SAHABAT KU CINTAKU

SAHABAT KU CINTAKU
episode 44


__ADS_3

HAIII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Skip


Malam ini Alan dan Mikha tengah bersiap, menemui Bunda nya Lika untuk meminta restu. Alan sedang bercermin menatap pantulan dirinya di cermin ,untuk melihat apa ada yang kurang masih.

__ADS_1


" Hemm sudah tampan kok anak Mama,jadi jangan di cek ulang lagi. Nanti buat makan waktu lama,dan akhirnya terlambat kesana terus mereka sudah tidur". Ledek Mikha.


" Jangan ngomong seperti itu dong Ma,aku kan jadi takut nih. Terus mau ketemu camer ya penampilannya harus perfect,biar tidak di tolak karena bakal punya menantu tampan seperti ini ". Sahut Alan narsis


Mikha jengah menatap kearah putranya ,yang sedang naik kepercayaan dirinya. Ia pun sudah tak ingin berdebat lagi ,memilih mengambil tas nya di kamar dan langsung memanggil putranya agar segera berangkat.


" Heii Boy ayo jalan ,kalau tak jadi ngomong biar mama mau bobo Syantik ". Teriak Mikha.


"Ya jangan seperti itu dong Ma,nih aku sudah siap ayo berangkat ". Sahut Alan dan keduanya kini menuju kediaman Handoyo.


Sepanjang perjalanan Alan sangat gelisah ,beribu macam pikiran sedang bersarang di otak nya.Ia sangat takut jangan sampai di tolak oleh Ella,padahal ia sangat tak ingin berpisah dari Lika.


" Nak kamu rileks saja ya,jangan di buat tegang begitu ya.Bukan kah maksud dan tujuan kita baik,jadi pasti Tuhan akan mempermudah langkah kita sekarang". Ujar Mikha mencoba mengingatkan putranya agar tidak terlalu risau.


" Iya Ma makasih ,padahal sedari tadi Aku sudah berusaha rileks supaya jangan gugup. Tapi tetap saja selalu saja tidak bisa ,mungkin efek baru pertama kali ".Sahut Alan


Mikha mencoba untuk tidak menangis ,karena ia sangat kasihan melihat anak semata wayangnya itu.Padahal biasanya jika hendak melamar anak gadis orang ,ayah selalu menemani.Tapi itu tak kan pernah di rasakan Alan,karena ayahnya sudah berpulang dan tak bisa menemaninya.

__ADS_1


Alan yang melihat jika Mama nya tengah bersedih ,membuatnya jadi kebingungan.Padahal tadi terlihat biasa saja,kenapa sekarang jadi begini.


" Ma kenapa kok jadi sedih begitu bukan nya senang ,Mama kan sedikit lagi sudah ada teman di rumah.Jadi jangan pasang wajah seperti itu lagi ,karena Alan nggak suka melihatnya ". Ucap Alan


" Maafkan Mama Nak,karena kamu harus pergi menemui orang tuanya Lika sendiri". Lirih Mikha


" Huft Mama jangan sedih gitu dong,Aku kan nggak pernah mempermasalahkan hal itu.Lagian yang penting Mama selalu ada di sisinya Alan ,hal itulah kebahagiaan ku tersendiri ". Sahut Alan tulus.


" Makasih Nak karena sudah mengerti keadaan Mama sekarang ,dan menemani Mama di saat yang sulit. "Sambung Mikha lagi


" Sudah dong Ma jangan sedih lagi,kita kan mau pergi lamar menantu Mama bukan nya mau pergi melayat ". Ujar Alan sambil tertawa kecil.


Namun perkataan nya di tanggapi dengan kekesalan oleh Mikha.Ia tidak suka jika putranya membahas Hal yang seharusnya tak di bahas,karena pamali hukum nya.


" Huss jadi orang kok mulutnya nggak di jaga dulu,jangan asal nyerocos nggak jelas". Kesal Mikha.


" Hehe maafkan anak mu ini Ma,tadi kan bercanda doang ". Ujar Alan.

__ADS_1


" Bercanda nggak tau aturan". Sahut Mikha tajam.


__ADS_2