
HAI HELLO GUYS JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA JUGA SEKALIGUS KOMMEN NYA JUGA YA SUPAYA DEMI KELANJUTAN NOVEL INI..
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Alan sebenarnya tak ingin membahas masa lalu, karena baginya hidupnya kini hanya untuk masa sekarang dan yang akan datang. Memang tak bisa di pungkiri, jika setiap manusia pasti mempunyai masa lalu, hanya tinggal bagaimana orang tersebut menjalani nya.
Namun tak mungkin jika ia menolak untuk menjawab, karena ia takut Lika akan salah paham. Dan berpikir jika ia ingin hubungan mereka langgeng, maka bukankah lebih baik jika tak ada yang di sembunyikan.
Lika yang melihat jika Alan melamun, dan seperti nya memikirkan pertanyaan nya tadi.Ia pun menghembuskan nafasnya kasar, sebenarnya mungkin Alan memang tak ingin bercerita.
Namun karena masih segar dalam ingatannya, soal ketidak jujuran Jason. Maka dari itu ia memilih untuk bertanya, agar tak ada sebuah rahasia yang baru ia ketahui ketika mereka sudah bersama.
" Kamu tahu kan dengan permintaan aku selama ini, jika tak ingin ada kebohongan diantara kita.Maafkan jika terkesan memaksa, tapi tak ada salahnya kan jika lebih bisa mengenal mu di masa lalu dan juga kedepan". Pinta Lika
Alan langsung bangun dari tidurnya, lalu duduk di atas ranjang sambil menarik tangan Lika yang masih berbaring.
" Maaf kan aku jika tadi sudah membuat mu meragukan kejujuran ku, tapi percayalah tak ada yang kututupi.Bukankah kamu sangat mengenal ku, lebih dari siapapun. Dan soal Yuli, aku tak pernah seperti ini, bukankah kamu sangat tahu jika Yuli orang nya seperti apa"? Tanya Alan balik
__ADS_1
Lika hanya mengangguk kepalanya, karena ia memang sangat mengenal keduanya.Sebab selama ini jika melakukan sesuatu, ketiga nya selalu bersama.
" Kamu juga tak lupa kan, kalau Yuli tak pernah menyukai ku.Maaf kan aku jika selama ini, lebih perhatikan Yuli dan sedikit mengabaikan mu".Lirih Alan
Lika tersenyum sambil memegang pipi Alan, ia tak mengerti mengapa Alan jadi se melow ini.
" Sayang kamu kok jadi lemes gini sih, aku kan hanya tanya saja.Lagian kamu tuh ya jawab nya itu ekspresi nya biasa saja kenapa.Kesannya seperti mau mewek tau nggak, mata aku sakit lihatnya ".Goda Lika
Alan mengerutkan keningnya, karena kelakuannya Lika yang berubah ubah.Tadi kelihatan marah, karena dirinya yang lama menjawab pertanyaan dari nya.
Tapi kini giliran sudah menjawab, eh malah mengejeknya balik.Memang mahkluk Tuhan paling rumit di dunia adalah wanita.kalau di turutin salah apalagi nggak dituruti bisa melumer kemana mana deh jadinya.
" Sudahlah bro, jangan di tekuk mukanya kenapa, bikin sakit mata tau nggak "? Ejek Lika
" Haha cie cie,ada yang lagi ngambek nih. Duh sayang sini peluk ". Ujar Lika sambil merentangkan tangannya agar Alan masuk kedalam pelukan nya.
Alan tersenyum smirk, ternyata usahanya tadi untuk menarik perhatian Lika berhasil.Malah ini namanya bukan berhasil lagi, tapi untung besar.
Alan pun gantian memeluk Lika, dengan cara memasukkan tangannya di bawah leher Lika.Agar Ia mendekatinya dan bersandar di dadanya, dan keduanya tidur sambil berpelukan.
Namun Lika seperti pikiran nya masih mengganjal, sebab ia takut jika tidur seperti ini dosa atau tidak ya.
Alan yang melihat kegundahan hati Lika, langsung menanyakan apa yang tengah Lika pikirkan kini.
__ADS_1
" Sayang kamu kenapa hemm, soalnya dari tadi seperti sedang mencemaskan sesuatu "? Tanya Alan
" Ya gimana nggak cemas, orang kita tidur dengan posisi seperti ini memang nya dosa atau tidak sih"? Tanya Lika ketus
" Oh karena itu menurut kamu gimana"? Alan sengaja bertanya balik kepada Lika
"Ya mana aku tahu, orang aku saja tanya ke kamu.Tapi memang dasar otak kamu beku tak ada encer nya, malah tanya balik"kesal Lika
" Haha sudah lah jangan marah, lagian kita nggak ngapain kan? Lagian kalau kamu mau kita ngapain juga aku nggak bakalan nolak kok, malah dengan senang hati ". Sahut Alan santai.
" Idih dasar mesum, nanti di grebek tetangga komplek baru tahu". Sahut Lika kesal
" wah kalau itu sampai terjadi, aku malah bersyukur sekali ". Sahut Alan sambil tersenyum
Lika bergidik ngeri, sebenarnya apa sih yang ada di dalam otak kekasihnya itu.Bahkan ia sendiri saja bingung dengan jalan pikiran Alan, uq yang terkesal jauh dari kata normal.
" kamu kok melihatku seperti itu, bukankah harus bersyukur jika itu terjadi.Artinya kita bakalan cepetan nikah, bahkan tanpa repot untuk cari penghulu kan sudah di siapin ". ujar Alan
Lika terkejut, ternyata hal tersebut yang bikin Alan dari tadi senyum senyum sendiri. Memang betul ya kata orang, otak milikku jadi terserah mau di isi dengan hal apapun itu.Karena selama tak merugikan orang lain, jadi tak kan salah dong.
Lika memilih tidur dan sudah tak mau mengajak berbicara, pasti ujungnya pembahasan yang jauh dari topik.
Alan yang melihat Lika sudah tertidur, lalu mengecup keningnya dan ikut memejamkan matanya.Sebab matanya kini sudah tak bisa di ajak kompromi lagi, apalagi tidur di peluk cewek cantik aduhai dunia serasa milik berdua.
__ADS_1