
Halo guys cerita ini ini sebenarnya harus sudah tamat dari episode 60, karena cerita ini sebenarnya fokusnya pada hubungan Lika sama Alan.
karena kalau untuk anak-anak Lika dan Alan, serta Yuli dan Dika itu semuanya sudah tertulis di novel Mima ah yang lain yaitu mencintaimu dalam diam.
Bagaimana perjuangan anak Dika dan Yuli untuk mendapatkan hati anak Alan dan Lika semua sudah terangkum di sana, jadi setelah Lika melahirkan kan otomatis cerita ini tamat.
LANJUT ***
Beberapa hari kemudian
Lika yang baru bangun merasakan perutnya begitu tidak nyaman, jangan lupakan cairan kental yang keluar lewat jalan lahir.
" Astaga ini Alan di mana sih, perut aku udah nggak nyaman banget nih? "gerutu Lika dengan wajahnya yang penuh keringat karena menahan sakit.
Alan yang sedang menyiapkan sarapan untuk istrinya, tidak menyadari jika Lika di kamar sedang menahan kesakitan yang luar biasa.
" Mas kamu di mana ini sakit banget loh?" teriak Lika membuat Alan yang sedang menggoreng nasi langsung menghentikan kegiatannya itu.
setelah mematikan kompor tanpa tedeng Aling langsung berlari menuju ke kamar, dirinya begitu panik karena Lika tidak biasanya begitu selama ini.
" Astaga kamu kenapa sayang, Oh my God darah gimana dong ini aku bingung?" ujar Alan panik bukannya menolong Lika membawanya ke mobil dirinya malah berjalan layaknya setrikaan di dalam kamar itu sambil mengacak rambutnya frustasi.
sedangkan Lika meringis kesakitan sambil memegang perutnya yang terasa begitu kram, Alan terkena serangan panik membuat dirinya bingung harus berpikir apa.
Lika yang sudah menahan sakit bertambah emosi dengan sikap cengok suaminya itu, ia Mencoba Berdiri sekuat tenaga lalu mengambil hair dryer di meja dan melempar bahu Alan membuat sang empunya terlonjak karena kaget.
" Lho kok kamu lempar aku pakai hairdryer sih, tahu tidak aku lagi panik kenapa kamu jadi Barbar gini?" tanya Alan tak terima.
" Hei bego Aku itu lagi sakit mau melahirkan bukannya membantuku mau melakukan apa, kok mondar-mandir kaya setrikaan Pusing aku lihatnya!" Ketus Lika kesal.
" Astaga ampunilah Maafkan suamimu ini sayang aku lupa, terus kalau kamu mau melahirkan Aku harus apa?" tanya Alan yang terlihat seperti orang bego membuat Lika bertambah emosi.
" Ya Tuhan kenapa aku bisa menikahi orang sebodoh seperti kamu ini, hanya tahu bikinnya doang tapi hasilnya tidak tahu apa-apa?" sungut Lika lalu memilih untuk berjalan tertatih ke arah luar kamar Sedangkan Alan mengikutinya seperti orang bodoh.
Lika yang mendengar langkah kaki Alan mengikutinya menoleh ke arah belakang dan bertambah kesal lagi, Bagaimana tidak sudah tahu dirinya mau melahirkan Kok bisa bisanya pria itu berjalan Lenggang tanpa membawa persiapan apa-apa.
" Hei kamu ambil tas yang di samping tempat tidur itu pakaiannya adek bayi, masa iya aku mau melahirkan terus tidak pakai apa-apa? Kenapa sih jadi hari ini otak kamu jadi Bodoh begini, nanti Lain kali kalau aku mau melahirkan lagi Bakalan ku cari suami yang baru yang lebih pintar yang tidak aneh-aneh kayak kamu!" sungut Lika membuat Alan segera berlari kearah kamar dan mengambil tas yang berada di situ setelah itu ia hanya mengingat ponselnya saja dan berlari keluar kembali.
