahwa dunia hanya milik keduanya,sedangkan yang lain cuma kontrak sha.
__ADS_1
ceklek..
Tita yang sudah terbiasa masuk tanpa memgetuk pintu,langsung terhenti melihat adegan yang di tampilkan oleh keduanya yang sedang di mabuk asmara.
" ahhhh maafkan aku ". Teriak Tita.
Alan dan Lika yang sedang kasmaran langsung terlojak kaget, saat mendengar teriakan dari Tita.
Wajah Lika memerah karena malu, sedangkan Alan terlihat biasa saja. Lagian mereka kan hanya berciuman, bukan melakukan wkwkwk.
Keduanya langsung bangun dari bersimpuh di lantai tadi, Lika menuju mejanya sedangkan Alan duduk di sofa yang berada di ruangan itu.Tita yang sudah terbiasa ceplas ceplos,langsung memberondong Lika dengan pertanyaan.
"ishh dokter mah tega, mataku sudah ternodai.lagian ini kan sudah jam untuk mengunjungi pasien,tapi malah asyikan disini.Terus abangnya lagi,tadi katanya lagi nungguin istrinya, eh malah selingkuh. Dasar ganteng tapi ganjen nya kelewatan, apa nggak puas sama istrinya ".Ujar Tita sambil menatap tajam kearah Alan.
" Heii jaga bicara kamu, yang bilang aku selingkuh siapa?Mana tadi ngatain aku ganjen lagi".Kesal Alan karena tak terima dengan tuduhan Tita.
"Ganteng ganteng tapi tukang bohong, malu kan kamu emang enak"? Ejek Tita
" Ngerti apa kamu soal selingkuh, anak masih bau minyak telon tapi paksa dewasa.Lagian Sayang kamu kok mau sih, punya asisten seperti ini"?Kesal Alan dan langsung menanyakan apa yang ada di pikirannya kepada Lika.
"Ehhh kamu ngapain panggil dokter Lika sayang, asal kamu tahu dia itu pacaran sama most wanted dokter disini.Kalau kamu nggak tahu, nggak masalah aku bakal kasih tahu namanya itu Adnan". Ujar Tita.
Lika yang mendengar perkataan Tita langsung membulatkan matanya, karena mengungkit hal yang ingin ia hindari. Apalagi tadi ia sempat bergandengan tangan dengan Adnan.
"Ahhh ni bocah mulutnya bocor banget sih, hah Lika siap mental kamu saja sebentar pasti bakalan kena amukan nih". Gumam Lika cemas.
__ADS_1
Sedangkan Alan langsung menatap tajam kearah Tita, karena sudah berani mengatakan jika Lika adalah kekasih nya dokter yang sok ganteng itu.
"Apa kamu bilang tadi coba di ulang sepertinya aku salah dengar "? Tanya Alan lagi
Tita yang mendapatkan tatapan dari Alan ,yang dari tadi berani langsung menciut nyalinya. Ia seperti merasakan aura dingin di ruangan itu ,membuat nya ingin pergi saja.Dan Tita juga merutuki kebodohan yang telah ia lakukan ,siap siap saja kena amukan Singa cemburu.
Lika yang melihat wajah Alan yang sudah seperti orang yang sedang marah besar ,langsung mendekati nya dan memeluk lengannya. Ia tak mau Alan memarahi Tita,sebab wajah gadis tersebut sangat ketakutan.
"Sayang sudah dong jangan marah nantu jelek tahu,oiya Tita kenalin ini pacarnya aku namanya Alan.Dia ini sahabat ku cintaku ,kalau kamu mau sama Adnan ya perjuangkan dia.Tapi aku sama dia tak ada hubungan apa apa,tolong jangan katakan sesuatu yang belum kamu tahu kebenarannya ". Ucap Lika
Mendengar perkataan Lika,hati Alan serasa berada di taman yang di penuhi oleh bunga bunga.Pria mana yang tak bahagia di akui kekasih oleh wanita yang kita cintai.Bahkan rasanya ingin berjingkrak kegirangan ,karena mendapatkan pengakuan.
Sedangkan Tita menjadi salah tingkah ,karena sudah salah sangka kepada Alan.Dan juga Lika yang menyuruhnya ,untuk memperjuangkan Adnan.
" Ah dokter siapa juga yang menyukai dokter Adnan"? ucap Tita malu malu.
" Huh hanya orang bodoh saja yang tak tahu arti tatapan kamu kedia". Sahut Lika
Tita hanya menggaruk kepalanya tak gatal ,lalu beralih menatap kearah Alan .
" Kak maafkan aku ya,tadi ngomong nya asal nyeplak saja tapi sudah nggak marah kan"? Ujar Tita meminta maaf .
" Hemm untung juga aku lagi senang sekarang ,kalau tidak sudah ku laporkan kepolisi.karena Tuduhan pencemaran nama baik,dan juga perbuatan yang tak menyenangkan ". Sinis Alan
" Ya elah Kak,masa ganteng ganteng tapi kasar sih ". Sahut Tita lemas
__ADS_1