
Like N KOMENNYA
***LOPE U FULL
LANJUT** ***
Alan hanya tersenyum Keren Ayah tahu bawa istrinya itu sedang meledek dirinya, hanya saja semua perkataan jika itu memang benar jika dirinya dahulu itu tergila-gila yang namanya dengan Yuli Evelyn.
" itu kan dulu kalau sekarang mah Aku kan cinta mati sama kamu, Jadi tidak mungkin tergoda dengan orang lain lain kamu jangan marah-marah dong nanti jelek loh!" goda Alan membuat Lika hanya bisa tertawa.
setelah keduanya pamit berencana untuk pergi ke cafe miliknya Alan, sebab selama ini Lika selalu melepas kebosanan nya pergi ke tempat itu.
__ADS_1
namun sebelum itu Yuli sempat mengingatkan dahulu kepada sahabatnya itu, agar mulai mempersiapkan segala sesuatu karena tinggal menghitung hari untuk lahiran.
" Ka, kamu jangan lupa untuk tetap selalu mempersiapkan segala hal kebutuhan menantuku kelak, terus kamu Alan jangan coba-coba untuk membiarkan dia sendirian karena jika sampai hal itu terjadi bakalan ku hajar kau!" ancam Yuli membuat Alan bergidik ngeri.
" kamu itu jadi dokter kira-kira dong cara ngancam nya, jadi ngeri sendiri melihatnya! Lagian dia itu istriku masa iya aku biarkan dia sendiri melahirkan, nanti dibilang enaknya mau susah nggak mau!" ujar Alan percaya diri membuat Yuli Jengah.
" sana pergi jangan muncul di sini lagi aku capek lihatnya, lagian Kenapa sih jadi orang ribet banget kita ngomongnya sedikit Tapi jawabannya Sepanjang Jalan Kenangan!" sahut Yuli Ketus karena sikap Alan yang selalu memancing emosinya.
" astaga, ya sudah Yuli kita pamit dulu ya, Soalnya kalau kelamaan di sini bisa berabe akibatnya! lama-lama seluruh ruangan ini bakalan runtuh, karena mendengar perdebatan unfaedah nya Kalian tadi!" kali ini Lika sudah tak bisa berkomentar lagi dan tidak tahu harus berbuat apalagi ketika melihat mulut suaminya itu yang komat-kamit nonstop.
kini pasangan suami istri itu sudah berada dalam mobilnya Untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan, Alan berkali-kali mengusap perut buncit milik istrinya itu.
__ADS_1
Pasangan mana yang tidak bahagia ketika Penantian mereka terbayarkan dengan kehadiran buah hati, yang mungkin dalam hitungan hari bakalan hadir di tengah-tengah mereka.
" Yang aku bahagia memiliki kalian, maaf jika selama berada di sampingku kamu selalu merasa tidak nyaman! tapi percaya aku tulus mencintai kamu, apalagi nanti dengan hadirnya dia pasti kebahagiaan bakalan lebih lengkap." Alan mengatakan hal itu sambil tersenyum membuat Lika pun ketularan senyuman itu.
" semoga kita bisa menjadi besannya hadiwinata ya Sayang ya!" ujar Lika penuh harap karena dirinya selalu menganggap Yuli dan Dika adalah saudaranya sendiri.
" Astaga sayang bisa tidak sebut yang lain bisa bisanya harus mereka, karena hal itu terjadi aku bakalan stres berat?" tanya Alan tak terima.
" eh mana bisa begitu orang jodohnya mereka kalau saling kenal dengan orang tua kan tidak terlalu Setengah Mati, lagian yang mau nikah itu kan anaknya mereka Kenapa kamu yang repot?" tanya Lika heran.
" tetap saja kalau berhubungan dengan mereka Mah aku nggak suka, masa iya dulu suka cari perkara sekarang jadi besan?" tanya Alan kesal.
__ADS_1