
HAII READERKU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Alan dan Lika kini sudah berada didalam kamar mereka,Lika yang terlihat canggung berbeda dengan Alan yang terlihat biasa saja.
Karena ia mengenal Lika bukan hanya satu atau dua tahun saja,melainkan sejak masih memakai seragam putih biru.Ia mungkin dulu tidak terlalu cocok dengannya,maklumlah gesrek ketemu cempreng ya so pasti heboh.
Namun sekarang keduanya telah dipersatukan oleh ikatan pernikahan,tak kan ada kata dua melainkan satu.Keduanya kini harus mulai belajar untuk saling menghargai,dan tak mengedepankan ego.
"Sayang kamu mandi lebih dulu deh baru aku," ujar Lika.
"Kita mandi bareng saja biar cepat," ajak Alan modus terselubung.
"Ogah,kamu yang lebih dulu saja aku masih membersihkan sisa make up ini,daripada kamu nungguin mending lebih dulu saja." Sahut Lika.
__ADS_1
"ya sudah aku duluan tapi nanti lain kali jangan harap kamu bisa bebas," ujar Alan sambil mengecup kening istrinya itu.
Saat Alan berada dalam kamar mandi,Lika memegang dadanya yang kembang kempis karena perbuatan Alan tadi.
"Tuh orang main nyosor saja,nggak tahu apa kalau jantung aku lagi ajep ajep," gumam Lika.
Namun terkadang ia juga merasa terbang melayang,ketika Alan memperlakukannya secara romantis.
author iri bos
Lika yang berada didalam kamar sesekali memandang kearah pintu kamar mandi,ia hanya memegang dadanya untuk tetap netral.
"Oh Tuhan,haruskah malam ini terjadi belah duren tanpa memakai pisau," gumam Lika pelan.
Ceklek
Keluarlah sosok pria tampan yang hanya memakai handuk sebatas pinggang,bodynya sungguh membuat air liur tiris.
"Ayo Yang,giliran kamu sekarang," perintah Alan.
"Eh iya." Sahut Lika gugup dan buru buru langsung masuk kedalam kamar mandi.
Alan hanya menggelengkan kepalanya,melihat tingkah malu malu kucing istrinya itu.
"Sungguh sangat menggemaskan," ucap Alan.
__ADS_1
Lika yang memang tipe cewek mandi istilahnya 2 menit masuk 3 menit mandi 5 menit keluar.
Saat dirinya keluar ia juga hanya menggunakan handuk,maklumlah kebiasaan yang masih mengganggap dirinya single.
"Lho kamu kok belum memakai pakaian?" Tanya Lika yang heran karena Alan masih menggunakan handuk.
"Nggak usah karena nanti juga bakal dibuka lagi." Sahut Alan.
"hemm terserah,tapi aku mau pake pakaian dulu takut masuk angin," ujar Lika lalu menuju kelemari pakaiannya.
"Stop Yang,masa aku begini kamunya mau pake pakaian nanti kalau begitu aku duetnya bareng siapa?" Alan tak ingin Lika menunda pertempuran mereka.
"Terus?" Tanya Lika yang masih mencoba untuk dodol.
Taraaa
Alan langsung membuka handuknya tanpa ba bi bu lagi,tak ada juga namanya pendekatan skin to skin dulu main langsung tancap gas.
"Oh Tuhan,terjadilah menurut perkataanmu,
Alan langsung menghampiri istrinya yang hanya berdiri mematung,sambil memegang ujung handuknya erat.Alan memeluk tubuh istri tercintanya,yang sangat pas didalam pelukannya.
"Aku tahu kamu kaget,tapi maaf jangan menundanya karena aku udah nggak tahan," Pinta Alan sambil berbisik ditelinganya Lika.
Tangan Alan perlahan sambil menarik tangan Lika yang sedari tadi memegang handuknya,seperti orang yang lagi tarik tambang kalau dilepas artinya kalah.
__ADS_1