
HELLO HAII EMAK EMAK KAUM REBAHAN...
LOPE U FULL
MAAF JIKA JARANG UP SEKARANG..
MAKLUMLAH AUTO MOJOK TERUS...
✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️
LANJUT ***
Alan hanya mengeryitkan keningnya ,karena bingung dengan perkataan penghulu sekaligus merasa geli sendiri.Bagaimana tidak pria yang sudah beruban serta giginya yang hampir kosong,mengatakan merindukan istrinya didepan semua orang.
"Semoga aku kalo sudah tua tidak mempermalukan diri sendiri seperti nih aki aki," gumam Alan dalam hati.
"jadi bagaimana semuanya apa kita bisa mulai?" Tanya Abang penghulu(ya iyalah gue panggil abang orang dia yang suruh kok😎😎)
Dan prosesi ija kabul dimulai ,karena author lagi mojok didapur mencari inspirasi jadi yang terdengar hanya SAH.
__ADS_1
Akhirnya Alan dan Lika resmi menjadi sepasang suami istri yang sah dimata negara dan agama.Keduanya tampak sangat bahagia dan begitu pula Dika,ia sangat bahagia karena Akhir nya sahabatnya itu sold out dan istrinya bebas dari segala macam gangguan.
Setelah keduanya selesai memasang cincin pernikahan dijari manis,kini Alan disuruh mencium kening Lika dan gantian Lika mencium puncak tangan suaminya itu.
"Diciumnya jangan terlalu berlebihan ya Mas,biar sekalian nanti malam supaya lebih greget," goda bapak penghulu.
Alan hanya tersenyum kikuk ,ingin sekali ia menjawab tapi sayang penghulu sudah bau tanah jadi sepantasnya dihormati.
"Sabar Yang,kasihan bapaknya udah tua terus kamu marahin," bisik Lika sambil tersenyum.
"Apapun demi kamu Yang." Sahut Alan.
Segala ujian untuk bisa bersama sungguh bukan sesuatu yang mudah,hingga hati keduanya kini bisa menyatu.
Tidak ada resepsi dipernikahan keduanya,karena Alan dan Lika tak ingin menghabiskan biaya dan juga mengingat kedua Ayah mereka yang telah tiada.
Jadi acaranya hanya sekedar kumpul keluarga dekat,tapi suasana tampak sangat hangat.
"Selamat ya Sayang,Mama doakan semoga kalian selalu bahagia," ujar Dina Mamanya Jason.
__ADS_1
"Makasih Ma,karena udah mau datang oiya Papa mana?" Tanya Lika sambil tersenyum kepada wanita yanh hampir menjadi mertuanya.
"Oh Papamu ada disebelah sana lagi berbincang dengan Mas Dion dan Mbak Rika." Sahut Dina.
"Jaga putri Mama baik baik ya Lan,awas saja kalau sampai buat dia menangis Mama yang bakal bikin perhitungan kekamu," pinta Dina dengan nada peringatan.
"Iya Ma tenang saja aku bakal jagain dia sepenuh hati setulus jiwa,bila perlu nyawaku taruhannya," ujar Alan pasti tanpa keraguan.
Dina tersenyum karena yakin mendengar perkataan Alan tadi,yang tersirat keseriusan tak ada kebohongan.
Lika antara ingin menangis tapi ia dengan tersenyum berusaha menahannya,karena begitu terharu mendengar perkataan Alan barusan.
"Terima kasih Tuhan karena sudah menghadirkan dirinya untukku," gumam Lika dalam hati.
Kini acaranya syukuran pernikahan telah usai,semuanya sudah bubar hanya tersisa Yuli dan Dika.Yuli belum mau meninggalkan sahabatnya itu,karena hari ini adalah hari babagia mereka.
"Aduh selamat ya My Ayank,aku turut senang untuk kalian semoga langgeng terus dan lekas nyusul hamidun," ujar Yuli sambil memeluk.
"Ishh jangan bicara seperti itu dong Beb,aku lagi takut nih buat entar malam kira kira sakit nggak ya?" Tanya Lika yang tak bisa menutup rasa penasaran nya.
__ADS_1
"Sakit sih tapi menit menit pertama doang,setelah itu pasti kamu minta tambah," goda Yuli sambil tersenyum.