
5 Tahun Kemudian.
Setelah melewati pelatihan yang sulit, akhirnya Jean mendapatkan tugas pertamanya.
" Jean apa kau siap?, " tanya Tuan Jorce, dingin
" Sudah Ayah, " jawab Jean, dingin.
" Malam ini, kau akan menjalankan tugasmu, " perintah Tuan Jorce.
" Baik Ayah, " jawab Jean.
" Jean, kau sudah bertambah kuat sekarang. Ayah yakin kau bisa, " kata Tuan Jorce.
" Tentu Ayah, aku sudah lama menunggu. Inilah saatnya, " jawab Jean, dingin dan memancarkan aura membunuh yang sangat kuat.
Tuan Jorce sangat puas, ia merasa berhasil dalam melatih dan mendidik Jean. Sekarang ia merasa lega karena Jean sudah menjadi orang yang sempurna di matanya. Tuan Jorce semakin yakin bahwa Jean akan menjadi penerus dan pewaris yang hebat.
Matahari yang terik telah berganti dengan bulan yang indah. Waktunya telah tiba untuk Jean menjalankan misinya.
Jean segera menyiapkan peralatannya, ia hanya membawa 2 pistol dan 1 pisau. Karena Jean ingin melaksanakan tugasnya secepat mungkin, ia hanya sendirian pergi menyelesaikan misinya.
Jean dalam perjalanan untuk menyelesaikan misinya, akhirnya ia sampai di tempat tujuan.
' Akhirnya, waktunya telah tiba. Ayah , ibu aku akan membalas mereka yang telah mengambil hakku ' batin Jean.
Jean turun dari mobilnya, ia pergi menuju sebuah rumah mewah.
Jean menuju ke halaman belakang rumah itu, ia memanjat tembok rumah itu. Jean membawa tali jangkar yang berada di bagasi mobilnya, ia melemparkan tali itu ke lantai 2, saat ia merasa jangkarnya tergaet di tembok dan kuat untuk digunakan, Jean mengikat tali yang ia pegang ke pinggangnya, lalu ia menaiki lantai 2 menggunakan tali jangkar.
Jean tidak mendapat kendala, karena rumah itu hanya memiliki 2 satpam sebagai penjaga.
__ADS_1
Jean telah sampai di lantai 2, ia memasuki salah satu kamar yang dapat di yakini bahwa itu adalah targetnya.
Jean masuk ke dalam kamar itu, ia melihat dua orang yang berbeda jenis kelamin itu sedang tertidur pulas. Jean mengunci kamar itu.
Karna merasa ada yang masuk ke dalam kamar, dua orang yang sedang tertidur itu langsung terbangun dari tidurnya.
" Siapa kau?, " tanya seorang pria yang baru terbangun dari tidurnya.
" Paman? apa kau sudah melupakanku?, " tanya Jean.
Ternyata orang yang akan di bunuh Jean adalah paman dan bibinya ( Tuan dan Nyonya Mo ), ia mendapatkan tugas pertamanya yaitu membalaskan dendam kepada orang-orang yang menyakitinya.
" Bagaimana kau ada disini? aku menyuruh Nona Lin menyiksamu sampai mati, " kata Tuan Mo, ia merasa ketakutan dengan kehadiran Jean.
" Tentu bisa paman, " jawab Jean dengan seringai jahat di wajahnya.
Tanpa banyak bicara, Jean langsung melukai leher pamannya hingga tak bernyawa. Nyonya Mo yang melihat suaminya mati terbunuh ingin berteriak, tapi sebelum melakukan niatnya, Nyonya Mo sudah mati di tikam oleh Jean. Kamar Tuan dan Nyonya Mo yang awalnya bersih kini penuh dengan darah yang berceceran di lantai dan bercak darah di kasur.
Setelah selesai membunuh Tuan dan Nyonya Mo, Jean meninggalkan kamar itu. Ia kembali melanjutkan misinya, ia melajukan mobilnya sampai ke luar daerah. Setelah sampai di tempat tujuan, Jean langsung keluar dari mobilnya, ia menuju ke sebuah panti asuhan.
" Selamat malam Nyonya Lin, " kata Jean mamanggil nama wanita yang sedang melakukan adegan er**is itu.
Target berikutnya adalah Nona Lin dan orang suruhannya Lie. Sekarang Jean berada di panti asuhan Belas Kasih, lebih tepatnya di kamar Nona Lin yang sedang melakukan hubungan in**m dengan orang suruhannya Lie.
