
" Lalu bagaimana kita bisa mengalahkannya?, " tanya Yueyin.
" Nona. Aku telah mengingatnya, kelemahannya ada pada matanya, " ucap Long Qiang.
Lamashtu menyerang mereka dengan brutal,
Yueyin, Long Qiang dan Huli Jing. Mereka mulai merencanakan untuk menyerang mata Lamashtu. Long Qiang menyerang dari belakang, Huli Jing menyerang dari depan, sedangkan Yueyin akan menyerang titik lemah Lamashtu.
Long Qiang dan Huli Jing menyerang terlebih dulu, untuk mengalihkan perhatian Lamashtu, sedangkan Yueyin sudah mulai bergerak menyerang titik lemah Lamashtu. Yueyin sedikit gugup, ia tak ingin Huli Jing dan Long Qiang kecewa. Ia menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya dan menggenggam sebuah belati di tangannya. Yueyin menggunakan kekuatan kecepatan yang ia miliki dan secepat kilat, belati yang berada di genggamannya sudah melukai kedua mata Lamashtu.
Lamashtu merintih kesakitan, Huli Jing dan Long Qiang telah berhenti menyerang Lamashtu.
" Nona. Anda berhasil, " ucap Long Qiang senang. Di angguki oleh Huli Jing.
Yueyin hanya menganggukan kepalanya, pertanda setuju dengan ucapan Long Qiang.
" Tapi, dia hanya terluka. Kita harus membunuhnya, agar kelak dia tidak bisa menyakiti warga sekitar, " ucap Yueyin tegas.
" Baik Nona, " jawab Huli Jing dan Long Qiang serentak.
Mereka bertiga kembali menyerang Lamashtu, Yueyin semakin brutal menusuk kedua mata Lamashtu. Ia ingin segera menghabisi makhluk jahat itu. Sedangkan Huli Jing dan Long Qiang yang awalnya kembali menyerang Lamashtu, kini telah terhenti karna melihat aksi Yueyin yang sangat kejam menghabisi Lamashtu. Huli Jing dan Long Qiang hanya tercengang melihat aksi Yueyin.
' Dewi benar-benar sangat kejam ' batin Huli Jing dan Long Qiang.
Setelah Lamashtu telah tiada, Yueyin mengeluarkan sebotol ramuan dari ruang dimensi.
" Nona. mengapa anda mengambil ramuan penghancur raga?, " tanya Huli Jing.
" Aku ingin menghancurkannya. Apa kau ingin menguburnya?, " Yueyin kembali bertanya kepada Huli Jing.
" Tentu saja tidak Nona, hehehehe, " jawab Huli Jing cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Yueyin menuangkan ramuan penghancur raga ke kedua mata Lamashtu yang terluka. Perlahan tubuh Lamashtu berangsur-angsur hancur dan menjadi abu di lantai. Yueyin memberi perintah kepada Huli Jing dan Long Qiang untuk memungut abu Lamashtu, disimpan di dalam kendi dan di kuburkan di dekat kuil.
Ramuan Penghancur Raga, adalah ramuan yang di ciptakan oleh Yueyin. ramuan itu dapat menghancurkan makhluk hidup menjadi abu, tapi hanya dapat di gunakan jika orang tersebut telah terluka dan mengeluarkan darah, karena ramuan tersebut akan langsung masuk ke dalam tubuh melalui luka tersebut. Jika keadaan orang tersebut baik-baik saja, maka ramuan penghancur raga tidak dapat di gunakan.
Yueyin mengeluarkan pil penyembuh dari dalam dimensi, ia memberikan pil tersebut kepada Huli Jing dan Long Qiang untuk memulihkan luka-luka ringan yang mereka dapatkan selama bertarung. Yueyin juga meminum pil penyembuh, ia juga terkena luka ringan selama pertarungan tadi. Tanpa butuh waktu lama, semua luka yang mereka dapatkan telah pulih seperti sedia kala. Akhirnya mereka dapat beristirahat dengan tenang setelah mengalahkan Lamashtu.
Mentari pagi telah terbit dari ufuk timur menyinari bumi, sinarnya masuk di sela-sela jendela mengusik kenyamanan 3 insan yang sedang berada di alam mimpi.
Yueyin yang merasa terusik dengan sinar mentari pagi, segera bangun dari tidurnya.
__ADS_1
" Emm, " suara khas pagi saat bangun tidur.
Yueyin melihat Huli Jing dan Long Qiang yang masih tertidur pulas, tapi sedikit terusik dengan sinar mentari. Yueyin yang melihat kedua sahabatnya terganggu akan sinar tersebut, berinisiatif menutup sela-sela jendela untuk menghalau sinarnya. Huli Jing dan Long Qiang sudah tidak merasa terusik, sehingga mereka kembali tertidur dengan nyaman.
Yueyin keluar dari kuil mencari sarapan untuk mereka bertiga, ia mencari kedai makanan terdekat.
" Astaga, dimana aku harus mencari makanan?, " Yueyin bergumam pada diri sendiri.
Yueyin sudah berjalan menyusuri jalanan di desa Siji, tapi tak menemukan kedai makanan.
