SAHABAT KU CINTAKU

SAHABAT KU CINTAKU
episode 37


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE VOTE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...


TOLONGLAH YA GUYS KARENA DUKUNGAN KAMU SANGATLAH AUTHOR BUTUHKAN UNTUK SEKARANG....


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS..


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Alan yang sudah tak bisa meminta bantuan,Karena Yuli jelas jelas menolak untuk membantu nya.


Ia memang sadar jika segala perkataan nya, harus di tanggung.Karena hal tersebut lah yang bisa mengajarkan seseorang, jika segala sesuatu perbuatan dan perkataan haruslah di pikirkan lebih dahulu.


Sedangkan Lika yang matanya sembab, keluar dari dalam kamar nya dan langsung pamit. Nafsu makannya seketika hilang, mengingat semua perkataan Alan tadi.


" Bunda aku pamit ya". Ucap Lika


" Lho kok kamu nggak sarapan dulu nak, terus ini muka kamu kenapa hah.Perasaan tadi Bunda lihat senyuman merekah tapi sekarang kok jadi begini "? Tanya Ella khawatir.


"Aku lagi buru buru Bunda,soalnya ada pasien gawat jadi nggak bisa lama lama.Aku pamit ya Bun nanti sarapannya di rumah sakit saja". Pamit Lika langsung pergi setelah mencium puncak tangan Ella..

__ADS_1


Ia tak ingin berlama lama di depan Ella,karena Bundanya itu pasti mencari tahu segala yang terjadi. Saat ini ia sudah berada di dalam mobil ,dan langsung menuju ke rumah Sakit.


Sepanjang perjalanan Lika hanya menitikkan air matanya ,hatinya begitu sakit.mengingat jika pria yang ia harapkan akan menjaga nya,dan ternyata pria tersebut adalah sumber kesedihannya.


" Kenapa kamu tega Lan,apa kamu sebenarnya menjadikan ku pelarian kamu saja untuk melupakan Yuli". Lirih Lika


" Jika memang seperti itu kamu keterlaluan ,aku tak kan pernah mau memaafkan kamu lagi ". Sambung nya Lagi.


Hatinya kalut,sedih ,marah dan juga sakit ,ia berpikir kenapa selama ini nasib percintaan nya selalu tragis.


Pertama di tinggalkan Jason ,pas waktu keduanya tengah mempersiapkan pernikahan. Jason pergi membawa sejuta kesedihan ,dan harapannya seakan sirna sudah.


Namun di saat hatinya sedang terpuruk,Alan datang dan menyembuhkan hatinya yang sedang terluka. Alan datang sebagai sahabat dan juga seseorang yang sangat berharga dalam hidup nya.


Memang betul kata orang jika cinta itu datang karena kebiasaan ,cinta datang karena adanya kecocokan ,cinta datang karena adanya kenyamanan.


Tak terasa mobil yang dikendarainya kini ,sudah memasuki area parkiran rumah sakit. Setelah ia memarkirkan mobilnya ,lalu masuk kedalam rumah sakit.


Namun langkah terhenti ,karena seseorang memanggil nya.


" Pagi Dokter Lika". Sapa Adnan


Lika pun menoleh kearah suara,dan melihat Adnan tengah tersenyum kearah nya.


" Pagi juga Dok".Sahut Lika datar dan langsung pergi dari hadapan Adnan.Namun Adnan langsung mengejar dan mensejajarkan langkah kaki nya.


" Ini masih pagi Dok ,jadi jangan terlalu terburu buru". Ujar Adnan.

__ADS_1


" Hemm terserah dokter saja jika mau slow,tapi saya lagi ingin cepat keruangan Saya. Sebelum telinga saya sakit karena dengar tetangga sebelah,nyerocos terus tidak tahu berhenti ".Sindir Lika


Memang dasar Adnan yang tak punya malu ,atau sengaja menahan malu.Perkataan Lika tadi dianggapnya sebagai rayuan ,atau apalah di dalam otaknya kini.


" Kita sarapan dulu yuk dok". Ajak Adnan yang mana membuat yang di ajak langsung menghentikan langkahnya.


Ketika ia ingin menolak ajakan Adnan,namun ia urungkan.karena sesuatu yang di hadapan nya kini ,tengah menatap kearah nya tanpa berkedip.


Lika pun sengaja mengiyakan kemauan Adnan ,karena ingin menyalahkan api kompor. Eh salah guys maksudnya ,menyalahkan api cemburu ,yang ia sendiri tak ambil pusing mau di padamkan atau tidak.


" Baiklah aku setuju ,kebetulan perutku juga lapar Yuk kekantin". Ajak Lika sambil menggandeng tangan Adnan.


Blush


Wajah Adnan langsung merona,hati nya sangat senang karena akhirnya terkabul juga keinginan untuk bisa mengobrol dekat dengan Lika.


Keduanya berjalan beriringan ,sambil menggandeng tangan.Semua mata menatap heran kearah keduanya ,sebab bukan rahasia umum lagi.Jika Lika selalu tak peduli dengan Adnan,dan bahkan terkesan malas tahu.


Tapi kini yang di hadapan mereka sungguh sebuah rekor baru ,akhirnya Adnan bisa menaklukkan hati seorang dokter cantik yang bar bar.


" Ciee ciee romannya ada yang lagi Fall in love nih". Goda para dokter dan suster yang berada di kantin tersebut.


Tapi yang tidak mereka sadari,jika dari tadi ada yang sedang terbakar tapi tak gosong.Alan dari tadi memperhatikan Lika yang sedang menggandeng tangan Adnan.


Alan ingin mendekati Lika,tapi ia takut akan membuat Lika semakin kesal kepadanya. Dengan mengepalkan tangan menahan emosi,ia mendengar semua pujian orang untuk kekasih dan dokter sok kegantengan itu.


"Dasar dokter sialan itu, menggunakan kesempatan dalam kesempitan.Awas saja kalau sampai tangan sialan nya itu menyentuh kekasihku, ku pastikan akan patah bagi enam".Gumam Alan dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2