
HAII READER KU TERSEYENG
AKU BALIK LAGI NIH..
LOPE U FULL...
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Lika jadi takut sendiri mendengar perkataan Yuli tadi,dirinya jadi merinding jika sampai hal itu benar terjadi.
Bukan masalah nikmatnya atau apalah,melainkan rasa sakit diawalnya itu yang menjadi bahan pemikirannya.
Walaupun dirinya seorang dojter tapi jika menyangkut hal beginian pasti ia akan menjadi parno sendiri.
Yuli yang melihat wajah cemas sahabat nya itu,hanya senyum senyum sendiri,ia sebenarnya merasa bersalah atas perkataannya tadi.
"Heii kamu kok kaya takut gitu sih,ayolah enak kok aku aja ketagihan jadinya," ujar Yuli yang mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Ishh siapa suruh tadi ngomongnya pake didramatisasi mungkin,akhirnya aku jadi takut kan." Sahut Lika yang wajahnya terlihat cemberut.
Alan mendekati istrinya yang terlihat sangat kesal,ia tak ingin malam pertamanya gagal hanya karena kekesalan Lika.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Alan penasaran.
"Bujuk tuh istri kamu yang lagi gelisah memikirkan sesuatu," Ledek Yuli menatap kearah Lika.
Alan melongo kearah istrinya,dirinya dibuat bingung dengan apa yang dikatakan Yuli barusan.Namun daripada penasaran tak berkesudahan,lebih baik menanyakan saja daripada penasaran terus.
"Yang,kamu lagi mikirin apa?" Tanya Alan penasaran.
"Ishh ini semua gara gara Yuli,jadinya suamiku jiwa keponya kambuh kan.Kalau begini terus kan harus jawab apa dong,nanti dikira malu maluin saja deh," gumam Lika dalam hati.
"Aku nggak papa kok,mungkin hanya kecapean saja jadi rada bengong jangan percaya omongan emak hamil yang satu itu soalnya pada ngelantur." Sahut Lika.
"Yakin hanya itu saja?" Tanya Alan memastikan.
"💯✌." begitulah tanda yang diucapkan Lika.
__ADS_1
"Kita pulang dulu ya,soalnya kasihan istriku kelelahan," pamit Dika sambil menggandeng tangan istrinya.
"Yah kok main pulang saja sih Ka,sedikit lagi dong," pinta Lika.
Yuli sebenarnya ingin tertawa geli melihat wajah memelas sobatnya itu,tapi ia tak ingin membuat Lika tambah membencinya.Maka diputuskan ia ingin membantu meyakinkan Lika,agar tak memasang wajah sendunya itu lagi.
"Iya aku capek banget lho,jadi pengen pulang terus tidur dipeluk suamiku pasti sangat menyenangkan." Yuli menimpali perkataan Dika barusan.
"Aku setuju lho Yang,kasihan ibu hamil tapi kita gangguin lebih baik kita nyicil juga biar jangan kalah dari mereka," goda Alan.
"Betul banget tuh bro," Dika menimpali.
"Ihh kalian sudah sana pergi jangan muncul dihadapanku lagi,daripada telingaku harus ternodai dengan obrolan yang sangat memalukan kalian," usir Lika yang sangat malu kali ini.
"Ayo Yang kita pulang,kebetulan tuan rumah udah ngusir jadi kita nggak perlu susah buat bujuknya," ajak Yuli sambil menggandeng tangan Dika.
"Selamat bekerja keras ya Bro ,ingat kalo mau belah duren usahakan matikan lampu karena aku kasihan melihat wajah malu malu tapi mau milik sahabatku ini," ejek Yuli sambil tersenyum menang melihat wajah kesal Milik Lika.
Dika dan Yuli tertawa senang,karena mereka merasa punya mainan sendiri saat melihat pasangan pengantin baru iya tampak malu malu.
__ADS_1
"Lho kalian kok masih disini ,ayo kekamar istirahat apa nggak capek?" Tanya Mikha yang heran karena melihat Alan dan Lika yang belum kembali kekamar mereka.
"Ehh iya Ma,ini otw." Sahut Alan yang sedikit terkejut.