SAHABAT KU CINTAKU

SAHABAT KU CINTAKU
episode 52


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


LOPE U FULL


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA


HAPPY READING YA GUYS!!!!


LANJUT ***


Alan kini berada didepan rumahnya Lika,ia melihat masih sunyi tak ada pergerakan didepannya.Dalam hati ia merasa cemas,Mungkinkah Lika masih tidur.


Kalau memang sampai itu terjadi ,artinya perkataan Mikha tadi ada benarnya. Dan dirinya yang terlihat berlebihan ,karena bertamu dirumah orang pagi pagi.


"Lika mana ya dari tadi kok belum nongol sih,ahh aku bisa jadi pagar hidup nih karena berdiri di depan rumah orang ". Gumam Alan pelan sambil sesekali menoleh kearah dalam rumah.


Ia pun akhirnya berinisiatif menelpon Lika ,karena kalau tidak berarti dirinya bisa lumutan karena berdiri menunggu sesuatu yang tak pasti.

__ADS_1


Dreth dreth


ponselnya Lika bergetar kebetulan ia masih setia bergelut dibawah Selimut ,dan mengangkat nya tanpa mau membuka matanya.


" Hemm hallo". Sahut Lika dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


" Astaga Yang,aku nungguin depan pagar rumah kamu tapi kamunya belum bangun "? Tanya Alan tak habis pikir dengan Kekasihnya itu.


"Apa kamu bilang "? Tanya Lika setengah teriak.


" Aku depan rumah kamu sekarang atau aku bakal panjat jendela dan masuk dalam kamar kamu setelah itu yang terjadi cukup kamu dan aku yang tahu". Kesal Alan.


Lika dengan buru buru menuruni tangga dan langsung berlari kedepan,bahkan panggilan dari Ella tak dipedulikan nya.Karena baginya kekasihnya sekarang lebih penting ,sebab dari tadi sudah berdiri dipagar depan seperti gembel.


Saat sudah sampai didepan Alan,Lika langsung berdiri dan mengatur pernapasannya.Sedangkan Alan merasa kasihan kepada Kekasihnya yang sangat buru buru,sampai harus kecapaian seperti itu.


" Sayang kamu kenapa lari lari seperti tadi, aku kan masih disini dan tak akan pergi".Tanya Alan.

__ADS_1


Sepertinya ia tak menyadari sesuatu,yaitu ancaman yang tadi ia ucapkan. Jika seseorang dikatakan seperti itu,maka biarpun sekarat tetap akan terburu buru juga..


" Kamu tidak sadar atau memang melupakan sesuatu ,kalau tidak mana mau aku berlari seperti dikejar setan seperti tadi". Ketus Lika.


Alan langsung tertawa karena mendengar alasan yang dikatakan Lika tadi,padahal tadi ia hanya bercanda. Tapi sepertinya Lika menganggap serius,ia pun jadi tambah ingin menggodanya.


" Oh jadi kamu kesini untuk mengajak aku masuk,dan melakukan seperti yang aku katakan tadi"? Goda Alan lagi.


" Ihhh dasar mesum,sudah ah sana pulang ngapain sih pagi pagi sudah bertamu ".Usir Lika karena masih merasa kesal dikerjain kekasihnya sendiri.


" Lho kok seperti itu apa kamu nggak kasihan dengan ku,yang sudah rela datang pagi pagi untuk bertemu kamu.Tapi sayangnya kamu malah mengusirku, ah malangnya nasibku ini". Ujar Alan yang dibuat sedramatis mungkin,agar kekasih hatinya tak lagi kesal kepadanya.


" ehh bukan maksudnya seperti itu Yang,ya sudah jangan dibahas lagi.Lebih baik kita masuk saja,dari pada disini terus lama lama bisa lumutan ". Ajak Lika sambil menggandeng kekasihnya itu.


Sepanjang perjalanan dari pagar depan kediaman Lika,Alan selalu berusaha merayu kekasihnya dengan kata kata nya yang sok romantis.


" Sayang aku cinta sama kamu". Ujar Alan yang ingin agar kekasihnya memeluknya atau apalah,tapi sayang yang ada Lika malah menatap heran kearahnya.

__ADS_1


" Kamu kenapa"? Tanya Lika bingung.


" Ya aku cinta sama kamu". Sahut Alan berusaha membuat Lika mengerti.


__ADS_2