
HALLO READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA
VOTE NYA JUGA YA
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Lika masih bingung dengan arah pembicaraan kekasihnya itu,kalau cinta ya sudah diketahuinya dari dahulu.
" Maksudnya kamu itu apaan sih,dari tadi ngomongnya nggak jelas "? Tanya Lika bingung.
"Astaga nih cewek aku coba balas bilang aku cinta kamu,atau apalah biar hati senang eh ini tidak peka sama sekali." Ucap Alan dalam hati.
" Sayang kamu nggak sadar atau gimana hem,masa aku bilang cinta tapi responnya seperti itu"?Tanya Alan penasaran.
Lika akhirnya tersadar jika kekasihnya itu sedang menunggu jawabannya ,ia hanya tersenyum dengan tingkah kekasihnya itu.
" Iya iya aku juga sangat mencintai kamu Sayangku,belaian jiwaku untuk kini dan selamanya ".Ujar Lika sambil tersenyum ceria.
__ADS_1
Alan akhirnya tersenyum lebar,karena keinginannya terkabul juga.
" Nah kalau begitu kan rasanya sangat menyenangkan ,dan aku sangat menyukainya."Sahut Alan
" Ya sudah ayo masuk Yang ,tadi Bunda sempat tanya saat aku buru buru keluar ". Ajak Lika.
" Memangnya kamu buru buru mau kemana "? Tanya Alan yang tak sadar akan apa yang ditanyakannya.
" Kamu nggak sadar dengan pertanyaan kamu tadi"?Tanya Lika memastikan.
" Memangnya kenapa "? Tanya Alan heran.
" Ihh kamu nih tadi kan kamu ngancam aku ,jadi mau tak mau harus buru buru.Kamu ini kenapa sih,tingkahnya sudah seperti orang tua pikun". Kesal Lika.
" Haha sudah ah Yang ,maafkan aku yang tadi kerjain kamu. aku kan hanya ingin melihat kamu,soalnya kan aku kangen sekali ". Sahut Alan tak enak hati.
" Ya iyalah itu pasti akan kulakukan setiap hari,bahkan mungkin bisa menjadi penjaga pintu pagar rumah kamu".Ujar Alan semangat.
" Yaelah bang nggak perlu segitunya kali,nanti bisa bisa disuruh jadi satpam sama Bunda". Balas Lika.
" Satpam untuk jaga kamu tiap malam aku mau,bahkan tanpa diminta sekalipun ". Goda Alan.
" Dasar mesum ". Ejek Lika balik.
__ADS_1
" Mesumnya kan cuman sama kamu kali yang". Sahut Alan ..
" Aku ogah".Ketus Lika.
" Iya sekarang bilang begitu ,tapi nanti pasti minta tambah". Goda Alan lagi.
Tanpa sadar keduanya sudah berada dalam ruang keluarga ,tampak Ella sedang menatap keduanya. Tapi sepertinya obrolan mereka sangat serius ,hingga tak sadar jika ada sepasang mata yang sedang menatap mereka.
" Ehemm".Ella berdehem.
Alan dan Lika langsung menghentikan obrolan mereka ,karena sadar jika mereka tak hanya sendiri disitu.
" Eh pagi Bunda". Sapa Alan setengah terkejut.
"Pagi juga nak,ayo masuk duduk di sana saja .Dan kamu Lika ayo cepat siap diri ,bukannya mandi malah keluar rumah untuk menunjukkan muka bantal kamu itu". Ledek Ella.
Akhirnya dia dan Alan menuju keruang makan,sembari menunggu Lika bersiap diri.
"Kamu tumben nak ,sepagi ini datang kesini"? Tanya Ella penasaran.
" Aku mau menjemput Lika untuk pergi kerumah sakit,karena hari ini dia mau mengajukan cuti".Sahut Alan.
" Oh iya ya Bunda lupa ,maklumlah rencana nikah kalian juga dadakan "! Goda Ella sambil tertawa kecil.
__ADS_1
" Ya seperti itulah Bunda,"Sahut Alan sambil menggaruk kepalanya tak gatal.
" Ya ya seperti itu lah apa mau dibilang ". Ucap Ella