SAHABAT KU CINTAKU

SAHABAT KU CINTAKU
episode 18


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU....


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS..


LANJUT.....


Tita sebenernya merasa sakit hati, namun sebisa mungkin ia tak menunjukkan ke Adnan. Dengan langkah yang gontai, ia beralasan bahwa akan ke toilet.


" permisi Dok, saya mau kebelakang dulu ". Pamit Tita.


" Tapi kamu bisa kan bantu saya untuk mencari tahu "? Tanya Adnan


" Maaf Dokter tapi sepertinya saya tidak bisa, soalnya saya tidak pernah mencampuri urusan pribadi dengan urusan pekerjaan. ". Tolak Tita


Setelah mengatakan itu semua Tita langsung meninggalkan Adnan. Ia merasa kesal dan mulai emosi atas tindakan Adnan.


" Huft tampang nya doang oke, tapi kelakuannya buat aku muak".Kesal Tita


Lika yang melihat wajah Tita yang d tekuk langsung menghampiri nya.


" Hei muka kamu kenapa. kok cemberut gitu"? Tanya lika.


" Dokter mah tega tadi ninggalin aku sendiri ". Ucap Tita sambil mengerucut kan bibirnya.


" Eh Bukannya terimakasih, malah marahin aku "?Ucap Lika


" Idih terimakasih apaan, yang ada bikin kesal ". Sahut Tita


" lho kok gitu jawabannya "? Lika heran

__ADS_1


"udah ah dok, aku mau ketoilet dulu deh mau lepasin beban berat yang sudah kupikul dari tadi"ujar Tita


Lika hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah Tita.Ia seperti sedang melihat dirinya dalam diri Tita.


" pulang dulu deh aku mau kerumah sobat gesrek ku dulu."Gumam Lika.Ia pun pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju apartemennya Alan.


Namun saat ia akan pergi bertemu dengan Adnan. Lika yakin jika Adnan pasti sudah menunggunya dari tadi.


"oh Tuhan kiriman malaikat tak bersayap mu, dari buaya buntung tak ada kerjaan".gumam Lika yang menatap jengah ke arah Adnan.


" Hai Ka kamu mau ke mana sih?"Tanya Adnan


"hallo sayang cintaku pujaan hati ku".Alan tiba tiba muncul


senyum lika langsung terbit,manakala melihat Alan yang muncul. Ia tersenyum sambil memandang Alan, ia tak menyangka jika sahabat nya itu selalu muncul saat di butuhkan seperti ini.


Lika langsung menghampiri Alan dan memeluk nya.Ia sangat bersyukur memiliki sahabat sebaik Alan. Alan pun membalas pelukan Lika dan menatap kearah Adnan. Alan seolah menunjukkan jika Lika hanya milik nya seorang.


Adnan mengepalkan tangannya menahan emosi.Ia sangat membenci tatapan mengejek dari Alan.Dengan emosi yang masih di ubun ubun, ia pergi dari tempat tersebut sebelum matanya tambah sakit.


" Memangnya kamu kenapa tadi "? Tanya Alan padahal ia sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi.


" Hem sudahlah nggak perlu di bahas lagi, kamu kok bisa ada di sini padahal tadi masih di apartemen".Tanya Lika


" Aku kan sudah janji sama kamu, jadi aku kesini supaya kamu nggak terlalu lama menunggu ".Sahut Alan


" Nggak kok orang aku juga baru saja kelar kok pekerjaan nya ".Ucap Lika


Alan yang tadi sedang istirahat siang, mimpi bahwa Lika sedang duduk bersama pria lain. Entah siapa Alan tak tahu, tidurnya pun jadi tak tenang. Ia memutuskan pergi kerumah sakit, saat sampai di sana ia melihat Lika sedang berbicara dengan Adnan.


Alan yang kesal tapi sebisa mungkin ia tahan, lalu menunjukkan kemesraan dihadapan Adnan. Seolah sengaja menunjukkan kepadanya jika Lika hanya miliknya.


" Aku kesini karena tak mau kamu di ambil orang ".Sahut Alan


" haha kamu tuh ya ada saja, memangnya siapa sih yang mau ambil aku sih"? Tawa Lika

__ADS_1


" Kamu nggak nyadar ya, jika ada yang lagi caper ke kamu"? Tanya Alan yang sedikit kesal karena Lika tak paham jika Adnan sengaja mendekatinya.


" ngapain juga aku mesti pikiran, kan aku sudah punya kamu ". Sahut Lika santai


Alan langsung tersenyum mendengar perkataan lika tadi, pria mana yang tak bahagia jika di anggap penting bagi orang yang kita cintai.


" Ya sudah jadi gimana mau jalan atau masih mau berdiri sampai lumutan disini"? Tanya Lika


" Ayo jalan pergi minta izin mau kawin". Sahut Alan


" Memangnya mau minta izin untuk siapa dan Di mana "? Tanya Lika


" minta izin ke Jason, supaya aku bisa nikahi mantan nya". Ujar Alan


Lika langsung marah ke Alan, karena ia mengira Alan akan menikahi mantan nya Jason.Yang ia tak tahu siapa orang yang dimaksud, ia ingat betul bagaimana Jason meninggalkan kan nya.


" Kalau kamu kesana hanya untuk minta izin mau kawin, lebih baik nggak usah karena karena dia Jason pergi". Ucap Lika yang sedang mengepalkan tangan nya karena emosi.


Alan jadi bingung apa maksud Lika mengatakan itu semua, dan mengapa menyalahkan dirinya sendiri. Ia belum konek jika Lika kini tengah salah paham, dan membuat gadis cantik tersebut salah paham.


" Ka kok kamu jadi ngomongin yang nggak jelas sih, coba kamu jelaskan supaya aku pahami dan tak salah paham ". Pinta Alan


Lika yang sedang emosi pergi meninggalkan Alan begitu saja. Ia bahkan tak peduli dengan panggilan Alan kepadanya, yang masih berusaha menghentikan langkahnya.


Alan mengacak rambut nya frustrasi, ia bingung sebenarnya apa yang terjadi pada wanita tersebut. Tiba tiba marah yang tak jelas. Namun Alan bukan tipe pria yang selalu mempertahankan egonya.


Ia memutuskan untuk mengejar Lika, supaya meluruskan kesalahpahaman yang ia sendiri bingung karena apa.


" Aduh ka, kamu kenapa sih main pergi saja, aku kan jadi bingung salahku apa". Gumam Alan sambil mencari cari Lika.Netranya menatap sosok yang di cari nya sedang duduk sendiri di taman samping parkiran.


Alan pun mendekati Lika, dan langsung duduk di samping nya. Alan bahkan tak peduli tatapan Lika yang tajam kepada nya.Saat Lika hendak pergi Alan langsung menarik Lika agar tetap duduk.


" Ka kalau aku salah maafkan aku, tapi tolong jelaskan apa salah ku". Ucap Alan


Namun Lika tak peduli ia bahkan hanya diam saja, tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaan dari Alan tadi.Alan semakin bingung, karena Lika sama sekali tidak bergeming atau pun merespon perkataan nya

__ADS_1


__ADS_2