
HEHE MAAFKAN AUTHOR YANG JARANG UP SEKARANG...
LAGI FOKUS DI AKU WANITA TERHEBAT....
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ^^^
Mikha dan Ella rasanya ingin sekali menyumpal satu satunya pria yang ada dirumah ini.Karena mulutnya tak bisa dijaga bahkan kepada mereka sekalipun ia tak peduli.
"Dasar anak kurang ajar mentang karena sudah kawin jadi kurang ajar sama orang tua,awas saja nanti Mama bawa istri kamu kemana mana biar nggak ada lagi yang kamu banggakan," ujar Mikha sinis.
"Oh maaf itu tak kan pernah terjadi,karena mulai dari sekarang dimana ada aku disitu bakal ada istriku dia bakal ketempel terus seperti prangko." Sahut Alan santai.
Grep
Lika memberikan potongan ayam potong kemulut suaminya biar jangan cerewet,karena sudah cukup berdebat hal yang tak mengenakan didengar.
__ADS_1
"Diam dan makan,atau aku bakal batalin cuti dan kembali kerumah sakit," ancam Lika serius membuat Alan mati kutu.
"Nah itu baru Mama dukung,iya nggak La?" Mikha mencari dari besannya itu.
"Yang kamu mah tega,masa sama suami sendiri bukannya dibelain tapi malah dipermalukan didepan emak emak sendirri," sungut Alan sambil memasang wajah cemberutnya.
Lika sudah tak ingin menggubrisnya,karena ia lagi tak ingin mempermalukan dirinya dengan tingkah aneh suaminya dari tadi.
"Uh menantuku memang terbaik karena mau membantu Mertuanya,dan kamu kasihan banget sih didiemin sang istri," ejek Mikha.
"Mama tega ah,masa sama anak sendiri dilupakan," gerutu Alan kesal.
"Haha,sudahlah Nak kamu tenang saja kan ada Bunda disini jadi kamu tidak sendirian," bujuk Ella.
plak
Lika memukul lengan suaminya yang terlihat sangat menyebalkan,masa cari skuad untuk ajak Mamanya sendiri berdebat.
"Kamu hari ini pergi saja ya kekafe," pinta Lika memelas.
__ADS_1
"Lho kok gitu Yang,aku kan masih ingin berduaan dengan kamu masa langsung pergi saja?" Tanya Alan yang tak mengerti.
"Ya habisnya daripada disini kamu hanya cerewet dan hobinya berdebat,lebih baik kan kamu cari uang biar aku tidak kelaparan." Sahut Lika.
"oh kalau soal itu kamu tenang saja Yang,karena aku pastikan bakal menafkahi kamu lahir batin tanpa kekurangan apapun," ujar Alan sambil menepuk dadanya pelan.
Lebay loe
"baguslah,ayo kembali kekamar saja," ajak Lika yang tanpa sadar perkataannya di salah artikan dengan yang lain.
"Masih pagi kali Neng,masa langsung ajak kekamar langsybg," goda Ella.
"Aish Bunda nih kenapa sih pake acara ikutan gesreknya Alan,kalau begini mah siap siap saja telingaku bakal dengar obrolan unfaedah."Kesal Lika dalam hati.
"Baiklah ayo Sayang ,suamimu yang tercinta ini akan menuruti semua kemauanmu." Sahut Alan sambil menarik tangan istrinya itu agar kembali kedalam kamar mereka.
"Ternyata kita dulu juga sangat memalukan ya,karena selalu berduaan tanpa pedulikan yang lain.Ah bagaimana reaksi Papa sama Mama dulu ya,lihat anaknya selalu pamer kemesraan," ujar Mikha yang membayangkan kelakuan ia dan suaminya dahulu.
"Baru sadar kamu,dulu kemana saja?" ejek Ella.
__ADS_1
"Ihh kamu mah gitu,selalu saja membuat aku kesal tak tepat waktu," gerutu Mikha.
Keduanya tertawa bersama,masa bodoh dengan pengantin baru yang lagi berduaan.Karena lebih baik menikmati hidup yang ada daripada terpaku pada masa lalu.