
Haii READER terseyeng
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT***
Alan hanya termenung dalam diam ,ia seperti tak tahu harus berbuat apa lagi.kesalahan yang ia lakukan kali ini ,sungguh sangat tak bisa di benarkan.
Ketika cinta adalah suatu yang sangat membahagiakan ,janganlah pernah melupakan sesuatu.Kalau sebenarnya cinta adalah hal yang paling berkuasa di dunia, ia bisa membuat orang menjadi dekat ataupun bisa membuat orang menjadi asing.
" Aduh gimana nih ,minta tolong siapa ya untuk bantuin aku"? Gumam Alan frustrasi
Ia berpikir tak kan mungkin bisa membujuk Lika ,sebab keras kepalanya Lika sangat ia kenal betul.
Pikirannya langsung tertuju ke seseorang ,yang ia yakini bisa membantu nya kali ini.
Tut tut tut
Yuli yang melihat kalau Alan tengah menghubungi nya,langsung mengeryitkan keningnya. Sebab selama ini Alan tak pernah menghubungi nya,saat yang bersamaan Dika mendekati nya.
Dika langsung memasang wajah tak suka ,ketika melihat siapa yang tengah menghubungi istrinya kini.
" Lho Sayang kenapa Alan menelpon kamu"? Tanya Dika heran
" Nggak tahu aku juga bingung, tapi seperti nya penting ". Sahut Yuli
__ADS_1
" Kamu jangan angkat telpon nya ,enak sekali dia pake gangguin istriku segala ". ucap Dika tak senang
Yuli langsung menggeleng kepala,ia menerima telponnya Alan. Tanpa mau menatap wajah Dika yang sepertinya sudah mau menerkamnya saat ini.
" Hallo Lan". Sahut Yuli
" Ohh syukurlah bidadari ku,akhirnya kamu angkat juga.Aku pikir tuh monster alien melarang kamu, terimakasih ya". Ujar Alan dari seberang.
Dika serasa ingin menerkam Alan ,jika saja kini berada di hadapan nya. Enak saja mengatai dirinya Alien ,padahal jelas jelas dirinya yang Alien karena tak punya malu sudah menghubungi istrinya.
Sedangkan Yuli hanya tersenyum ,ia yakin kekesalan Dika kali ini pasti naik satu level lagi setelah tadi jengkel karena Alan sudah berani menghubungi nya.
" Hemm nggak Papa kok,Alien nya lagi pindah ke Mars jadi nggak dengar ". Sahut Yuli sambil memandang kearah Dika.
" Gila nih Alan gara gara dia Yuli otak nya sudah terkontaminasi ,oleh otak gesrek nya". Gumam Dika kesal
" Syukurlah kalau seperti itu,Yul aku boleh nggak minta tolong sama kamu"? Pinta Alan memelas
" Nggak boleh ,enak saja kamu mau nyusahin istriku ". Sahut Dika ketus yang sebenarnya ponselnya Yuli sudah berada di tangannya.
Yuli menatap jengah kearah Dika dan langsung mengambil kembali ponselnya.
" Kamu mau minta tolong apa Lan"? Tanya Yuli yang tak peduli tatapan Datar Dika kepada nya.
" Ya ampun Yuli,tadi katanya Alien nya udah pindahan eh malah ternyata masih ada di situ". Sahut Alan yang tak ingin lagi meminta tolong takut Dika ngamuk lagi.
" Pindahnya di cancel,ya sudah kamu mau minta tolong apa"? Tanya Yuli lagi.
" Tapi aku nggak enak sama suami kamu ,Ya sudah lah biar aku sendiri yang akan cari jalan keluar nya". Ujar Alan lemah.
" Awas saja kalau kamu sampai minta tolong ke yang lain,aku nggak bakalan mau ngomong sama kamu lagi". Ancam Yuli
" Tapi beneran Dika tidak akan ngamuk kan "? Tanya Alan memastikan
__ADS_1
Yuli yang paham kegelisahan Alan,langsung menatap tajam kearah Dika.Ia bahkan menjauhkan ponselnya dan mengintimidasi Dika.
" Kamu tuh ya,maunya merepotkan tapi di repotkan tak pernah mau.Ayo cepat jawab Alan yang manis,atau sebulan nggak di kasih jatah."Ancam Yuli
Dika langsung bergidik ngeri, membayangkan junior nya sebulan di museum kan.Aww pasti rasanya sungguh menyiksa bahkan sangat tak di harapkan.
"Ya sudah cepetan mau minta tolong apa,sebelum aku berubah pikiran ".Ujar Dika
Alan pun tersenyum senang ,karena akhirnya bala bantuan datang.
" Aku berantem sama Lika". Ucap Alan pelan
" Apa kok bisa sih"? Tanya Yuli heran
" Aku mengatakan sesuatu yang sangat tak bisa di benarkan dan sekaligus menghina harga dirinya ". Sahut Alan
" Alan manusia brengsek kamu tuh ya ,jadi cowok kok mulutnya nggak bisa di rem.Kalau sudah begini baru menyesalkan ,tanggung resiko sendiri aku nggak ikutan ".Ujar Yuli geram
Alan mengusap wajahnya frustasi ,harapannya sirna sudah dan ia tak tahu lagi mesti berbuat apa.
" Yul Dika, kalian tega apa melihat aku sama Lika seperti ini.Bantuin dong aku bingung nih, hanya kalian harapan aku satu satunya ". Alan memelas
" Kamu kan tahu sifatnya Lika seperti apa,kalau sudah menyangkut harga dirinya. Dan kamu juga tahu kan,keras kepala nya seperti apa"? Tanya Yuli
" Hemm iya aku khilaf ". ujar Alan.
"Kapok kan kamu,makanya tuh mulut di jaga jangan bawahnya cowok tapi atas nya cewek".Ejek Dika
" Ya elah Ka,bantuin kenapa?Apa kalian tega melihat sahaba Kalian jomblo terus, ayolah tolong lah aku". Alan memelas
" Maafkan aku Lan, tapi bukankah kamu sudah dewasa berjuanglah mendapatkan maaf darinya.Aku Yakin Lika akan luluh,jika kamu berusaha dan tak menyerah ". Sahut Yuli memberikan semangat untuk Alan.
Alan pun dengan lesu,menyetujui perkataan Yuli. Meskipun hati kecilnya sedikit merasa ragu,tapi apa mau di kata nasi sudah menjadi bubur.
__ADS_1