
Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Mereka harus melewati hutan sebelum sampai di ibu kota Kerajaan Wen. Huli Jing dan Long Qiang menggunakan kuda berwarna coklat sedangkan Yueyin menggunakan kuda berwarna putih.
" Nona. Setelah melewati bukit di depan sana, kita akan sampai di ibu kota Wen, " ucap Long Qiang.
" Baiklah. Ayo, " ucap Yueyin.
Hanya butuh waktu 2 hari untuk sampai di ibu kota Wen.
Saat dalam perjalanan melewati bukit. Mereka bertemu dengan para kelompok bandit.
" Berhenti, serahkan semua harta kalian, " ucap seorang bandit berkepala botak.
" Nona. Sepertinya mereka kelompok bandit, " ucap Huli Qing.
" Apa yang kalian inginkan?, " tanya Long Qiang.
" Kami menginginkan harta kalian, " ucap seorang pria berambut gondrong dengan wajah garangnya.
" Berikan satu kantong koin emas untuk mereka, " ucap Yueyin.
" Nona. Mengapa anda memberikan mereka uang?, " tanya Huli Jing keheranan.
" Biarkan saja, akau hanya malas berurusan dengan mereka. Jika mereka akan pergi setelah menerima uang, itu lebih baik, " ucap Yueyin.
" Terimalah, terdapat 500 koin emas dalam kantong itu, " ucap Long Qiang, memberikan uang itu. Ia melempar kantong uang itu kepada salah satu bandit yang berada di depannya. Pria itu segera menangkap kantong uang itu.
" Apa sekarang kami boleh lewat?, " tanya Long Qiang.
Para kelompok bandit itu sedang berdiskusi, mereka akan melepaskan Yueyin, Long Qiang dan Huli Jing atau mereka akan tetap menjarahnya hingga habis hartanya.
" Bos, sepertinya kita tidak boleh melepaskan mereka, " ucap salah satu anak buah.
" Benar yang di katakan oleh Lie Xing. Mereka bisa memberikan kita 500 koin emas, berarti mereka masih memiliki banyak harta, kita harus mengambil semua harta mereka, " ucap pria berambut gondrong.
" Baiklah. Kita tidak akan melepaskan mereka, lagipula aku menyukai gadis yang bersama dengan mereka. Dia bisa menjadi wanitaku. Ha ha ha ha, " ucap Bos bandit di sertai tawanya.
" Kami tidak akan melepaskan kalian, " ucap Bos itu.
__ADS_1
" Kenapa? Kami sudah memberikan sejumlah uang yang cukup banyak untuk kalian, " tanya Huli Jing.
" Sayangnya, aku menginginkan gadis yang bersama kalian, ha ha ha ha, " ucap Bos bandit dengan tawa. Para bawahannya pun ikut tertawa.
" Jika kalian tidak melepaskan kami, jangankan diriku bahkan uang yang kami berikan, tidak akan menjadi milik kalian, " ucap Yueyin dingin. Yueyin hanya ingin mempermudah perjalanannya, tapi terkadang ada beberapa orang yang di kasih hati malah minta jantung ( tidak tau diri ).
" Ha ha ha ha, aku suka gadis yang galak, " ucap Bos bandit.
" Menjijikan, " ucap Yueyin.
Bos bandit menjadi marah mendengar perkataan Yueyin yang menghina dirinya.
" Sialan, " Marah Bos bandit.
" Serang mereka, " perintah Bos bandit.
Yueyin, Long Qiang dan Huli Jing masih dengan tenang duduk di kuda mereka, tanpa mengkhawatirkan para bandit yang ingin menyerang.
" Habisi mereka dengan cepat, " perintah Yueyin tegas.
" Baik Nona, " Jawab Long Qiang dan Huli Jing serentak.
Huli Jing dan Long Qiang turun dari kudanya, mereka menyerang kelompok bandit menggunakan pedang. Tidak butuh waktu lama, para bandit telah di habisi.
" Ayo kita pergi, abaikan saja mereka, " ucap Yueyin.
Mereka bertiga kembali melanjutkan perjalanan menuju Ibu kota Kerajaan Wen. Butuh waktu 2 jam lamanya untuk sampai ke Ibu kota Kerajaan Wen.
" Nona. Kita telah sampai di Ibu kota, " ucap Huli Jing.
" Kita cari penginapan terlebih dahulu, " ucap Yueyin.
" Baik Nona, " jawab Huli Jing dan Long Qiang.
