
Haii READER terseyeng
JANGAN lupa LIKE VOTE N KOMMEN NYA YA YA
Karena dukungan kamu semangat untuk ku
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Tepat pukul 5:00 pagi Lika membangun kan Alan, sebelum yang lain nya sudah terbangun. Dan bisa panjang urusan nya,kalau sampai Ella tahu bakalan kena amukan darinya.
"Sayang ayo bangun , nanti keburu semuanya bangun". Panggil Lika
Sedangkan Alan yang baru dapat tidur, malah menarik Lika agar kembali tidur. Ia tak sadar jika perbuatan nya, bisa menyebabkan masalah besar.
"Astaga nih orang tidur apa mati sih, kok di bangunkan sulit sekali ". Kesal Lika
Namun dokter cantik tersebut, belum menyerah ia masih coba dengan sekuat tenaga dan segenap jiwa untuk membangun kan Alan.
"Sayang bangun dong, ishh nanti kalau Bunda datang gimana? Awas ya kalau sampai aku di ceramah sama Bunda kamu bakalan ku habisi". Umpat Lika yang tak peduli Alan mendengar nya atau tidak.
Karena kesal dengan Alan yang susah untuk bangun,Lika langsung menjepit hidung Alan dengan kedua jarinya. Perbuatan nya tersebut menyebabkan Alan susah bernapas dan langsung bangun.
__ADS_1
Melihat hal tersebut,Lika langsung tersenyum penuh kemenangan. Karena ternyata usahanya tersebut tak sia sia,dan hasil nya sungguh memuaskan.
Sedangkan Alan menatap tajam kearah Lika dengan wajah yang mengantuk. Ia sangat kesal karena Lika membangunkan dirinya dengan cara yang keterlaluan.
Padahal ia mengharapkan di bangunkan dengan cara yang romantis seperti ciuman atau pelukan atau apapun itu.
"Sayang kamu kok tega sih,masa bangunin aku dengan penyiksaan. Apa tak ada cara yang lebih romantis sedikit,selain yang tadi kalau aku kehabisan napas gimana "?Alan merajuk
Sedangkan Lika hanya tersenyum, karena melihat penampilan Alan walaupun baru bangun tidur tapi sangat tampan.
Sementara itu Alan yang melihat jika kini Lika tengah menatap kearah nya, langsung mengecup keningnya. Yang mana membuat sang empunya langsung terkejut, pipinya pun memerah karena malu.
" Sayang kok malah diam sih, kamu tahu kan kamu cantik lho pagi ini aku suka". Ujar Alan yang coba menggombali Lika karena masih saja belum mau menatap kearahnya.
"Sudah ah pulang sana, kamu kok masih belum pergi sih nanti ketahuan Bunda kita di sidang baru kapok ". Usir Lika
" Iya aku bakalan pulang,tapi setelah kamu jelaskan kenapa tadi tutup hidung aku.Kamu tega lho Yang, nanti kalau aku kehabisan nafas gimana.memang nya kamu mau tanggung jawab kalau aku kenapa napa"? Tanya Alan yang wajahnya dibuat seimut mungkin.
""Ishhh jangan sok imut, jelek tau nggak bikin sakit mata.Sudah sana pulang, sebelum ku hajar nanti". Ancam Lika sambil menunjukkan sebuah bogem mentah kearah Alan.
Yang mana bukannya Alan takut, ia malah menarik Lika agar duduk di pangkuan nya.Lika sebenarnya ingin berontak, namun apa daya kekuatan Alan yang sangat besar.
" Di jawab atau ku cium sekarang juga". Titah Alan dengan tatapan datar dan Dingin.
__ADS_1
Lika pun dengan paksa ,berusaha menelan saliva nya.Dengan melihat wajah Alan kini, ia yakin jika kekasih nya itu sedang kesal kepadanya.
" Kamu tuh ya kenapa sih maksa banget, ok lah aku bakalan ngomong sekarang biar kamu puas.Iya tadi aku mau bunuh kamu, soalnya susah sekali di bangunkan seperti kebo tau nggak. Padahal sudah aku sayang sayang, sudah aku elus elus eh ini malah tambah teler". Sahut Lika santai
" Sayang kamu tega ya sampai mau bunuh aku"? Tanya Alan serius
Lika mencebikan bibirnya, sebab sikap Alan terlalu menampilkan drama yang terlalu lebay.
" Sudah puas kan dengar nya, jadi gimana mau pulang atau nggak hemm". Tanya Lika ketus
" hehe baiklah kalau kamu paksa, aku bakalan ketemu Bunda buat minta izin supaya di ijinkan menikahi anak nya ". Alan sengaja ingin menggoda Lika.
Dan alhasil Alan pun berhasil dan langsung mendapatkan hadiah sebuah pukulan di lengannya.
" Ngomongnya tuh seenaknya saja, di suruh pulang malah jawabannya belok semua nggak ada yang benar. Kalau sampai kita ketahuan Bunda, aku nggak akan mau ketemu lagi sama kamu". Ancam Lika
" Ya itu mah perkara mudah bagi seorang Alan Andrew , tinggal panjat jendela lagi lah begitu aja kok repot ".Sahut Alan enteng.
" Menurut kamu aku orang bodoh apa, ya aku pindah kamar tidur sama Bunda. Memangnya kamu berani melakukan itu"? Tanya Lika sambil tersenyum mengejek
Alan hanya pasrah, memang kekasih nya ini sulit sekali untuk mengalah. Bahkan jika Alan tak diam, maka perdebatan itu akan terus berlanjut.
" Ya sudah Sayang, aku pulang dulu ya.Nanti titip pesan ke Bunda ya, kalau tidur di peluk putri nya sangat empuk ". Ujar Alan sambil menaik turunkan Alisnya dan menuju ke jendela.
Sedangkan Lika yang paham maksud Alan, langsung menyilangkan tangan di dadanya.
" Dasar mesum". Kesal Lika
__ADS_1
Sedangkan Alan hanya tersenyum senang, karena berhasil mengerjai Lika.Dan ia kini sudah berhasil keluar dari kamar Lika melalaui jendela, dan kini sedang menuju ke mobil nya yang sengaja di taruh tepat di samping gerbang.
Setelah berhasil keluar dan masuk kedalam mobil, Alan langsung mengelus dadanya.