
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE,VOTE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU..
GUYS JANGAN LUPA YA...
VOTE NYA AUTHOR PERLUKAN LHO.
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS..
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT..
Lika menghembuskan nafas kasar, karena perkataan Bundanya barusan. Hatinya gundah pasalnya ada saja ujian percintaan nya, mulai di tinggal tunangan saat sudah merencanakan pernikahan.
Dan kini di saat dirinya telah mendapatkan pengganti, eh malah dapat persyaratan dari Bunda nya sendiri.
Ella yang melihat kegundahan hati dari putrinya itu, hanya menggeleng kepala. Lika merasa tadi yang ia bicarakan betul, padahal hanya bercanda.Dasar bucin setiap yang di bicarakan jika menyangkut pasangan nya, langsung respon.
" Jadi ada yang ingin kamu bicarakan lagi atau tidak, kalau sudah ayo tidur sudah malam". Ucap Ella
" Iya Bunda ayo, aku juga mau tidur soalnya capek hati capek pikiran dan juga capek mata". Sahut Lika lesu
Dengan langkah gontai, ia menaiki tangga menuju kedalam kamarnya. Saat masuk kedalam ia melihat ponsel nya di nakas, dan ternyata ada notifikasi pesan yang masuk.
__ADS_1
Setelah di cek, ternyata pesan dari Alan,hatinya yang tengah gundah langsung tersenyum. Dengan semangat 47 ia pun menghubungi kekasihnya itu, dan tak lama Yang di seberang pun mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo Sayang". Sapa Alan di seberang
" Hallo juga Yang, aku juga kangen tau nggak "? Ucap Lika lirih
" yang bilang aku kangen sama kamu siapa"? Goda Alan
" Ihh Alan kamu mah tega, bukannya tadi di sms kamu bilang kangen". Kesal Lika
" Mmm aku salah kirim kali". Sambung Alan lagi
" oh seperti itu, ya sudah aku matikan telpon nya saja, soalnya kamu kan lagi kangen sama yang lain."Kesal Lika yang ingin mematikan panggilan tersebut, namun suara Alan mencegah niat nya tersebut.
" Sayang jangan matikan dulu dong, soalnya aku masih kangen sama kamu". Pinta Alan
Lika langsung tersenyum, padahal tadi ia juga tak serius ingin mematikan panggilan tersebut.
" Kata siapa begitu, orang aku kangen nya sama kamu kok.Awas saja kalau kamu merindukan pria lain, aku bakalan bikin perhitungan ke dia ". Ancam Alan
" emangnya kamu pikir aku bakalan kasih tahu orangnya, itu sama saja bunuh diri tahu nggak ". Sambung Lika
" Sayang kalau kamu bicara seperti itu, saat ini juga aku bakalan panjat jendela kamarnya kamu ". Ancam Alan
" Haha mana bisa Lan, lagian aku nggak percaya". Sahut Lika
" Baiklah jangan menyesal nantinya ". Ucap Alan dan langsung mematikan panggilan tersebut
Sedangkan Lika hanya tersenyum sambil menggeleng kepalanya. Mana ada jarak Apartemen nya Alan, dalam waktu sekejap pindah tempat.
__ADS_1
tok tok tok
terdengar ada yang mengetuk jendela kamarnya,Lika sangat terkejut dan menyangka ada orang jahat yang ingin mencuri.
Lika mencari sesuatu yang bisa di jadikan senjata, dan ia melihat hairdryer dan bisa di gunakan buat senjata.Padahal ia sendiri bingung, bagaimana cara menggunakan barang tersebut sebagai senjata.
Namun karena sedang urgent mau tak mau, ia gunakan saja.Daripada menghadapi musuh tanpa bawa apa apa, dan akhirnya menjadi sasaran empuk.
Tok tok tok
terdengar ketukan jendelanya tambah kencang, Lika yang sedang menggenggam hairdryer gemetaran jadinya.
" Oh Tuhan ku tolonglah hamba ini,aku masih muda belum menikah. Aku masih ingin hidup, ingin rasanya punya suami, ingin rasakan malam pertama". Ucap Lika dan itu semua di dengar oleh Alan.
Ia hanya menggeleng kepalanya, sebab sepertinya Lika sedang ketakutan dan mengira dirinya adalah orang jahat.
Hal tersebut membuat Alan tambah semangat, untuk mengerjai kekasih nya itu.Alan pun menggedor jendela kamar Lika, ia tambah semangat ketika mendengar perkataan Lika.
" Ah Tuhan besok ijinkan aku menikah dengan Alan, biar tidur ada yang jagain. Aduh Alan tolonglah istrimu ini , aduh gimana nih". Ucap Lika semakin ketakutan apalagi ketika melihat bayangan hitam di balik jendela kamarnya.
Lika pun mengumpulkan keberanian nya, untuk mencari tahu siapa gerangan yang berdiri di jendela kamarnya.
Alan dari tadi sedang tersenyum senang, pasalnya ia mendengar saat Lika ketakutan. Hanya namanya saja yang di sebut oleh Lika, dan malah meminta dirinya menjadi suaminya.
" Aduh manisnya kekasih ku ini, saat takut bukannya teriak eh ini malah minta kawin. Jadi ingin melihat wajah lucunya tersebut". Gumam Alan
Namun belum ada niat untuk menunjukan siapa dirinya, ia ingin melihat sampai dimana keberanian yang di tunjukkan Lika. Dan ia juga waspada jangan sampai Lika meminta tolong pada orang rumah, bisa habis dirinya nanti.
Padahal di dalam otak Lika, ia tak punya pikiran tentang hal tersebut sama sekali. Lika memang terkenal dengan tellme, apalagi tengah panik seperti ini.
__ADS_1
Alan pun mencoba menggedor jendela kamar Lika lagi, dan alhasil terdengar suara rintihan Lika yang sangat ketakutan