" Sebaiknya, aku kembali saja, " ucap Yueyin.
#POV Huli Jing dan Long Qiang.
Setelah Yueyin pergi mencari sarapan, Huli Jing dan Long Qiang terbangun. Mereka Berdua masih mengumpulkan nyawa karena bangun tidur.
Huli Jing menoleh ke arah tempat yang di tempati oleh Yueyin untuk tidur.
" Long. Dimana Nona?, " tanya Huli Jing.
Long Qiang berbalik sambil menunjuk ke arah tempat yang Yueyin tempati.
" Bukannya, Nona tidur disit-, " ucapan Long Qiang terhenti.
Huli Jing memutar matanya malas.
" Bukannya tadi aku sedang bertanya padamu, Mengapa sekarang kau bertanya padaku?, " ucap Huli Jing.
" Sudahlah, mungkin Nona ada di luar. Ayo kita lihat diluar, " ucap Long Qiang.
Huli Jing dan Long Qiang mencari Yueyin di sekitar kuil. Cukup lama mereka mencari Yueyin di sekitar kuil tapi tak kunjung menemukan Yueyin.
" Astaga. Nona dimana sich? kita sudah mencarinya di sekitar kuil, tapi tak kunjung menemukannya, " ucap Huli Jing. Ia mulai merasa khawatir karna Yueyin belum di temukan, Long Qiang pun sama halnya.
" Apa yang sedang kalian lakukan, " ucap seseorang yang berada di belakang Huli Jing dan Long Qiang.
Huli Jing dan Long Qiang kaget mendengar suara orang tersebut, pasalnya mereka berdua tidak menyadari akan kehadiran orang tersebut.
" Nona, " ucap Huli Jing dan Long Qiang bersamaan.
" Nona kemana saja? kami mencari Nona sedari tadi, " ucap Huli Jing.
__ADS_1
" Ohh, maafkan aku. Tadi aku sedang mencari makanan untuk kita, tapi tidak ada kedai makanan yang buka, " ucap Yueyin.
" Nona bisa mengambil makanan di dalam dimensi, " ucap Long Qiang, di angguki Huli Jing pertanda setuju.
" Aku hanya ingin menikmati perjalanan kita. Aku hanya ingin melakukan perjalanan yang sesungguhnya. Kalau aku terus mengandalkan dunia dimensi, bagaimana aku bisa menikmati perjalanan ini, " ucap Yueyin.
" Tapi untuk sarapan kita pagi ini, sebaiknya mengambil makanan dari dalam dimensi. Karena aku tak mendapatkan makanan, " lanjut Yueyin.
Mereka bertiga ingin masuk ke dalam kuil, tapi langkah mereka terhenti.
" Tuan dan Nona, " ucap seorang pria parubaya.
Huli Jing, Long Qiang dan Yueyin membalikan tubuh mereka. Terlihat jelas bahwa mereka bertiga kebingungan. Para penduduk yang tinggal di desa Siji datang menemui mereka bertiga, membawa makanan dan buah-buahan.
" Ada apa ini?, " tanya Long Qiang kepada pria parubaya itu.
" Kami ingin berterima kasih kepada kalian, " ucap pria parubaya itu.
" Berterima kasih? untuk apa?, " tanya Yueyin.
" Nona. Semalam Chen anakku melihat kalian bertarung dengan Lamashtu, bahkan dia melihat kalian telah melenyapkannya, " ucap pria parubaya itu.
" Benar Nona. Kami para penduduk sangat berterima kasih. Selama ini kami semua hidup dalam ketakutan, telah banyak dari kami yang menjadi korban akan keganasan Lamashtu, " seorang wanita menyampaikan rasa sedihnya.
" Itu benar Nona. Ini hanya sedikit makanan dan buah-buahan, kami semua berharap agar Nona dan Tuan dapat menerimanya, " ucap pria parubaya itu.
" Baiklah. Huli, Long. Ambillah makanan dan buah-buahan itu, " ucap Yueyin.
Huli Jing dan Long Qiang mengambil makanan dan buah-buahan yang di berikan oleh para penduduk untuk mereka.
" Terima kasih paman dan untuk kalian semua, " ucap Yueyin tulus.
" Karena masalah yang menimpa desa ini telah di selesaikan, kalian semua dapat melakukan keseharian seperti biasanya, " ucap Yueyin.
Para penduduk mengangguk semangat sambil tersenyum gembira.
" Nona dan Tuan. Kami semua ingin mengundang Nona dan Tuan untuk menghadiri acara yang kami selenggarakan. Karena musibah yang menimpa desa kami telah berakhir. Apakah Nona dan Tuan bersedia?, " ucap pria parubaya itu.
" Baiklah, kami akan datang, " ucap Yueyin.
Pria parubaya itu dan para penduduk merasa senang, karena Yueyin beserta sahabatnya mau datang ke acara tersebut.
__ADS_1
** **Maaf ya readers karna baru bisa updatenya sekarang🙏. Author lagi sibuk banget, mohon di maklumi ya readers🙏. Terima kasih karna masih setia nunggu🙏
jangan lupa vote, like dan koment ya readers**😊 Terima kasih 🙏 **