SAHABAT KU CINTAKU

SAHABAT KU CINTAKU
episode 30


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE VOTE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...


JANGAN LUPA MAMPIR JUGA DI KARYA TERBARU AUTHOR SAHABAT KU CINTAKU


DAN AKU WANITA TERHEBAT..


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS...


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT***


Alan yang mendengar jika Lika sudah ketakutan,langsung menghentikan aksinya tersebut. Lagian kekasih mana ,yang mau orang yang dicintai ketakutan dan menangis.


Alan terpaksa langsung mengeluarkan suaranya ,agar Lika tak ketakutan lagi.


"Lika,Sayangku ini aku my lope mu, bukain dong jendelanya. Bisa lumutan nih aku, belum lagi jadi santapan nyamuk nakal". Panggil Alan


Lika yang tadi ketakutan langsung tersenyum,Pasalnya ketika mendengar suara Alan seperti sebuah kekuatan untuk nya .


Dengan senyum sumringah,ia pun langsung membuka jendela. Setelah Alan masuk, ia tersenyum kaku takut jika Lika akan marah. Sebab tadi ia sempat mengerjai dirinya.


Lika yang melihat Alan langsung memeluknya, ia sangat merindukan kekasih tampan nya itu.

__ADS_1


" Ah sayang aku sangat merindukan mu saat ini ". Ucap Lika senang


" Haha aku juga sangat merindukan mu, kekasih ku cintaku sayang ku segalanya bagiku ". Ujar Alan sambil tertawa kecil


Mendengar perkataan Alan tadi Lika tersenyum, pasalnya kekasih nya itu sangat pandai menggoda dirinya.



Lika memeluk erat tubuh Alan, sebab aroma maskulin tersebut sangat membuat nya merasa nyaman.


Alan mengangkat wajah Lika menghadap wajahnya. Lika pun menurut dan menatap lekat, pria tampan yang memeluknya itu.


Alan yang melihat bibir Lika yang begitu merona, tak menyia nyiakan kesempatan. Ia langsung mel***t bahkan Lika pun tak mampu mengimbangi.


Sebab dahulu saat bersama Jason, ia tak pernah bisa membalas nya.apalagi kebersamaan mereka yang sangat singkat. Dan tak memungkinkan ia untuk menjadi seorang pencium yang handal.


Tubuh Lika membeku dan tak bisa berkata kata lagi,sebab ia hanya berdiri mematung. Alan yang melihat tak ada respon dari Lika, langsung menggigit bibir bawah nya dan Lika pun mengerti.


Setelah dirasa pasokan oksigen keduanya berkurang, barulah keduanya berhenti. Jangan di tanya lagi, bagaimana wajah Lika kini, author yakin sebelas duabelas dengan kepiting rebus.


Sedangkan Alan terlihat biasa saja tanpa dosa, padahal ia tak tahu kini Lika tengah olahraga jantung malam hari.


" Sayang kok lihat nya di bawah saja, padahal aku lagi berdiri lho di depan kamu sekarang "? Tanya Alan


" Huft nih orang urat malu nya sudah putus, atau udah kendor ya.Masa sudah ngelakuin kaya tadi, sikapnya biasa saja sedangkan aku seperti mau loncat ke tengah laut deh". Umpat Lika dalam hati.


Karena Lika tak kunjung mengangkat wajahnya, Alan langsung menarik nya masuk dalam pelukan nya.


" Sayang kamu kenapa sih, diam saja saatdi tanyain "? Tanya Alan sedikit cemas

__ADS_1


" Kamu tuh ya nggak peka atau memang mati rasa, aku kan malu" .Gerutu Lika


" Oh jadi karena itu, aku sepertinya punya solusi deh". Saran Alan


Mendengar perkataan Alan barusan, membuat jiwa keponya Lika langsung meronta.


" Wow saran apaan sih Yang, aku penasaran deh". Tanya Lika kepo


" Hehe gimana kalau kita nikah saja, biar buat lebih dari tadi kan sudah halal". Goda Alan


Sedangkan Lika mendelik kesal, pasalnya ia dari tadi menunggu sarannya Alan.Namun apa yang terjadi, bukannya saran yang didapat eh ini malah ajakin kawin.


" Kamu tuh ya mulut sama otak tak pernah bisa di ajak kerja sama. Tahu begini lebih baik tak usah jujur saja tadi, namun apa mau di kata, semua sudah terjadi dan tak bisa di ulang lagi". Kesal Lika


" Lha aku kan cuma kasih saran saja, lagian tadi kamu yang suruh aku buat nikah sama kamu". Sahut Alan


" Idih kata siapa, orang akunya nggak pernah ngomong seperti itu kok. "Lika coba memberi alasan


"hoho sayang maaf ya, tadi aku dengar jelas kok apa yang kamu bilang. Mama aku mau kawin sama Alan, aku nggak mau sendiri aku takut". Ucap Alan sambil menirukan gaya bicara seperti Lika.


Netra Lika membulat, karena ia sangat ingat betul apa yang tadi ia ucapkan saat ketakutan. Wajahnya memerah ketika mengingat saat ia minta Alan untuk menikahi dirinya.


" Ah malunya aku, lagian ini mulut kenapa harus keceplosan sih."Kesal Lika dalam hati.


" Jadi gimana Yang , kita ketemu Bunda sekarang atau bagaimana "Alan menggoda Lika


" Huss mana ada dalam sejarah, melamar anak gadis orang tengah malam. Sudah ah kamu keluar, nanti ketahuan Bunda kamu bakalan kena amukan nanti".Lika mengusir Alan


" Ya sayang kamu mah tega, aku kan masih kangen.Gimana kalau malam ini kita bobo nya barengan saja ya plis ".Ucap Alan memelas

__ADS_1


" Gila ya kamu, sudah ah sebelum kedengaran Bunda ". Sambung Lika lagi


Sedangkan Alan yang hanya mengerjai Lika, tersenyum.sepertinya Lika bukan tipe wanita yang muda di bujuk, ah kerjaan Alan besok lusa pasti akan lebih berat nih


__ADS_2