" Kenapa kamu ambil hanya ponsel kamu saja terus ponselku gimana, hubungi Yuli pakai apa Bisa tidak kamu berfungsi hanya untuk hari ini saja nanti besok kalau mau bego suka suka kamu deh?" sungut Lika yang entah mengapa dirinya hari ini benar-benar kesal dengan Alan yang tidak mendukung dengan keadaan tubuhnya yang sedang kesakitan.
__ADS_1
kini Lika dan Alan sudah berada dalam mobil Lika duduk di belakang sedangkan Alan duduk di belakang kemudi, hanya yang menjadi sumber kekesalan Lika lagi adalah dari tadi jalan duduk di belakang kemudi tapi tidak jalan-jalan mobilnya.
" Kamu tahu tidak aku ini mau melahirkan, bukannya bawa mobil supaya kita cepat sampai ke rumah sakit tapi kamu malah duduk Bengong di situ maunya kamu itu apa?" tanya Lika sambil berteriak.
Alan terlihat mengeluarkan keringat dingin di sekujur tubuhnya, entah apa yang ada dalam pikiran pria tampan itu hanya dia dan Tuhan yang tahu.
" aku lupa kunci mobilnya Di mana?" sahut Alan pelan tanpa dosa membuat Lika ingin sekali menerjang pria itu dan menggantikan posisinya yang ingin melahirkan.
" Oh Tuhan tolonglah lapangkan sabarku, sebelum ku telan manusia satu ini hidup-hidup! woi kunci mobil sekarang ada di tangan kamu, kamu sadar tidak apa yang kamu pegang itu adalah benda yang kamu cari?" Lika benar-benar terkuras emosinya jika memang author menghendaki biarkan wanita itu melahirkan di mobil.
Alan menepuk jidatnya karena merasa menjadi orang yang paling unik sejagat, sungguh serangan panik yang dialami Alan sangat mengguncang kejiwaan Lika sekarang.
" Ya sudah kasih masuk kuncinya terus starter mobilnya kita jalan, Kamu ini kenapa sih Ya Tuhan perutku sakit banget lagi!" Lika benar-benar frustasi dan diuji kesabarannya untuk juga kesabarannya lagi melebihi level 100 Coba kalau level 10 saja mungkin saja Alan kali ini menjadi pasien kesekian kalinya masuk IGD tanpa diminta karena dengan sukarela nya datang.
" Iya Iya Sayang ayo kita jalan, rumah sakitnya hadiwinata kan? Iya benar ke rumah sakitnya hadiwinata ketemu sama dokter Yuli hadiwinata, karena dia kan dokter yang menangani kamu!" jelas Alan tanpa diminta oleh Lika sedikitpun.
" Woi aku nggak nanya mau melahirkan di mana Yang penting sekarang bawa mobil biar kita jalan, kalau kamu mau Jelaskan dokter siapa pergi ke pinggir jalan jadi tukang parkir terus koar-koar kaya orang pendemo!" Ketus Lika Yang entar posisinya sekarang dalam mobil sudah berbentuk apa tidak lama kaki ke depan tidak lama ditekuk tidak lama ditarik kesamping tidak lama berdiri tidaklah memegang sandaran tempat duduk pokoknya sempurna deh.
Allan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, entah apa yang dipikirkannya yang penting Intinya satu istrinya bisa segera masuk ke dalam ruang bersalin.
Lika yang masih merasakan kesakitan yang di ambang batas, Masih sempat berpikiran jernih dan menelpon Yuli agar Stay di rumah sakit menunggu dirinya.
" kamu ke rumah sakit sekarang aku mau melahirkan!" sahur Lika kasar.
" lho Kamu yang nelpon Alan nya mana?" tanya Yuli heran.
" otaknya lagi pindah ke Mars, belum kembali lagi jadi orangnya masih setengah pikun setengah sadar!" Ketus Lika lalu mematikan panggilan itu karena menjadi kesal dengan Yuli yang terlalu banyak bertanya.
Yuli yang sedang sarapan langsung menghentikan kegiatannya itu dan berlari menuju ke kamar, Dika dan Davin menatap heran kearah wanita paling cantik di rumah mereka itu.
" Mama kenapa papa, kok jalannya buru-buru?" tanya Davin heran.
