SAHABAT KU CINTAKU

SAHABAT KU CINTAKU
episode 39


__ADS_3

HAIII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE VOTE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


GUYS AUTHOR LAGI KURANG FIT ,JADI SEPERTI NYA BAKAL JARANG UP...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Lanjut ***


" Kalau boleh tahu ada perlu apa ya,dengan dokter Lika "?Tanya Tita


"Saya ada keperluan penting dengan nya ,"sahut Alan.


" Tapi dokter Lika nya lagi makan di kantin,tadi saya lihat bersama dokter Adnan ".Ucap Tita.


" Iya saya tahu ,tadi sudah saya telpon katanya suruh tunggu di ruangannya saja". Ujar Alan serius.


Tita mengeryitkan keningnya ,sebenarnya siapa pria yang di hadapannya kini. Kenapa sampai dokter Lika menyuruh nya menunggu di ruangannya saja.

__ADS_1


Padahal menurutnya ruangan tersebut sangat privasi ,tapi dari pada otaknya di penuhi pertanyaan yang tak ada jawabannya. Lebih baik ia bertanya saja,toh orang nya kini juga kan ada di hadapannya.


" Mmm maaf jika saya lancang,perkenalkan nama saya Tita.Memang betul kalau saya ada asistennya Dokter Lika.Bagaimana kalau sambil menunggu dia,aku temani ". Tawar Tita


" Oh terima kasih ,tapi kebetulan istri ku juga mau datang,jadi lebih baik saya tunggu di ruangannya dokter Lika saja". Tolak Alan.


Tita langsung tertunduk lemas ,pasalnya hilang sudah harapannya untuk mendapatkan makhluk Tuhan yang paling sempurna.


" Ya sayang memang nasib mu Tita,selalu terlambat start. kenapa Ya semua cogan du dunia ini,selalu laku lebih dulu.kenapa ya nasibku begini, aku tarik deh kata kataku yang tadi, kalau dokter Adnan memang jodoh ku". Gumam Tita


Alan hanya berdiri bingung ,karena Tita dari tadi sepertinya sedang berpikir keras.Dan yang membuat nya kesal,permintaan nya dari tadi belum di jawab,ia takut keburu Lika datang bisa rusak semua rencananya.


" Jadi Gimana Sus, apa boleh saya masuk"? Tanya Alan memastikan


" ehh iya maaf saya lupa, iya silahkan masuk".Ucap Tita gugup.


Sementara itu Suster Tita kembali ketempat para perawat berkumpul ,namun tak sengaja bertemu dengan Lika dan Adnan. Tapi karena moodnya lagi buruk,ia memilih tak merespon keduanya lalu berlalu begitu saja.


Sedangkan Lika heran,karena tak biasanya asisten gesrek nya itu kalem tanpa menyerocos seperti air mengalir.


" Tuh orang kenapa ya, tumben diam"? Tanya Lika


" Sakit gigi kali". Sahut Adnan santai


Keduanya berpisah setelah Lika tak terlalu merespon perkataan Adnan.

__ADS_1


Flash back off


Lika tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya kini, seseorang yang paling ingin di hindari kini sedang tersenyum tanpa dosa di hadapannya.


Lika yang sedang tak ingin bertengkar ,memilih keluar dari ruangan tersebut.Tapi sayang langkah nya kalah cepat dari Alan,bahkan kini jarak keduanya sangat dekat.


Lika membuang wajahnya ,dan meronta ingin melepaskan pegangan Alan di tangannya. Namun Alan sama sekali tak peduli ,ia bahkan memegang sangat erat.


Alan yang melihat Lika yang tak mau menatap nya,hatinya begitu sakit. Ketika seseorang yang sangat berarti dalam kehidupan kita,dan karena kesalahan yang telah kita perbuat orang tersebut menjauhi kita.Percayalah saat itu terjadi,hati kita bagaikan di tusuk ribuan paku tapi tak berdarah.


" Sayang aku minta maaf karena mulut bodohku ini,berbicara yang tak sopan kepadamu. Sungguh Yang,aku cemburu ketika saat bersama ku,tapi kamu malah membandingkan ku dengan nya.Aku cemburu hingga tanpa sadar mengucapkan sesuatu yang salah,pukul aku atau maki aku sesuka kamu,tapi tolong jangan mengganggap ku seperti tak ada seperti tadi".Lirih Alan sambil mencium tangan Lika berulang kali.


Namun Lika masih tak bergeming ,ia bahkan tak ingin menoleh kearah Alan yang sangat frustasi karena telah di abaikan oleh Lika.


" Sayang kamu tega sama aku,baiklah ". Lirih Alan melepaskan pegangan tangannya.Yang mana membuat Lika terkejut ,ia mengira Alan putus asa dan akan pergi.


Namun ternyata ia salah besar,Alan malah bersimpuh dibawah kakinya. Dan terlihat matanya sembab pertanda pria tampan itu kini menangis dalam diam ,yang mana membuat hati Lika menjadi tak tega.


Lika pun ikut bersimpuh di hadapannya Alan,dan memegang pipinya. Alan yang merasa Jika Lika memegangi pipinya ,mengangkat wajahnya dan melihat Lika tengah tersenyum padanya.


" Sudah jangan menangis lagi,jelek tahu kelihatannya dan bikin aku nggak cinta lagi karena punya kekasih pria cengeng kan malu". Ejek Lika


Alan langsung tersenyum dan memeluk tubuh mungilnya Lika, karena saking senangnya ia bahkan memeluk sangat erat hingga Lika kesulitan bernapas.


Lika yang kesal ,mendorong kuat tubuh Alan hingga terlepas lalu memasang wajah galak nya.

__ADS_1


" Kamu sengaja mau buat aku kehabisan nafas supaya aku cepat mati ya,setelah itu kamu cari deh yang lain".Kesal Lika


__ADS_2