
Hari ini adalah hari yang sangat di nantikan oleh semua orang, hari ulang tahun Kaisar Qin Shi Huang dari Kerajaan Qin. Para rakyatpun ikut bersukacita menyambut hari ulang tahun Kaisar Qin.
* * * * *
Jianying dan Jiali telah selesai bersiap. Mereka semua akan menuju ke Istana.
" Ying'er, kau terlihat sangat cantik, " ucap Jendral Li memuji Jianying.
" Terima kasih Ayah, " Jianying tersenyum mendengar pujian Ayahnya.
" Ayah, apa hanya kakak Jianying yang cantik?, " tanya Jiali kepada Jendral Li.
" Kau juga sama cantiknya Li'er, " ucap Jendral Li dengan nada lembut.
" Suamiku, bagaimana dengan Yin'er?, " tanya Permaisuri Mei-yin.
" Suruh seorang pelayan untuk memanggilnya, " ucap Jendral Li.
" Baiklah suamiku, " jawab Permaisuri Mei-yin.
" Pelayan kemarilah, panggilkan Yin'er untuk segera datang kemari, " perintah Permaisuri Mei-yin kepada seorang pelayan.
" Baik Nyonya, " jawab pelayan itu.
Pelayan itu segera memanggil Yueyin. Ia pergi menuju ke Paviliun Dingin.
Pelayan itu tidak mengetuk pintu, ia langsung masuk tanpa memperdulikan bahwa Yueyin adalah Nona Besar di Kediaman Jendral Li.
" Hei, cepatlah. Tuan dan Nyonya sudah menunggumu, apa kau pikir kau sangat berarti sehingga mereka harus menunggumu?, " ucap pelayan itu dengan nada mengejek.
Yueyin yang melihat tindakan tidak sopannya menjadi geram.
" Apa kau tak memiliki etika? saat masuk ke kamar orang lain?, " tanya Yueyin dengan nada dingin.
" Kau hanya anak yang tidak di inginkan, apa aku harus menghormatimu? hanya sampah tidak berguna, " ucap pelayan itu.
Yueyin tidak membalas perkataan pelayan itu, ia memunculkan sebuah cambuk di tangannya. Ia langsung mencambuk pelayan itu.
" Akkhh, " rintih pelayan itu.
__ADS_1
" Pelayan rendahan sepertimu, berani bertingkah angkuh di hadapanku. Sepertinya kau sudah bosan hidup, " ucap Yueyin dengan dingin, ia memgeluarkan aura yang menyeramkan.
Pelayan itu gemetar ketakutan, badannya terasa sakit karna di cambuk Yueyin.
' Bagaimana bisa, sampah ini bisa menjadi begitu kuat? ' batin Pelayan itu.
" Sampah sepertimu berani mencambukku? aku akan melaporkan sikapmu ini pada Nyonya, " ucap pelayan itu. Ia sangat ketakutan tapi ia tetap memberanikan diri untuk melawan Yueyin.
" Laporkan saja, saat kau sudah menjadi arwah, " ucap Yueyin dengan seringaian kejam di wajahnya.
Yueyin mencambuk pelayan itu tanpa ampun, terdapat bekas cambuk di seluruh tubuh pelayan itu. Pelayan itu sudah terkapar tak berdaya di lantai, ia menyemburkan seteguk darah segar dari mulutnya. Yueyin mendekat kearahnya, Yueyin menginjak kepala pelayan itu.
" Ingin menentangku, kau harus tau kedudukanmu, " Yueyin menginjak kepala pelayan itu dengan kuat hingga tewas.
" Sialan, darahmu mengotori hanfuku, aku harus menggantinya lagi, " Yueyin mengumpat karna darah pelayan itu mengenai hanfunya. Sehingga ia harus mengganti hanfu.
Yueyin mengenakan hanfu berwarna putih, rambutnya diikat setengah dan setengahnya lagi tergerai, ia menggunakan hiasan rambut yang sederhana namun terlihat elegan, tak lupa ia mengenakan cadar.
Yueyin keluar dari Paviliun Dingin dan menuju ke halaman utama Kediaman Jendral Li. Semua mata tertuju kepadanya, para pelayan tidak ada yang menghormati dirinya, tapi keanggunannya tak dapat luput dari mata para pelayan yang berada di Kediaman Jendral Li. Walaupun Yueyin mengenakan cadar dan menyembunyikan tingkat kultivasi dan auranya, tetap saja mereka bisa merasakan aura kecantikan yang di pancarkan oleh Yueyin. Cara berjalannya yang anggun dan elegan membuat mereka semua terpana dan tak dapat memalingkan pandangan darinya.
Jendral Li serta Permaisuri Mei-yin pun terpana melihat kedatangan Yueyin, begitu pula dengan kedua anaknya. Tapi itu tdak bertahan lama, mereka kembali bersikap normal. Permaisuri Mei-yin dan kedua anaknya menatap Yueyin dengan penuh kebencian.