Dika menatap ke arah anaknya yang berumur menjelang 4 tahun itu, ia mengusap kepala putranya itu lalu sambil tersenyum.
" Mama Lika mau melahirkan kayaknya, jadi Mama buru-buru mau ke sana!" sahut Dika sambil tersenyum.
" ayo kita ikut kesana Pah, soalnya Avin mau lihat anaknya Mama sama Papa karena dia kan calon istrinya Davin!" ajak Davin sambil tersenyum.
" Ya sudah kamu selesaikan makannya terus kita nyusul Mama takutnya telat, Kamu tahu kan teriakan mautnya Mama Lika?" tanya jika sambil tersenyum membuat Davin pun ikutan tertawa.
__ADS_1
" tapi nanti anaknya cantik lho Pak!" ujar Davin dengan wajah polosnya membuat Dika geleng kepala karena anak sekecil itu sudah berpikiran tentang sebuah hubungan.
Skip...
kini mereka semua sudah berada di depan ruang bersalin, menunggu seorang wanita yang sedang berjuang antara hidup dan mati melahirkan seorang bayi cantik ke dunia.
Jangan tanyakan gimana penampilan Alan kini, sudah rambutnya dijambak habis-habisan oleh Lika seluruh tangannya berdarah karena dicakar oleh kuku tajam istrinya.
belum lagi dengan wajah frustasinya karena melihat darah, sungguh sebuah pengorbanan yang tidak main-main akibat dari terlalu main enak tiap malam tanpa mengenal waktu ya hasilnya pun harus di enakan saja juga.
oeekkk oeeekkk
semuanya tersenyum ketika mendengar Tangis Bayi yang begitu nyaring dalam ruangan, namun berbeda dengan Alan yang seketika pingsan antara bahagia dan tak mampu lagi menopang kakinya yang gemetar dari tadi.
Yuli menatap Jengah kearab pria yang sedang terbujur di bawah lantai, jika bukan sahabatnya sudah dipastikan ia menyuruh satpam untuk menyeret pria itu pergi ke kamar jenazah.
" Astaga Lika lihat tuh suami kamu Cemen banget, bisa-bisanya malu-maluin saja!"ejek Yuli.
" Biarkan saja nanti sedikit lagi juga palingan sabar!" sahut Lika santai.
dan benar saja tidak berselang lama pria itu sudah bangun, penampilan amburadul ia berteriak kegirangan melihat putrinya digendongan sang istri.
" Dika anak gue cewek lo mau apa, siap-siap aja gue kerjain kalau sampai anak lu naksir sama anak gue!" teriak Alan membuat suster yang berada di situ hanya geleng kepala serahkan Lika hanya menundukkan wajahnya melihat kelakuan absurd suaminya itu.
semuanya bahagia tak terkecuali seorang anak kecil tampan bernama Davin hadiwinata, sepanjang hari ia hanya memegang tangan si kecil meskipun saat bayi itu tertidur.
" Mama Lika Papa Alan dan mama Yuli sama Papa Dika ingat ya besok lusa adik kecil ku ini harus menjadi istriku!" pinta Davin hadiwinata.
" siapa anak nama anaknya?" tanya Yuli penasaran.
" Silvia Andrew!" Itulah nama yang diberikan oleh Alan dan Lika pada bayi mungil mereka itu.
guys cerita ini tamat kelanjutannya untuk hubungan Silvia dan Davin baca di novel Mima ah yang lain ***MENCINTAIMU DALAM DIAM
Karena disana ada lanjutan cerita soal mereka yang dibahas habis dari perjuangan Davin mendapatkan hati Silvia padahal Silvia berpacaran dengan orang lain sampai Davin pergi, dan bagaimana kelanjutan hubungan persahabatan antara Alan Lika serta Yuli dan Dika.
novel Sahabatku Cintaku hanya membahas soal hubungan Alan dan Lika saja soal anak-anak mereka sudah auto bahas di novel sebelah.
otomatis setelah Liga melahirkan cerita ini pun selesai tidak bisa autor ceritakan double-double lagi atau mengulang sedangkan di novel mencintaimu dalam diam sudah tertulis secara terperinci di dalamnya***
__ADS_1
***Tamat***