
HAI READER KU TERSEYENG...
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS..
LANJUT...
Alan langsung menuju ke apartemen nya, sekedar untuk mengistirahatkan tubuhnya. karena Alan ingin lika mengantarnya ke makam Jason.
" gimana ya, kabar cempreng tercinta ku ya, kira kira dokter sok cakep itu sengaja curi kesempatan untuk deketin dia tidak ya". Gumam Alan yang memikirkan Lika sekarang.
Namun ia tak mau berburuk sangka, bukan kah Lika adalah adalah gadis yang baik.Ia tak mungkin melakukan sesuatu yang di luar norma agama.
Alan pun tak lama sampai di rumahnya, dan langsung masuk dalam kamar nya.Dan langsung tidur, namun sebelum nya ia sudah memasang alarm.Agar ia tak terlambat bangun dan membuat Lika akan mengamuk.
sedangkan di rumah sakit Lika sedang duduk memeriksa berkas tentang pasien nya.karena sedikit lagi adalah waktu makan siang,jadi ia ingin segera selesai supaya ia bisa cepat istirahat.
Namun tiba tiba ia di kejutkan dengan kedatangan tita asistennya.Suara tita sebenarnya sebelas dua belas dengan suara Lika.
" Hai dokter syantik ku, udah selesai belum, kita keluar makan yuk ". Ajak Tita dengan suara cempreng nya
" Astaga tita suara kamu tuh ya, bisa ngalahin sirine kereta tau nggak "? kesal Lika
" Ihh dokter mah tega, suara aku semerdu gini juga, kok malah di katakan seperti sirine ".Sahut Tita lemas
" Ya iyalah jadi orang kan harus jujur, bohong itu dosa tahu ". Ujar lika datar.
"hemm iya deh aku ngalah demi anda, yang tercantik dan termanis tiada dua nya di dunia ini".ucap tita mengalah..
" Nah gitu dong, lihat nya kan jadi gimana gitu". Ujar Lika
" Jadi gimana jadikan kita ke kantin, soalnya kampung tengah ku sudah minta tolong nih"? Tanya Tita.
__ADS_1
" Boleh tapi tunggu sedikit ya, soalnya ada yang masih aku kerjain nih".Sahut lika
" iya deh aku tunggu di sofa itu saja, daripada aku berdiri sampai lumutan".Ucap Tita
" Hem ya sudahlah, tinggal sedikit saja kok ".Lika pun langsung mengerjakan berkas yang tersisa.
Setelah beberapa menit kemudian ,pekerjaan itupun beres. dan lika langsung mengajak Tita ke kantin.
" Ayo Ta, kita jalan ".Ajak Lika
"Ayo".Sahut Tita singkat.
kini keduanya telah berada di kantin rumah sakit dan tengah menunggu pesanan mereka.Dokter Adnan yang sedang di kantin juga melihat lika dan Tita, langsung menghampiri keduanya.
" haiii cantik aku boleh gabung nggak, soalnya makan sendiri itu sangat tak enak ".Tanya Adnan
" oh boleh dong , malah aku senang jika dokter duduk disini biar napsu makan ku bertambah ". Sahut Tita
" emm Ka gimana boleh nggak "? Tanya Adnan ke Lika
Sebenarnya Lika tak nyaman jika Adnan duduk disitu, namun ia melihat Tita yang semangat akhirnya ia terpaksa menyetujui.
Adnan pun tersenyum senang kapan lagi ia bisa duduk bareng pujaan hati.
" Mm dokter Lika pesan apa tadi "? Tanya Adnan basa basi.
" Dokter mau aku pesankan ya, boleh kok malah dengan senang hati".Tita langsung memotong pembicaraan sebelum Lika menjawabnya.
" Astaga nih orang tinggal nyosor saja, ditanya siapa yang jawab siapa ". Gumam Adnan dalam hati.
" Jadi gimana dok jadi nggak aku pesankan "? Tanya Tita masih berharap.
Dengan terpaksa Adnan menganggukan kepala nya ia tak ingin membuat Tita kecewa.
Saat Tita memesan makanan untuk dokter Adnan, ia menggunakan kesempatan untuk mengajak Lika berbicara.sebab dari tadi Lika hanya sibuk dengan ponselnya saja.
" Gimana kerjaan hari ini, lancar"? Tanya Adnan
__ADS_1
" Hem seperti biasanya lancar tanpa kendala ".Sahut Lika
"oh syukurlah kalau begitu,gimana kalau sebentar aku yang anterin pulang ".Tawar Adnan
"ngobrolin apa sih serius amat,aku kepo nih ".Tanya Tita tiba tiba yang membuat Adnan mendengus kesal.
" nggak ngomongin yang penting kok, nah tuh makanan nya sudah datang.Diam jangan banyak bicara lagi,soalnya aku sedikit lagi mau pulang ".Perintah Lika serius tanpa menoleh kearah Adnan yang sedang menatap penuh harap padanya.
" Huft susahnya minta ampun hanya untuk mendapat kan hati kamu, apakah aku memang tak pantas mendapatkan hatimu ".gumam Adnan menatap sendu kearah Lika.
Ketiganya makan dengan tak bersuara, sedangkan Tita selalu mencuri pandang kearah Adnan.Yang di tatap malah tak peduli, Adnan sibuk memikirkan Lika yang sangat sulit untuk dijangkau nya.
Setelah selesai makan, Lika ingin meninggalkan tempat tersebut karena ia sudah merasa sangat tak nyaman .
" Aku duluan ya, soalnya masih ada urusan, dan tak ingin terlambat ". Pamit Lika
" ihh dokter kok tega sih, ninggalin aku sendiri. memangnya keperluan apa ya, pasti ketemuan sama si tampan yang membahana itu".Goda Tita
" maksudnya si tampan siapa sih"? Tanya Adnan yang sedang menatap kearah Lika
" Haha Dokter kepo ya, aku nggak kenal orang nya kok. Jadi tanya sama dokter Lika saja ya". Sahut Tita
Lika menatap tajam ke arah Tita ,yang mulut nya tak bisa di jaga.
" Huft nih orang kok, udah bisa ngalahin pembawa acara gosip nih". gumam Lika dalam hati.
" udah ah, aku lagi nggak mau ngebahas itu, jadi Dokter Adnan aku permisi dulu ya". Pamit Lika langsung keruangan nya, tanpa peduli dengan panggilan dari Tita.
Adnan yang masih penasaran, langsung menanyakan ke Tita maksud dari ucapan nya tadi.
" Kamu bisa jelasin ke saya, apa maksud perkataan kamu tadi "? Tanya Adnan
" Aku nggak terlalu tahu, karena Dokter Lika tak pernah mau ngomong. Hanya aku pernah lihat Dokter Lika pelukan sama cowok di parkiran".Jawab Tita
" Aku bisa minta tolong, kamu cari tahu siapa pria yang bersama dokter Lika "? Tanya Adnan
Tita sebenernya merasa sakit hati, karena sepertinya Adnan sedang cemburu. Dan ia Yakin jika Adnan menyukai Lika.
__ADS_1
" Maaf dokter aku tak bisa, aku takut dokter Lika akan marah karena sudah mencampuri urusan pribadinya.