
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Setelah Selesai sarapan Alan dan Lika langsung menuju kerumah sakit tempat Lika bekerja.Keduanya tampak berbincang yang tak jelas,membuat suasana tampak sangat hangat.
" Yang kalo kita nikah nanti kamu mau anak kita berapa?" Tanya Alan.
Lika menatap penuh keheranan kearah Alan,ia bingung dengan jalan pikiran kekasihnya itu.Eh salah bukan kekasih tapi calon suami tapi pertanyaanya seperti orang yang sudah malam pertama.
" Bikin adonannya saja belum sudah main tanya hasilnya ada ada saja kamu?" Ucap Lika.
" Hehe bukannya segala sesuatu harus direncanakan dari jauh jauh hari Yang,biar nanti saat nya jangan kasih kendor untuk bikin adonannya." Sahut Alan cengengesan.
" Tau ah gelap," Ketus Lika.
__ADS_1
" Eh kok malah ngambek sih Yang?" Tanya Alan bingung.
" Yang ngambek siapa sih,memangnya aku anak kecil yang sedikit sedikit pake ngambek?" Kesal Lika.
" Aissh tuh kan salah lagi?" Ujar Alan frustasi.
" Lebay deh loe bang," ejek Lika.
" Hemm tapi lebay begini kamu tetap cinta kan?" goda Alan.
" Gimana ya jawabnya habisnya bingung nih." Lika berbicara sambil menopang dagunya seperti tengah berpikir sesuatu.
"Kok bingung sih Yang padahal tinggal jawab doang?" Tanya Alan sambil mengeryitkan keningnya.
" Mau kubawa kehotel sekarang," ujar Alan geram karena melihat Lika yang sengaja mempermainkannya.
" Ngapain?" Tanya Lika heran.
" Bikin anak." ketus Alan.
" Dengan siapa bikinnya?" tanya Lika polos.
" Menurut kamu?" Tanya Alan balik.
" Nggak tahu aku nya,kan tadi kamu belum bilang." Sahut Lika dengan wajahnya yang tanpa dosa itu.
__ADS_1
" Ihhhh kamu tuh ya bikin gemas saja sih," ujar Alan gregetan sambil mencubit gemas hidung Lika.
"Awww Yang,ini sakit tau nggak sih kamu mau bikin copot atau gimana sih?" Kesal Lika.
" Siapa suruh gemesin banget hari ini," Sahut Alan.
" Terserah kamu saja." Kesal Lika sambil memanyunkan bibirnya.
Alan menjadi tak fokus menyetir lagi karena melihat bibir Lika yang begitu menggodanya. Ia pun langsung menghentikan mobilnya ,dan langsung menarik tengkuk kepalanya Lika.
Kini wajah keduanya sudah hanya berjarak sedikit saja,bahkan deru nafas mereka terasa sangat dekat sekali.
Lika bukan gadis polos yang tidak tahu apa yang ingin Alan lakukan,bukannya dirinya dulu pernah melakukannya dengan Jason..
eits jangan salah sangka hanya sebatas peluk dan cium doang ya,, aa bb nya Lika masih disegel gemboknya lagi hilang.
Lika langsung memejamkan mata dan melihat hal itu Alan tahu bahwa lampu hijau sudah menyala artinya gass..
Keduanya berciuman dengan sangat rakus sesekali menjedanya seraya menghirup udara,setelah dirasa cukup Keduanya saling berbelit dan bertukar Salivanya.
Keduanya kini sedang dimabuk ciuman mautnya ala ala oppa korea,bahkan tak menyadari jika kini sedang berada dipinggir jalan.Untung juga karena masih ada waktu untuk kerumah sakit ,kalau tidak Lika pasti telat nantinya.
Tidak lucu kan Alan yang tadi katanya mau jemput Lika pagi pagi,malah sudah menjadi satpam depan gerbang.Tapi malah telat mengantarkan Lika nya,apa kata dunia ini kali ya.
Lika yang kesadarannya mulai kembali,akhirnya menjauhkan wajahnya dari Alan dan menundukkan wajahnya karena malu.
__ADS_1