Mereka bertiga turun dari kuda, mencari penginapan dengan memegang tali kuda masing-masing. Ibu kota Kerajaan Wen sangat ramai, banyak pedagang yang menawarkan barang dagangan mereka. Tapi ada satu tempat yang mencuri perhatian Yueyin.
" Mengapa banyak sekali orang yang berkumpul disana?, " gumam Yueyin penasaran. Tapi perkataannya masih dapat di dengar oleh Huli Jing dan Long Qiang.
" Akupun tak tau jawabannya Nona, " jawab Huli Jing tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
__ADS_1
Yueyin hanya menatap Huli Jing sekilas dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Padahal Yueyin bertanya pada dirinya sendiri, kenapa Huli Jing harus menjawabnya?
" Nona. Sepertinya yang berkumpul disana kebanyakan bukan orang dari Kerjaan Wen, " ucap Long Qiang yang sejak tadi juga memperhatikan arah pandang Yueyin.
" Sebaiknya kita kesana saja, kita bisa bertanya pada salah satu dari mereka, " ucap Huli Jing semangat.
Yueyin dan Long Qiang mengangguk pertanda setuju dengan yang di ucapan Huli Jing. Mereka bertiga menuju kearah kerumunan itu.
" Maaf. Kalau boleh tau, disini ada apa ya? banyak sekali orang berkumpul disni, " tanya Huli Jing kepada salah satu pemuda yang berada di kerumunan dengan sopan.
" Eh, kau orang baru ya?, " tanya pemuda itu.
" Iya, benar, " jawab Huli Jing.
" Oh, pantas saja kau tidak tau, " ucap pemuda itu.
" Memangnya ada apa?, " tanya Huli Jing.
" Kami sedang melakukan taruhan. Siapa yang akan menang tahun ini. Ini adalah sebuah tradisi yang selalu di lakukan di Kerajaan Wen. 3 tahun sekali akan di adakan pertandingan bebas, entah itu dari rakyat biasa, ksatria bahkan para bangsawan. Pertandingan bebas, dapat menantang siapapun yang ingin ditantang bahkan sekalipun itu seorang bangsawan. Biasanya pertandingan bebas ini selalu dimanfaatkan sebagai ajang balas dendam, bahkan unjuk kekuatan antar Pangeran Kerajaan. Sebenarnya banyak sekali orang yang ingin menonton pertandingan ini karena ada kabar yang mengatakan bahwa para Pangeran Kerajaan Wen akan mengikuti pertandingan ini, bukan hanya itu, ada juga beberapa Pangeran dari Kerajaan lain yang juga mengikuti pertandingan ini. Bukankah pertandingan tahun ini sangat menarik?, " ucap pemuda itu, menjelaskan dengan penuh semangat.
" Benar-benar menarik. Lalu kapan akan diadakan pertandingannya?, " tanya Huli Jing penasaran.
" 2 hari lagi. Banyak sekali orang yang berasal dari Kerajaan lain datang kemari hanya untuk menonton pertandingan ini, " ucap pemuda itu.
" Baiklah, terima kasih atas informasimu. Oh iya, apa kau tau tempat penginapan terdekat?, " tanya Huli Jing.
" Aku tau. Kau pergi saja ke penginapan Surga, disana bukan hanya penginapannya yang bagus dan nyaman, makanannya juga sangat enak. Tempatnya ada di sebelah kiri, kau hanya perlu berjalan lurus, nanti ada papan nama yang bertuliskan Surga. Disitulah tempatnya, " ucap pemuda itu.
" Baiklah. Terima kasih, maaf merepotkanmu. Terimalah ini, " ucap Huli Jing. Huli Jing memberikan 3 koin emas kepada pemuda itu sebagai tanda terima kasih.
" Wah, sama-sama, kau sama sekali tidak merepotkanku.Terima kasih juga karna telah memberikanku uang yang cukup banyak, " ucap pemuda itu dengan mata berbinar.
Huli Jing hanya mengangguk dan pergi meninggalkan pemuda itu, ia berjalan menuju Yueyin dan Long Qiang yang tak jauh dari tempat itu.
" Bagaimana?, " tanya Yueyin.
" Hanya sebuah pertandingan bebas untuk semua kalangan, " jawab Huli Jing.
" Aku sudah menemukan sebuah penginapan yang bagus, ayo kita pergi, " ucap Huli Jing, mengajak Yueyin dan Long Qiang menuju penginapan.
__ADS_1
** Maaf 🙏 karna author udah lama nggak update. semoga para readers tetap setia ya sama author 😊 sayang kalian banyak-banyak readers 😘
jangan lupa vote, like dan koment ya readers 🙏😘**