Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 13 " Dimensi Lain "


__ADS_3

Tuan Jorce langsung memanggil Dokter, untuk segera memeriksa kondisi Jean.


" Dokter, cepat periksa anak saya Dok, " perintah Tuan Jorce.


" Baik Tuan, " jawab Dokter. Dokter langsung memeriksa kondisi Jean. Dokter cukup terkejut karena Jean sudah sadar walaupun tubuh Jean masih sangat lemah.


" Kondisi Nona Jean sangat lemah. Sebenarnya saya sedikit terkejut karna Nona Jean dapat bertahan sampai sekarang, ini benar-benar sebuah keajaiban, " ucap Dokter.


" Ayah, " Jean memanggil Tuan Jorce. Jean sudah tidak terbata lagi saat berbicara, walaupun ia tetap menahan sakit yang luar biasa.


Entah apa yang akan terjadi, tapi Jean tau waktunya tidak banyak lagi.


" Ayah, aku sangat tau kondisiku. Jangan mendesak Dokter, " ucap Jean.


Jean melanjutkan ucapannya.


" Ayah, jadilah yang terkuat. Aku berhasil menyelesaikan misi terakhirku, "


" Ayah, Maaf dan Terima kasih, " Jean mengangkat tangan kanannya dengan gemetar, ia memberi penghormatan terakhir untuk Ayahnya dan orang-orang terdekatnya. Jean tersenyum dengan sangat manis, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Saat Jean menghembuskan nafas terakhirnya, bulan yang belum sepenuhnya berwarna merah, kini sudah berubah menjadi warna merah sepenuhnya. Menjadi bulan merah.


Tuan Jorce yang sudah mengerti maksud dari Jean, tak bisa menahan tangisnya. Ia menangis sejadi-jadinya.


" Jean, hiks...hiks... hiks jangan tinggalkan Ayah, hiks...hiks" Tuan Jorce menangis dan terus berbicara untuk menyadarkan Jean yang telah meninggal dunia.


" Jean, ayo bangun, hiks...hiks " Tuan Jorce berteriak dengan kencang, membuat asisten Zhan dan beberapa anggota Ruler Of Gold menjadi khawatir.


Mereka menerobos masuk ke dalam ruang operasi, mereka melihat Tuan Jorce menangis dan terus memanggil nama Jean.


" Apa yang terjadi dengan Nona?, " tanya asisten Zhan.


" Nona Jean telah meninggal dunia, " jawab Dokter, karna ia juga berada di dalam ruangan itu.


Asisten Zhan yang mendengar perkataan Dokter, ia langsung merasa lemas, asisten Zhan mulai menitikan air mata. Ia tidak bisa mempercayai kenyataan ini.


' Nona adalah orang terkuat, bagaimana bisa Nona pergi secepat ini?, " batin asisten Zhan.


Beberapa anggota Ruler Of Gold yang berada di rumah sakit, mereka juga sudah menangis hingga sesegukan karena kehilangan pemimpin mereka.


Jean telah di kubur, semua orang merasa sangat kehilangan akan sosoknya. Walaupun Jean sangat dingin, tapi ia pemimpin yang sangat hebat.


 


Di sebuah ruangan yang terlihat seperti rumah kuno zaman kekaisaran. Ada seorang wanita yang wajahnya bisa di katakan sangat jelek atau dengan kata lain buruk rupa. Ia menggambar pola array dengan darahnya, ia berdiri di tengah-tengah pola array itu dan membacakan sebuah mantra. Setelah membaca mantra itu, tiba-tiba bulan perlahan berubah menjadi bulan merah.


" Wahai Sang Dewi Bulan, aku menyerahkan ragaku untukmu. Balaskan dendamku pada mereka yang menyakitiku, " ucap gadis itu.


