
HAII READER KU TERSEYENG
MAAF JIKA JARANG UP...
MAKLUMLAH LAGI SIBUK DENGAN REAL LIFE...
LANJUT **&
Lika kesal dengan jawaban yang diberikan Alan,tapi mau bagaimana lagi ia juga sangat paham dengan kelakuan absurd tunangannya itu.
"Sudah dong jangan cemberut terus,nanti aku khilaf lagi tau nggak?" goda Alan agar Lika berhenti memasang wajah cemberutnya itu.
"Itu mah hanya akal akalan kamu saja,mau gunakan kesempatan dalam kesempitan." Kesal Lika.
"Haha,itu kamu tahu Yang jadi sepertinya tidak perlu dibahas lagi," Goda Alan lagi sambil tertawa kecil.
"Kamu tuh ya,otaknya selalu nggak pernah beres," ejek Lika.
"Iya tapi begini yang bisa bikin kamu rindu setengah mati." Sahut Alan sambil mengacak gemas rambut Lika.
"Kamu tuh ya suka sekali menghancurkan sesuatu yang sudah cantik," sungut Lika.
Mobil Alan yang hanya berisi ia dan Lika terasa ramai bagai orang sekampung.Bagaimana tidak suara cempreng Lika yang memekakkan telinga karena kesal dengan ulah jahil Alan.
__ADS_1
Setelah perjalanan memakan waktu lebih dari satu jam,akhirnya keduanya sampai dengan selamat dikafe milik Alan.Tampak suasana mulai ramai ada yang sedang ngopi atau apalah.
Sebab Kafe Alan tepat berada diarea perkantoran,hingga tak pernah sepi dari pengunjung apalagi masih pagi seperti ini.
Lika sangat kagum dengan konsep kafenya Alan yang mengusung tema anak muda,juga terdapat spot untuk berfoto ria sekedar untuk mengisi insta story.
"Sayang kamu kok malah bengong,ayo masuk kedalam biar kenalan sama karyawanku," ajak Alan.
"Oh iya,ayo masuk." Sahut Lika sambil menerima uluran tangannya Alan.
Para pengunjung kagum dengan rupa pasangan yang sedang bergandengan tangan itu.Keduanya terlihat sangat serasi,perpaduan yang sangat sempurna.
Visual Lika Handoyo...
LANJUT
"Ya ampun cocok banget sih mereka,aku jadi iri deh sama ceweknya," puji salah satu pengunjung wanita.
"Eh kata siapa orang yang beruntung itu cowoknya kok,karena sudah mendapat wanita secantik itu," sangkal teman prianya yang merupakan fans garis kerasnya Lika.
__ADS_1
"Ishh kalian itu malu maluin saja,orang mereka juga belum tentu urusin hidup kalian tapi kenapa kalian yang berantem disini." kesal teman mereka yang lain.
Alan dan Lika kini sudah berada diruangannya Alan yang berada dikafe itu,ia sedang mengumpulkan para karyawan.
"Pagi semuanya;
"Pagi Pak;
"Saya sengaja mengumpulkan kalian disini untuk memperkenalkan calon istri saya,Lika Handoyo," ujar Alan sambil tersenyum kearah Lika.
"Wah calonnya cantik Pak," sahut karyawan disitu.
"Oh iya jelas itu,karena saya sudah menjaga dirinya dari waktu masih orok.Karena sekarang sudah besar,sudah saatnya untuk dijadikan istri," Sahut Alan percaya diri.
Lika menatap jengah kearah Alan yang bicara sembarang,coba saja dulu ia tak ditolak Yuli pasti dia juga akan mengatakan bahwa sudah menjaganya dari masih orok.
"Dasar otak somplak malu maluin saja,kalau saja mereka tahu dulu kamu itu jomblowan sejati pasti hari ini kamu bakal jadi bahan ledekan," gumam Lika sambil menggeleng kepalanya.
"Nanti minggu depan saya akan menikah,jadi nanti kalian semua harus datang ya," sambung Alan lagi.
"Siap Pak," Sahut mereka kompak.
Setelah urusan dikafe sudah selesai,Keduanya langsung pergi mencoba pakaian pengantin mereka dibutik miliknya Ella.
__ADS_1
"Kamu tahu ya Bunda sama Mama kesal,karena Nikahnya dadakan seperti ini," ujar Lika sambil tertawa.
"Itu lagi,tapi mau gimana lagi soalnya udah ngebet pengen nikah." Sahut Alan