Nona Lin dan orang suruhannya Lie menoleh ke arah Jean.
" Kau sekarang lebih berg**rah Nyonya, " kata Jean.
" Jean?, " Nona menyebut nama Jean, ia sedikit terkejut.
" Untuk apa kau datang kemari? dasar anak pembawa s*al, " tanya Nona Lin, lalu menghina Jean.
" Aku kemari untuk..., " Jean tidak melanjutkan perkataannya, ia langsung mengeluarkan pistol dan menembak Lie. Nona Lin yang melihat Lie terbunuh sangat terkejut, Nona Lin ingin berteriak karna ketakutan. Tapi peluru milik Jean terlebih dulu mengenai kepalanya, Nona Lin dan Lie mati dengan tak memakai sehelai benangpun.
__ADS_1
Jika kalian bertanya, mengapa organisasi penjual anak tidak di bunuh oleh Jean? jawabannya sangat mudah. Karna organisasi penjual anak yang telah mempertemukannya dengan Ayahnya yang sekarang, lagi pula Jean tidak memiliki dendam apapun terhadap organisasi penjual anak.
Jean pergi meninggalkan panti asuhan Belas Kasih, ia merasa sangat puas dendamnya bisa terbalaskan. Jean kembali ke markas Ayahnya, ia membersihkan dirinya dari noda darah yang menempel di pakaian dan tangannya.
* * * * *
Keesokan Harinya. . .
Jean sudah bangun dari tidurnya, ia ingin sarapan. Jean menuju ke meja makan untuk sarapan, makanan telah tersedia di meja makan, karna di markas Ayahnya ada pelayan yang melayani, jadi Jean tak perlu masak sendiri. Jean hanya mengambil roti dan segelas susu, ia berjalan menuju ruang tengah untuk menonton tv. Kebiasaan Jean adalah ia suka menonton televisi di pagi hari, sehingga Ayahnya harus mengubah jadwal sekolah menjadi jam 1 siang. Karna Jean bersekolah di sekolah milik Ayahnya jadi Jean tak khawatir.
Jean, membuka siaran berita pagi, dan berita pagi itu memberitakan tentang kematian Tuan dan Nyonya Mo yang di temukan di kamarnya, begitupun dengan kematian Nona Lin dan Lie yang di temukan meninggal tanpa busana.
Para polisi yang mencari informasi atas kematian mereka pun tak mendapat informasi. CCTV yang berada di rumah Tuan dan Nyonya Mo ternyata telah di retas sehingga tak ada bukti dan petunjuk untuk menemukan pelakunya.
" Kerja bagus Jean, " Kata Tuan Jorce.
" Ayah, " kata Jean
" Kau melakukanya dengan sangat rapi tanpa meninggalkan jejak, " puji Tuan Jorce.
" Terima kasih Ayah, " jawab Jean.
" Selanjutnya kau akan terus melakukan ini. Apa kau siap?, " tanya Tuan Jorce.
" Siap Ayah, " jawab Jean.
Jean sudah bertekad akan terus melakukannya, bagaimanapun ia sudah terjun ke dalam dunia mafia, sudah tidak ada lagi jalan untuk mundur. Sebenarnya saat Jean berumur 13 Tahun, ia ingin menyerah karna pelatihan yang ia lalui sangat sulit. Tapi saat malam tiba. Markas Ayahnya di serang oleh musuh, karna rumah Jean yang dekat dengan markas Ayahnya, ia pun menjadi sasaran dari musuh. Karna Jean tak ingin mati, ia pun melawan musuh yang masuk ke rumahnya, itu adalah pertama kalinya Jean membunuh. Karna kejadian itu Jean tak menyerah pada pelatihannya, karna hanya yang kuat yang dapat bertahan hidup, itulah yang ia percayai. Walaupun ia sudah menganggap Tuan Jorce sebagai Ayahnya, tapi Jean belum sepenuhnya percaya kepada Ayahnya. Bukan tanpa alasan, itu karna orang yang menipunya dulu adalah orang yang paling di percayanya, sehingga ia tak bisa percaya sepenuhnya. Ia sedikit menyayangi Ayahnya karna bersikap baik kepadanya.
Jean berusia 15 Tahun
** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊
__ADS_1
supaya author tetap semangat😊**