
HAII READER KU TERSEYENG
MAAF YA KARENA HARUS UP NYA BOLONG TERUS...
MAKLUMLAH LAGI SERIUS NULIS DI AKU WANITA TERHEBAT....
LOPE U FULL
💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Lika langsung memukul otak Alan yang sudah mengajak dirinya mesum dipinggir jalan,untung juga tidak digrebek warga bisa malu 16 keturunan nantinya.
Alan tak terima dengan perbuatan Lika ingin protes tapi ketika melihat wajah garangnya langsung nyalinya menciut seketika.
" Mau mesum itu lihat tempat bisa nggak sih, tinggal nyosor saja." kesal Lika.
" Tapi tadi kamu menikmatinya juga kok malah kamu yang paling agresif." Alan tak ingin disalahkan.
Wajah Lika langsung memerah karena malu ketika mendengar Alan yang berbicara sevulgar itu.
" Ngomong sembarang saja kamu itu yang lebih agresif siapa coba apa nggak salah ngomong?" kesal Lika yang tak mau disalahkan.
__ADS_1
" Iya iya baiklah aku ngaku salah kalau aku yang main nyosor dan juga lebih agresif soalnya bibir kamu selalu menggodaku sih. " Alan berbicara sambil tersenyum.
" Sudahlah ayo berangkat telingaku serasa mau lepas dengar gombalan receh kamu itu," ketus Lika agar Alan segera menghentikan segala ocehannya.
" Haha baiklah Sayangku Cintaku belahan jiwaku kita berangkat sekarang," ujar Alan sambil mengacak gemas rambutnya Lika.
Siempunya hanya mengerucutkan bibirnya karena kelakuan Alan yang membuatnya seperti anak kecil.Padahal dirinya tadi sudah bercermin dan bergaya secantik mungkin.
"Ihh kamu nih tega sekali sih jadi orang lihat kan rambutku jadi berantakan lagi nih." Kesal Lika atas kelakuan kekasihnya itu.
"Kata siapa jadi berantakan yang ada tambah cantik kok." puji Alan sambil tersenyum.
"terserah Anda semau anda seingin anda." ketus Lika.
Mobil yang ditumpangi mereka telah sampai diparkiran rumah sakit dan setelah memarkir mobil keduanya berjalan berdampingan masuk kedalam rumah sakit.
Suasana sudah mulai ramai karena setengah jam lagi adalah jam masuk.Lika hari ini akan menyerahkan surat permohonan cuti menikah nya,karena ingin fokus mengurusnya.
Alan yang melihat Adnan dan Tita yang mendekat kearah mereka ia dengan segera menggandeng tangannya Lika.Alan ingin menunjukkan kepada Adnan bahwa dirinya adalah pemilik dokter cantik ini.
Lika sangat terkejut dengan perbuatan Alan dirinya meronta ingin dilepaskan tapi sayangnya Alan menolaknya.
"Jangan begini dong aku malu Sayang," pinta Lika dengan suara yang pelan.
__ADS_1
" Jangan coba coba melepaskannya atau aku bakal cium kamu disini seperti dimobil tadi," ujar Alan mengintimidasi lewat suaranya.
" Astaga kesambet apa lagi sih kamu?" Tanya Lika yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Alan.
"Pagi dokterku yang paling cantik dan juga pasangannya yang tak kalah tampan," sapa Tita.
" Pagi juga Ta,kamu bisa saja." Sahut Lika.
Adnan dari tadi tak menyapa ataupun mengobrol matanya kini hanya tertuju kepada tangan Lika dan Alan yang saling bertautan.
Alan tersenyum senang karena melihat ekspresi Adnan yang sepertinya menyimpan sejuta tanya dalam benaknya.
" Dokter kenapa nggak ngajak tunangannya masuk kedalam saja," tanya Tita heran.
Perkataan Tita barusan sukses membuat seorang pria yang sedang merasakan sakit mata bertambah pula menjadi sakit hati.Bagaimana tidak bukan hanya sekali dirinya kalah start tapi berulang kali.
" Ya Tuhan kenapa nasib percintaanku begini amat ya,padahal baru mulai melangkah tapi sepertinya harus mundur lagi.Kalau kapan begini kapan aku *** ***, emak tolong anakmu ini tampannya kebangetan tapi jomblo terus," Ucap Adnan dalam hati yang teriris iris.
" oh nggak perlu karena kita nggak lama kok,Lika hanya mau mengantar surat cutinya saja." Sahut Alan.
" Lho memangnya dokter Lika mau kemana?" Tanya Adnan penasaran.
" Yaelah Nan, katanya lagi sakit hati tapi jiwa keponya selalu meronta "..
__ADS_1