SAHABAT KU CINTAKU

SAHABAT KU CINTAKU
episode 71


__ADS_3

Like N KOMENNYA


***LOPE U FULL


LANJUT*** ***


Yuli sengaja menggoda Alan karena melihat wajah emosi sahabatnya itu, dia tak percaya jika Alan memang benar-benar kesal padanya dan suaminya Dika.


" Sudahlah jangan marah-marah begitu apa tidak sayang pada anakmu nanti, aku ini calon mertua idaman loh yang tidak bisa diganggu gugat sampai kapanpun! " ujar Yuli sambil tersenyum mengejek.


jika berhubungan dengan Yuli , Alan tidak bisa marah sampai sebagaimana mestinya karena Biar bagaimanapun wanita itu adalah orang yang paling berharga di dalam hidupnya waktu dahulu.

__ADS_1


" Yuli Kamu jangan terlalu cari ribut dengan ku bisa tidak, Aku capek loh harus berdebat dengan kamu? Kamu tahu kan aku tidak tega an sama kamu, Apa lagi marah-marah yang tidak jelas!" pinta Alan sambil tersenyum membuat Yuli hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" kamu mah ada-ada saja diajak bercanda nggak mau diajak serius lebih Nggak mau Terus maunya apa, kamu itu pengen hidup yang datar-datar saja tidak ada yang bagus-bagusnya gitu?" tanya Yuri sambil menggelengkan kepalanya.


Lika menatap kesal kearah suaminya yang terlihat lebay dari tadi, padahal dirinya mah biasa saja tidak ada yang kenapa-napa gitu.


" aku tuh heran loh di sini mau periksa hamil kan aku Kenapa Jadi kalian yang debat, apa tidak capek itu mulut dipaksa buat ngomong terus?" tanya Lika heran.


" Astaga kenapa Jadi kalian yang berdebat, perasaan aku mah biasa saja? Ya sudah ayo karena anaknya sudah masuk posisi yang bagus, kalau bisa kurangnya aktivitas berat dan lebih banyak aktivitas di ranjang!" saran Yuli sebagai dokter sebenarnya Lika juga paham hanya saja melihat wajah sumringah suaminya itu membuat ia menjadi bergidik ngeri.


" Kamu kenapa lihatin aku begitu?" tanya Alan memastikan karena bingung dengan wajah istrinya yang sedikit emosi itu.

__ADS_1


" Tenang saja dia lagi stres mengingat kata aku yang terakhir tadi, untuk kamu jangan gunakan kesempatan dalam keadaan Awas aja kalau sampai calon menantu bukan apa-apa bakal aku hajar kamu!" ancam Yuli sambil menatap tajam ke arah Alan.


" ya kalau begitu Percuma dong kalau disuruh perbanyakan aktivitas ranjang, tapi diancam seperti itu lama-lama mah si Joni tidak bisa bangun lagi!" kesal Alan sambil memasang wajah cemberut.


" kalian itu kalau jadi dokter yang serius bisa tidak? kalau model begini lama-lama bisa dibilang dengan sebut memberi harapan abal-abal, masa pasiennya sudah terlonjak kegirangan kalian malah melunturkan semangat itu lama-lama kan bisa keok?" kesal Alan,


Yuli menatap Jengah ke arah sahabatnya itu karena selalu saja mencari perkara, coba saja kalau ada suaminya bisa dipastikan bakalan riuh ruangannya kali ini.


" Ya sudah kalian ke luar sana masih ada pasienku yang lain yang mulutnya tidak ember kayak comberan kayak kamu, Jadi orang kok modusnya banyak banget untung juga Lika sahabatku mau sama kamu Kalau tidak mau kamu jadi jomblowanto kekal abadi!" sinis Yuli sambil tersenyum mengejek.


" sayang kamu kalau lahiran jangan sama dia ya, soalnya kuping ku bisa lepas kalau terlalu lama dekat-dekat sama dia!" pinta Alan sambil memasang tatapan memelas.

__ADS_1


" Idih sekarang berlagak nya sok jauhan padahal dulu mah Cinta Mati sampai tidak mau ingin hidup lagi, jangan ngomong yang bego kayak gitu Bikin aku yang kesel sama kamu!" kali ini Lika yang emosi Terhadap suaminya.


__ADS_2