SAHABAT KU CINTAKU

SAHABAT KU CINTAKU
episode 57


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT***


Adnan memang pria yang tak bisa ditebak dengan jalan pikirannya ,karena meskipun hatinya sakit melihat Lika bermesraan dengan Alan tapi jiwa keponya masih harus diobati.


"Aku dan Lika akan menikah minggu depan jadinya harus cuti karena harus mempersiapkan segala sesuatunya." Sahut Alan sambil menggenggam mesra tangan Lika.


Adnan merasakan jantungnya kini seakan hendak loncat keluar,dadanya bergemuruh hebat ketika mendengar perkataan Alan tadi.


Mempunyai karir bagus wajah tampan tak menjamin jodohnya akan semulus itu semua.Karena semuanya sudah diatur yang kuasa kita manusia tinggal berusaha.

__ADS_1


"Wah kalian memang pasangan yang serasi,sungguh aku bakal menunggu perwujutan kolaborasi kalian," puji Tita.


"Apanya yang serasi yang ada merusak pemandangan," gerutu Adnan dalam hati.


"Apa anda mengatakan sesuatu dokter Adnan?" Tanya Alan sengaja menggoda Adnan karena wajah tak bersahabat pria tersebut.


"Oh itu saya harus keruangan saya karena ada berkas yang harus saya periksa." Adnan berkilah agar bisa segera menjauh dari tempat tersebut.


"Ihh dokter nih gimana sih orang masih pagi juga tapi sok sibuk,ayolah kita kekantin bareng dokter Lika dan calon suaminya.Hitung hitung kan perpisahan yang mengesankan ,dan mungkin siapa tahu kita bisa kasih ide soal pernikahan mereka," ajak Tita.


"Ogah,ide pernikahan yang ada diotak ku hanya untuk pernikahan Lika denganku bukan dengan sicowok pebinor ini," umpat Adnan kesal.


"Aku nggak bisa nanti kapan kapan saja deh," tolak Adnan lalu berlalu dari situ tak ingin lama lama berada disitu.


"Ya sudah tinggal dideketin pasti bakal langsung meleleh," saran Lika.


"Haha ide bagus itu sepertinya harus dicoba." Sahut Tita.


"Ya ampun Yang tuh kan gara gara kebanyakan ngobrol aku lupa kan buat ambil barang dalam ruanganku." ketus Lika.


"Hehe iya juga ya kita malah berdiri disini." Alan menimpali.

__ADS_1


"Ya artinya aku bakal sendirian disini dong," lirih Tita.


"Kata siapa kamu kan bisa menyusul dokter Adnan di ruangannya." Sahut Lika.


"Aish yang ada nanti aku bakal didepak dari ruangannya," ujar Tita.


Alan dan Lika hanya tertawa kecil melihat wajah cemberut milik Tita,karena memang selama ini suster muda tersebut menjadi asistennya Lika.Berhubung Lika sedang cuti menikah ,jadinya ia bingung nanti bakal dijadikan asisten nya siapa.


"Ayo Sayang kita masuk kedalam ruangannya kamu sekarang ,karena kita harus pergi kekafe selanjutnya mengurus yang lain," ajak Alan sambil menarik tangan Lika.


"Kapok kan kamu jadinya keteteran nggak?, makanya kalau rencanakan sesuatu harus dipikirkan dahulu." Kesal Lika.


Setelah Selesai membereskan ruangannya keduanya lalu menuju kemeja resepsionis untuk menyerahkan surat cutinya Lika.Kemudian keduanya pulang untuk menuju kekafe milik Alan.


"Aku udah nggak sabar pengen nikahin kamu," ujar Alan sesaat setelah keduanya sudah berada dalam mobil.


"Emangnya hal apaan sih yang bikin kamu nggak sabar?" Tanya Lika penasaran.


"Semuanya mulai dari pengen diurusin kamu mulai dari makan,minum dan segala keperluan yang lainya." Sahut Alan antusias.


"Oh jadi kamu itu cari istri merangkap pembantu?" Tanya Lika sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Eh salah mana ada seperti itu pembantu tapi ditiduri majikannya." Alan berkilah.


"Heh bisa saja kasih alasannya," sinis Lika.


__ADS_2