
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT...
" Jadi bagaimana nona Lika yang cantik, apa sudah lega hati nya. Karena mengikhlas kan itu sangat indah, dan tak kan mungkin tergantikan ". Tanya Alan
" Iya iya aku ikhlas lahir batin,maafin aku ya sayang jika selama ini marah sama kamu. Aku nggak pernah datang nengokin kamu, bahkan terkesan menjauhi. Kamu baik baik ya di sana, doaku selalu menyertai kamu, doakan Ku bahagia di sini ". ujar Lika
Hati Alan sebenarnya sakit, karena mendengar Lika memanggil sayang pada Jason .Namun apa mau di kata, bukan kah Lika adalah tunangan nya Jason dan ia bukan siapa siapa.
" Huft kenapa sesakit ini, mendengar ia memanggil orang lain dengan kata sayang. Sadar Alan kalau kamu itu hanya SAHABAT tak lebih, ah nasib jadi jones". Gumam Alan dalam hati
" Ayo Lan kita pulang yuk, keburu sore nanti semua penghuni disini bangun kan bisa berabe". Ajak Lika sambil menggoda Alan.
Alan mendengus kesal, pasalnya Lika suka sekali menggoda nya dan tak kan pernah berhenti sampai ia puas.
" Sampe kamu ngomong gitu lagi, akan ku cium kamu biar nggak ngomong lagi". Ancam Alan sambil menatap tajam kearah Lika
__ADS_1
Merasa di tatap seperti itu, membuat nyali Lika langsung menciut.Ia sangat paham dengan ekspresi Alan kali ini,itu artinya ia sangat marah kali ini.
Lika pun berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Alan, sebelum kata kata Alan menjadi kenyataan.
" Sumpah tobat aku beneran tobat deh, melihat cara marah Alan sudah seperti teman nongkrong nya hitler". Gumam Lika dan langsung masuk kedalam mobil.
Semua perbuatan Lika tadi tak luput dari pengamatan Alan, ia hanya senyum bungkus saja melihat wajah cemas nya Lika.Padahal ia hanya menggertak saja, tapi jika Lika berpikir begitu tak ada salah nya mencoba.
Saat dalam mobil Alan yang masih memasang wajah datar, melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan Lika bingung ia harus mulai bicara dari mana; sebab ia merasa canggung jika tak ada pembicaraan sama sekali.
" Ya ampun Lan, sumpah deh wajah kamu tuh ya, menyeramkan tau nggak kalau diam". Batin Lika
" Kenapa diam sis, tadi aja nyerocos kaya air terjun.sekarang kok malah diam, masih kangen sama mantan". Sindir Alan
Lika yang mendengar perkataan Alan,mengeryitkan keningnya bingung. Apa maksud dari perkataan Alan tadi, dan mengapa ia sampai bisa punya pikiran seperti itu.
" Kok Kamu nggak ngerti sih, katanya dokter tapi kok masih bego.kamu jadi dokter hasil sogok ya". Sahut Alan
Lika tersulut emosi, Sebab Alan sampai bisa punya pikiran seperti itu. padahal dia tahu bagai mana perjuangan Lika, untuk menjadi seorang dokter.
"stop aku mau turun ".Teriak Lika dengan nafas yang turun naik, ia bahkan berkali kali mengangkat wajah nya ke atas. Untuk menahan air matanya yang mau keluar, ia bahkan meremas baju yang dipakai nya.
" Kamu kok teriak sih, tadi saat ketemu mantan panggil nya sayang.eh giliran sama aku, di ejek di kerjain". ujar Alan ketus.
" ini yang buat aku paling benci dengan yang namanya sahabat rasa cinta ". Sahut Lika
__ADS_1
"terserah kamu mau ngomong apa, aku nggak peduli ". Sahut Alan
" Turunkan aku sekarang,atau aku loncat. Aku nggak mau ketemu kamu lagi, ini yang kamu janji bakalan selalu ada untuk ku, Bullshit". ujar Lika sinis.
deg
perkataan Lika tadi begitu menusuk dada Alan, ia juga tak percaya apa yang baru ia lakukan. Bahkan dengan sengaja ia menyakiti hati lika, wanita pemilik hati nya itu.
" mm Sayang maafin aku ya,tadi aku cemburu dengar kamu panggil Jason sayang.sedangkan aku kamu panggil gesrek lha, Alan atau kamu atau apalah itu.Hatiku kan sakit, ". Ujar Alan
Lika yang sudah terlanjur kesal, dan tak bisa lagi menahan nya.air matanya lolos begitu saja, ia bahkan menutup seluruh wajah nya dengan kedua telapak tangannya.
" Bisa tidak saat mengatakan sesuatu, selalu memikirkan perasaan orang dahulu. Kamu tega Lan, dulu sama Yuli saja aku tak pernah dengar kamu menghina harga dirinya. Aku mohon turun kan aku sekarang, aku tak ingin melihat wajah kamu, dan jangan pernah menemui ku lagi". Tegas Lika dan tak ingin di bantah.
Alan merutuki kebodohan yang telah ia lakukan, kini jalan untuk mendekati Lika akan semakin sulit.Bahkan tak tahu lagi, mungkinkah Lika dengan mudah memaafkannya atau tidak.
" Alan bodoh apa yang telah kau lakukan, potong buang saja mulut mu itu.Supaya tak usah bicara lagi, bodoh". Umpat Alan memaki dirinya.
" Stop mobil nya sekarang ". teriak lika sampai urat leher nya pun terlihat tegang.
" Ka plis ijinkan aku antar sampai di rumah kamu ya plis, aku nggak bakalan tenang kalau belum memastikan kamu sampai dengan selamat ". Pinta Alan memelas
" Jangan sok peduli padaku, memangnya aku siapa kamu hah". Bentak Lika
Alan langsung terdiam, karena perkataan Lika sangat benar.Ia bukan siapa siapa nya Lika, dan kini di benci pula oleh nya.
__ADS_1
kini ia kembali menyetir, tanpa peduli dengan makian yang Lika lakukan. Toh memang pantas ia mendapatkan nya, dan yang terpenting Lika tak mungkin keluar dari mobil yang sudah ia kunci.
Lika yang sudah lelah, karena tak kunjung di respon oleh Alan memilih diam.Karena mustahil Alan mengabulkan permintaannya, ia sangat tahu betul sifat sahabat nya itu.