
VOTE TERSEYENG
TERIMA KASIH!!!!
💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
" Kalau boleh tahu kamu punya rahasia apa"? Tanya Alan lagi..
" Aku sebenarnya belum jadian sama Lika,tapi sepertinya dia juga punya perasaan ke aku.Jadi rencananya aku mau tunggu dia disini,sekaligus mau mengatakan cinta.Makanya aku minta kamu pergi ,biar jangan ganggu suasana romantis nya". Sahut Adnan sambil tersenyum
" Gila nih dokter jaman purba,pake mau nembak cewek aku lagi.Ini nggak bisa dibiarkan ,lama lama pacarku di gebet juga nih". Gumam Alan dalam hati.
"oh tak bisa begitu ,bukankah sesuatu yang bahagia harus di bagikan ".Alan memberikan alasan agar tetap berada di situ j
Adnan yang sedang bahagia pun ,akhirnya menyetujui permintaan Alan. Karena dirinya memang tak tahu ,apa yang ada dalam pikirannya Alan kini.
Hoho Abang Alan kamu memang terbaik ,memang bagus semua pebinor harus di halau dari muka bumi ini.
Keduanya mengobrol tak jelas,apalagi tingkah Adnan yang sok akrab.Yang membuat Alan ingin sekali mendepak nya dari ruangannya Lika,ia kesal karena mendengar Hal yang tak ingin sama sekali di dengar nya.
ceklek
__ADS_1
Akhirnya yang di tunggu pun datang ,Lika sangat terkejut bagaimana ceritanya sampai Adnan kini ada diruangannya.
" Sayang kamu masih disini "? Tanya Lika
Adnan mengira Lika menanyakan dirinya ,ia pun berjalan menghampiri Lika dan hendak memeluknya. oh tidak ,saat Adnan mendekatinya Lika berjalan menuju Alan dan menciumnya .
" Sayang aku kira tadi kamu sudah pergi ,eh taunya masih ada".? Tanya Lika lagi.
Adnan membulatkan matanya ,ketika Alan mencium keningnya Lika dan tersenyum mengejeknya. Wajah Adnan kini memerah bukan karena senang tetapi Malu.
Malu karena ternyata ia tadi membanggakan dirinya di depan Alan sebagai kekasih Lika.Padahal sebenarnya kekasih wanita itu adalah orang yang di hadapannya.
" Kalian pacaran "? Tanya Adnan memastikan
" Bukan pacaran tapi Tunangan ,dan akan segera menikah". Sahut Alan
" Lho dokter tadi katanya mau bicara sesuatu kepada Dokter Lika "? Tanya Alan sembari tersenyum smirk ke arah Adnan.
Tanpa membantah Adnan langsung keluar dari ruangan itu,dan mengutuk kebodohan yang telah ia lakukan tadi.
" Dasar bodoh mempermalukan dirimu sendiri ,sadarlah kalau dia sudah ada yang punya. Lebih baik cari yang lain,di luaran sana masih banyak wanita cantik ". Gumam Adnan
Tita yang baru keluar dari kantin ,mendekati Adnan dan mengajak nya ngobrol.
__ADS_1
" Haii dok mukanya kok kusut amat, kaya kedapatan selingkuh". Goda Tita
" Bukan kedapatan Selingkuh ,tapi baru habis dari medan pertempuran. Terus kalah sebelum bertempur,akhirnya pulang gigit jari". Sahut Adnan
Tita heran dengan jawaban yang di berikan oleh dokter idolanya itu,maksudnya apa berbicara seperti tadi.
" Emangnya tadi dokter baru pulang bertempur di mana"? Tanya Tita polos
" Bertempur memperebutkan hal yang tak kasat mata,cukup untuk dirasakan dan dihayati ". Sahut Adnan yang langsung membuat Tita bergidik ngeri. Dalam pikirannya kini adalah,Adnan sedang stress memikirkan pekerjaan hingga berbicara untuk menghibur dirinya.
" Lanjutkan dok bertempur nya,aku juga mau cari teman untuk di ajak bertempur diranjang". Sahut Tita absurd bahkan tak ada rasa malunya lagi.
Begitulah orang kalau sedang stress ,hal yang selama ini anti untuk disebut pasti menjadi hal yang mudah untuk di bahas.
Tita pergi tanpa melihat ekspresi heran dari Adnan ,ia merasa ucapannya tadi biasa saja.Bahkan bisa buat motivasi ,agar secepatnya cari jodoh.
Alan diruangan Lika sedang tersenyum puas,karena sudah berhasil menunjukan kepada Adnan bahwa ia adalah kekasihnya Lika.
" Sayang muka kamu kok senang banget"? Tanya Lika
" Ya iyalah senang Yang,orang hari ini aku berhasil mendepak jauh gangguan hubungan kita ". Sahut Alan sambil tersenyum.
" Iya Yang senang sih boleh ,tapi jangan seperti orang gila juga kan". Ejek Lika
__ADS_1
" Haha yang buat aki jadi orang gila kan kamu,jadi ya akui saja ". Ujar Alan
" Hemm pasti akhirnya bicara seperti itu". Ketus Lika