
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Mikha sebenarnya bingung dengan jalan pikiran putranya itu ,niat untuk mengantar kekasih nya sih bagus.Tapi masa harus sepagi ini,aneh aneh saja.
" Nak kamu yakin pergi sepagi ini"?.Tanya Mikha penasaran
" Aduh Ma kenapa sih pertanyaan yang itu saja,ya so pasti jawaban ku seperti itu juga".Kesal Alan Lalu berpamitan karena ia sudah siap untuk pergi,dan jika lama di situ pasti tak kan henti mendengar pertanyaan Dari Mikha.
__ADS_1
" Aku jalan dulu Ya Ma,nanti mungkin pulang agak kemalaman karena harus fitting baju pengantin dulu ". Ucap Alan sambil berlalu keluar.
Mikha hanya menggeleng kepalanya ,karena melihat semangat putranya itu.Ia sangat senang karena akhirnya Alan menemukan penggantinya Yuli,walaupun tak jauh jauh dari Yuli juga.Karena Alan mencintai sahabat dekat Yuli,dan otomatis akan selalu bertemu dengan Yuli.
" Semoga kebahagiaan selalu menyertai mu,karena hanya kamu yang Mama punya di dunia ini". Lirih Mikha
Ketika itu ia teringat kepada Sinta,sosok orang yang sudah berjasa membuat nya kembali menjadi sehat dan normal.
Selama ia kembali ke indonesia ,sama sekali belum menghubungi gadis cantik tersebut. Yang tak punya siapa siapa ,karena Mamanya hilang bagai di telan bumi.
" Ahh aku seperti nya harus menghubungi anak itu ". Gumam Mikha lalu mengambil ponsel nya untuk menghubungi Sinta.
Karena di sana pasti masih malam,tapi ia malah menghubungi gadis itu ah maklum lah sudah tua jadi pikun nya selalu di bawah terus.
Ketika ia meletakkan Ponsel nya di atas meja ,tiba tiba benda persegi panjang itu berdering setelah di lihatnya ternyata Sinta.
" Astaga nih anak nelpon balik,apa di keganggu ya karena tadi dengar bunyi ponselnya "? Tanya Mikha dalam hati lalu ia pun mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo nak". Sahut Mikha.
__ADS_1
" Hallo Ma,maaf tadi telpon aku ketiduran jadi tidak mendengar ponsel nya berbunyi ". Ucap Sinta tak enak hati,kepada wanita yang selama ini selalu baik kepadanya.
" Ehh justru Mama yang harus minta Maaf,karena sudah mengganggu tidur kamu Ya sudah kamu lanjutkan tidurnya ,nanti lain kali baru kita sambung lagi".,Ujar Mikha.
" Ishh sama saja Ma ,biar telpon nya di matikan aku tetap tak bisa tidur lagi."Sahut Sinta.
"Heh maafkan Mama ya Nak ,karena sudah mengganggu tidur mu.Bagaimana keadaan kamu disana ,dan segala pekerjaan kamu"? Tanya Mikha perhatian.
" Iya Ma nggak Papa kok,Keadaan ku baik baik saja dan pekerjaan juga lancar semua .Ternyata para pegawai nya Alan sangat baik ,dan menyambut ku dengan baik ". Ujar Sinta sambil tersenyum.
" Syukur lah Nak,Mama senang mendengar nya kalau tidak Mama bakal khawatir karena meninggalkan kamu sendirian di sana". Sahut Mikha sendu.
" Hemm apa Mama lupa siapa putrimu ini ,hidup di jalan bertahun tahun saja ku sanggup apalagi urus yang seperti ini ". Balas Sinta tak mau membuat Mikha khawatir.
" Nah gitu dong ,Mama kan jadi lega mendengar nya". Ujar Mikha sambil terkekeh kecil.
" Alan dimana Ma"? Tanya Sinta yang sepertinya kepo dengan keadaannya Alan.
" Biasalah yang lagi Bucin ,bawaannya pengen nempel terus ". Sahut Mikha.
__ADS_1
Deg