Sinar bulan langsung mengenai tubuhnya, gadis itu merasakan sakit yang luar biasa, jiwanya di paksa keluar dari tubuhnya. Saat jiwanya sudah sepenuhnya keluar dari tubuhnya, bulan yang terang sudah berubah menjadi bulan merah yang menyeramkan.


Tubuh gadis itu terjatuh ke lantai, jiwanya telah keluar dari raganya.


* * * * *


Jean berada di tempat yang sangat gelap, ia tak bisa melihat apapun, tak ada cahaya sama sekali. Jean hanya mendengar ada orang yang mengatakan 'Balaskan Dendamku'.

__ADS_1


" Siapa itu?, " tanya Jean dengan nada dingin dan sedikit berteriak.


Tiba-tiba ada sebuah cahaya yang muncul, Jean langsung menutup matanya, karna cahayanya menyilaukan mata.


" Pergilah, sudah waktunya kau bangkit, " suara itu berasal dari cahaya itu.


" Apa maksudmu?," tanya Jean, ia terus menutup matanya. Karna cahaya yang begitu terang.


" Kemarilah, aku akan menuntunmu keluar dari sini, " Kata cahaya itu.


" Aku tak pernah percaya pada siapapun, " jawab Jean dingin.


" Aku adalah dirimu, dan dirimu adalah aku. Kau akan mengetahui segalanya, " kata cahaya itu.


Jean merasa jiwanya tertarik seperti magnet, cahaya itu membawa Jean tanpa persetujuan dari Jean.


Jean mulai sadar, ia perlahan membuka matanya menyesuaikan dengan pencahayaan.


Saat membuka matanya, bukan langit-langit atap rumah yang dilihatnya, melainkan lantai yang kotor bercampur darah. Jean berusaha bangun dari duduknya.


" Auuhh, " Jean merintih kesakitan.


' Kenapa tubuhku terasa sakit sekali?, " batin Jean.


Jean tetap berusaha bangun dari duduknya, ia menahan sakit di sekujur tubuhnya, ia berjalan menuju tempat tidur yang ada di tempat itu. Jean duduk di tempat tidur itu, ia mulai memperhatikan tempat itu.


" Dimana ini?, " Jean bertanya pada dirinya sendiri, tak ada seorang pun di tempat itu selain Jean.


" Ini rumah atau gudang? sangat jelek, " ucap Jean.


Jean pingsan cukup lama dari pagi hingga siang. Akhirnya Jean sudah sadarkan diri.


" Akkhh, " Jean memegangi kepalanya. Kepala Jean masih terasa sedikit sakit.


" Mimpi apa tadi?, terasa begitu nyata, " gumam Jean.


Jean kembali melakukan niatnya untuk berjalan keluar, Jean berdiri dari tempat tidurnya, ia berjalan menuju pintu.


Saat membuka pintu, Jean sedikit terkejut. Bangunan yang sudah usang di tumbuhi rumput liar yang sudah tinggi, karena tak pernah di bersihkan.


' Kenapa Ayah membawaku ketempat seperti ini? apa ada dokter tradisional yang hebat yang tinggal di sini? ' batin Jean.


Jean berpikir bahwa Ayahnya lah yang membawanya kesini, mungkin untuk berobat, buktinya ia sudah kembali sehat walaupun tubuhnya terasa lemah dan tak bertenaga.


" Ayah, paman Zhan, " Jean memanggil Ayahnya dan asisten Zhan.


Jean berkali-kali memanggil Ayahnya dan asisten Zhan tapi tidak ada jawaban.


" Apa mungkin mereka sudah pergi?, " Jean memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Mungkin Ayahnya akan menemuinya besok.


Sebelum Jean membuka pintu kamarnya terdengar 2 suara gadis.


" Kakak, " Kedua gadis itu memanggil seseorang dengan sebutan kakak.


Jean menoleh kearah dua gadis tersebut. Jean menoleh kearah kiri dan kanan, ia juga melihat disekitar. Tidak ada orang sama sekali, selain dirinya.