' Sia*lan, si sampah itu mendapat banyak perhatian ' batin Jianying.
" Ayo kita berangkat, " Jendral Li mengajak mereka untuk segera berangkat ke istana.
" Tunggu, " ucap Yueyin menghentikan langkah mereka.
" Ada apa Yin'er?, " tanya Permaisuri Mei-yin.
Yueyin menatap Permaisuri Mei-yin dengan malas.
" Sudah kukatakan, jangan memanggilku seperti itu. Itu sangat menggelikan dan juga menyebalkan, " ucap Yueyin dengan dingin.
" LI YUEYIN LIAN, JAGA SIKAPMU, " Jendral Li berteriak kepada Yueyin. Ia sangat marah, Yueyin benar-benar keterlaluan.
Entah mengapa Yueyin merasa hatinya sakit.
' Sepertinya ini perasaan dari Yueyin yang asli ' batin Yueyin.
__ADS_1
Yueyin tidak menyukai perasaannya sekarang, ia ingin segera menyelesaikan tugasnya agar tubuh Yueyin yang asli menjadi miliknya seutuhnya.
" JANGAN MENERIAKIKU, " Yueyin menekan kata-katanya dengan nada yang sangat dingin, tatapannya sangat tajam kepada Jendral Li.
" Kau bukan siapa-siapa, jangan pernah berpikir bahwa aku adalah anakmu. Aku TIDAK PERNAH MENGANGGAPMU ADA, " ucap Yueyin, ia menekan kata terakhirnya.
Deg ... deg ... deg
Hati Jendral Li sangat terluka mendengar perkataan Yueyin, anaknya tidak menganggapnya sebagai Ayah. Tapi ia juga tau bahwa ia tidak memberikan apa yang harus diberikan seorang Ayah kepada anaknya. Ia tidak seharusnya berharap lebih setelah apa yang ia lakukan selama ini. Jendral Li hanya terdiam, ia tidak lagi membalas ucapan Yueyin.
Jujur saja Yueyin sangat membenci Jendral Li. Bagaimana bisa seorang Ayah tidak memiliki rasa sayang kepada Anaknya, bahkan tidak memiliki rasa simpati kepada Anaknya yang sudah disiksa bahkan sudah merenggut nyawa Anaknya, walaupun Ayahnya tidak mengetahuinya. Jika saja Yueyin yang asli menginginkan nyawa Jendral Li, ia akan dengan senang hati membunuhnya. Sangat di sayangkan Yueyin yang asli sangat menyayangi Ayahnya, walaupun selalu di abaikan.
" Kakak pertama, apa yang kau lakukan? kau sangat tidak sopan terhadap Ayah, " ucap Jianying kepada Yueyin. Sebenarnya ia merasa senang karna Jendral Li dan Yueyin bertengkar, dengan begitu Yueyin akan segera di usir dari Kediaman Jendral Li dan ia akan menjadi Nona Besar ( anak sulung ).
" Berhentilah membuat drama, " jawab Yueyin.
" Kakak pertama kau sungguh tidak sopan, " ucap Jiali, membela Jianying.
" Cukup, kenapa kita jadi bertengkar?, " ucap Jendral Li, menghentikan pertarungan adu mulut anaknya.
" Baiklah, sebenarnya apa yang ingin di katakan oleh Yueyin?, " tanya Permaisuri Mei-yin kepada Yueyin dengan nada lembut. Ia tidak memanggil Yueyin dengan sebutan Yin'er.
Yueyin rasanya ingin merobek mulut Permaisuri Mei-yin, nada lembutnya membuat Yueyin geli mendengarnya.
" Aku menggunakan kereta yang mana? tidak mungkin bukan aku naik bersama kalian?, " tanya Yueyin.
Akhirnya mereka tersadar, mereka tidak memikirkan tentang hal itu. Tentu saja mereka tidak ingin satu kereta bersama dengan Yueyin, seorang sampah.
" Aku akan menyuruh pelayan untuk membeli 1 kereta lagi untukmu, " ucap Jendral Li.
" Ayah, beli saja kereta yang sederhana untuknya, lagi pula tidak akan ada orang yang memperhatikannya, " ucap Jiali dengan nada mengejek.
" Baiklah Li'er, " jawab Jendral Li.
" Pelayan belilah sebuah kereta sederhana untuk Yin'er, " Jendral Li memberi perintah kepada seorang pelayan.
Yueyin tidak suka mendengar panggilan Jendral Li kepada dirinya, tapi ia sudah sangat malas untuk bertengkar lagi.
" Baik Tuan, " jawab pelayan itu.
__ADS_1
** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊
Terima kasih readers🙏