__ADS_1


' Apa aku yang di panggil kakak? ' batin Jean.


" Kakak pertama, kenapa melamun?, " tanya salah satu dari gadis itu, ia tersenyum manis kepada Jean, tapi seperti senyum mengejek.


" Siapa kalian?, " tanya Jean kepada dua gadis itu dengan nada dingin dan wajah datar.


Dua gadis tersebut saling menatap satu sama lain, mereka sedikit kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Jean.


" Kakak pertama, kami adalah adikmu," jawab gadis itu.


" Adik?, " tanya Jean. Jean berpikir sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


" Nama?, " tanya Jean.


" Kakak pertama, ada apa denganmu? kau membuat kami bingung, " ucap salah satu gadis itu.


" Nama, " Jean mengulangi ucapannya, nadanya semakin dingin, ia menatap tajam kearah dua gadis itu.


Entah mengapa kedua gadis itu merasa ketakutan.


' Apa-apaan ini, kenapa aku merasa takut pada gadis sampah ini, " batin salah satu gadis itu.


" Namaku Li Jianying, " jawab Jianying. Sombong dan angkuh


" Dan aku Li Jiali, " jawab Jiali. Sombong dan angkuh


' Mereka sangat mirip dengan orang yang ada di mimpiku ' batin Jean.


" Sudah cukup basa basinya, dasar sampah, kau pikir kami kesini untuk memperkenalkan diri?, " ucap Jianying. Jianying sudah muak dengan basa basinya, ia menunjukkan wajahnya yang sebenarnya.


Jean sedikit terkejut dengan perubahan sikap mereka, tapi Jean tetap pada wajah datarnya.


" Dasar sampah, wajahmu benar-benar menjijikan, rasanya aku ingin muntah saat melihatmu, " ucap Jiali. Mengejek


" Kenapa kau tidak mati saja sekalian, hanya membuat malu keluarga Jendral Li saja. Wajah yang buruk dan tidak bisa berkultivasi. Benar-benar sampah di kekaisaran Qin, " ucap Jianying. Menghina


" Aku benar-benar muak dengan wajah jelekmu itu, " Jiali merasa geram karena Jean hanya diam saja. Jiali ingin mencambuk Jean seperti yang sering ia lakukan. Tapi belum sempat mengenai tubuh Jean, cambuk itu sudah di tangkis oleh Jean.


" Yueyin, cepat lepaskan cambuk adikku, " ucap Jianying dengan marah, ia membantu adiknya menarik cambuk itu.


Jean melepas cambuk itu, membuat Jianying dan Jiali jatuh bersama ke tanah.


' Siapa Yueyin? apa yang aku mimpikan itu nyata?, " batin Jean


" Pergilah, " Jean benar-benar marah, ia mengeluarkan aura membunuhnya.


Jianying dan Jiali yang merasakan aura yang di keluarkan oleh Jean, mereka berdua ketakutan.


" Baiklah, kami akan pergi, tapi bukan berarti kami takut denganmu, " ucap Jiali, ia sebenarnya takut, tapi ia tetap memberanikan diri. Ia tidak ingin di permalukan oleh seorang sampah.


" Oh iya, aku hampir melupakannya. 1 tahun lagi Pangeran Putra Mahkota Qin Yongsheng akan kembali dari medan perang, dan kau tau? pertunangannmu dengan Pangeran Putra Mahkota akan di batalkan dan akulah calon Permaisurinya, bukan sampah seperti dirimu. Kau tidak pantas untuknya, " ucap Jianying dengan nada mengejek dan menghina.


" Sudahlah kak, untuk apa kau memberitahunya? Sampah sepertinya memang tidak pantas dengan Pangeran Putra Mahkota. Ayo kita pergi dari sini kak, " ucap Jiali. Lalu mengajak Jianying untuk pergi dari tempat itu.


** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊

__ADS_1


__ADS_2