
" Kenapa kalian tak melihat situasi, Chyou sedang sakit, " ucap Pangeran kedua.
" Kami hanya sebentar, setelah Long Qiang mengatakan permintaannya, kami akan langsung pergi, " ucap Huli Jing.
" Kalian membuang banyak waktu kami, " ucap Long Qiang.
" Tapi, kal..., " ucapan Bai Xinxin terhenti saat Pangeran kedua mengeinterupsinya.
" Xinxin, biarkan saja mereka masuk, " ucap Pangeran kedua.
" Tapi, mereka yang membuat kakak sampai seperti ini Pangeran, " ucap Bai Xinxin.
" Xinxin, jangan lupa, jika bukan karena kamu yang membuat masalah di penginapan Surga, tidak mungkin semua ini terjadi, " ucap Pangeran kedua.
" Cukup, kami tidak punya waktu untuk mendengar pertengkaran kalian berdua, " ucap Huli Jing.
Setelah perdebatan yang cukup panjang, mereka bertiga di izinkan masuk, untuk menemui Bai Chyou. Sedangkan Bai Xinxin dan Pangeran kedua menunggu diluar.
Bai Chyou masih tertidur pulas.
" Nona, " panggil Huli Jing.
" Bangunkan dia, " ucap Yueyin.
" Biar aku saja Nona, " ucap Long Qiang, yang diangguki oleh Yueyin.
Long Qiang membangunkan Bai Chyou menggunakan kekuatan spiritualnya, karena merasa sedikit terganggu, Bai Chyou pun akhirnya terbangun.
" Kalian, " ucap Bai Chyou.
" Minum ini, " Huli Jing langsung memberikan sebutir pil kedalam mulut Bai Chyou.
" Apa yang kau lakukan?, " tanya Bai Chyou marah. Ia baru saja bangun dan sekarang ia sudah diberikan sebutir pil yang tidak ia ketahui, entah itu obat atau racun ia pun tak mengetahuinya.
" Jangan banyak bertanya, " ucap Long Qiang.
" Kalian ini..., eh tubuhku, " ucap Bai Chyou. Ia merasakan tubuhnya telah pulih sepenuhnya. Bahkan kekuatannya sepertinya bertambah.
" Kami kesini untuk meminta sesuatu darimu, " ucap Long Qiang.
" Apa permintaanmu? aku akan memenuhinya sesuai dengan taruhan kita sebelumnya, " ucap Bai Chyou.
" Aku ingin surat undangan pertemuan antar pendekar, " ucap Long Qiang.
" APA?, " tanya Bai Chyou kaget sedikit berteriak.
" Kenapa kau berteriak begitu? pelankan suaramu, " ucap Huli Jing kesal.
" Maafkan aku, aku hanya terkejut mendengar permintaanmu. Mengenai undangan yang kau katakan, aku bisa memintanya pada Ayahku, " ucap Bai Chyou.
" Tapi kami akan berangkat hari ini, " ucap Yueyin.
__ADS_1
" Apa? kenapa cepat sekali, " ucap Bai Chyou.
" Kami ada urusan yang mendesak, " ucap Yueyin.
" Tapi bagaimana dengan undangannya? setiap orang yang ikut dalam pertemuan itu, harus memiliki sebuah plakat sebagai tanda bahwa mereka di undang, aku harus menemui Ayahku di barak tentara, " ucap Bai Chyou.
" Berikan saja plakatmu, bukankah kau bisa pergi bersama Ayahmu, " ucap Long Qiang.
" Aku tak memiliki plakat, aku biasa menghadirinya bersama Ayahku. Ayahku adalah salah satu tokoh penting dalam dunia persilatan, tentu saja Ayahku di undang, aku kan hanya anaknya, bagaimana bisa mendapatkan plakat yang begitu penting, " ucap Bai Chyou.
" Kalau begitu, kami akan menunggumu di penginapan Surga. Batasmu hanya sampai malam hari, " ucap Long Qiang.
" Baiklah, aku akan langsung menemui kalian setelah mendapatkan plakat itu, " ucap Bai Chyou.
" Jangan coba-coba untuk menipu kami, " ucap Long Qiang.
" Aku tidak pernah menarik kembali kata-kataku, dan juga terima kasih karena telah menyembuhkan ku, " ucap Bai Chyou.
Setelah melakukan kesepakatan, mereka bertiga pergi meninggalkan ruangan itu. Bai Xinxin dan Pangeran kedua yang melihat ketiganya keluar dari ruangan Bai Chyou, langsung menghampiri Bai Chyou.
" Kakak/Chyou, " panggil Bai Xinxin dan Pangeran kedua sedikit terkejut setelah melihat keadaan Bai Chyou.
" Kau telah pulih?, " tanya Pangeran kedua memastikan.
" Iya, lihatlah bahkan aku sudah pulih sepenuhnya, " ucap Bai Chyou.
" Ini, benar-benar tidak bisa di percaya. Maksudku, bukankah tadi kau masih terbaring di tempat tidur, " ucap Pangeran kedua.
" Benarkah seperti itu?, " ucap Bai Xinxin penuh selidik, ia tak percaya dengan apa yang di katakan kakaknya.
" Tentu saja, memangnya siapa lagi yang memberikanku obat selain tabib, " ucap Bai Chyou asal.
" Baiklah, aku tidak peduli. Asalkan kakak sehat, aku merasa sangat senang, " ucap Bai Xinxin memeluk kakaknya.
" Baguslah, kalau kau telah pulih sepenuhnya. Itu membuatku senang, " ucap Pangeran kedua tulus.
" Oh iya, aku ingin menemui Ayahku, aku akan barak tentara sekarang, " ucap Bai Chyou.
Bai Xinxin dan Pangeran kedua sedikit terkejut, tentu saja mereka tidak akan mengizinkan Bai Chyou pergi, ia baru saja sembuh dari sakitnya.
" Untuk apa?, " tanya Pangeran kedua.
" Ada sesuatu yang harus ku urus, " ucap Bai Chyou.
" Tapi, kakak kan baru saja pulih, bagaimana bisa aku membiarkan kakak pergi, " ucap Bai Xinxin cemas.
Bai Chyou berjalan menuju ke halaman, Bai Xinxin dan Pangeran kedua mengikutinya dari belakang. Saat hendak naik ke atas kuda, Bai Chyou dapat melihat kekhawatiran di wajah adik dan juga sahabatnya.
" Aku baik-baik saja, jangan khawatir. Aku harus menepati janjiku sebelum gelap akan datang, " ucap Bai Chyou.
Setelah mengatakan itu, Bai Chyou langsung menunggangi kudanya dan berlari secepat mungkin, agar tidak menunda waktu. Butuh waktu yang cukup lama untuk sampai ke barak tentara yang di pimpin Ayahnya.
__ADS_1
Bai Chyou telah sampai ke barak tentara, saat memasuki tempat itu, banyak tentara yang memberi hormat kepadanya. Ia mengikat kudanya, dan mencari Ayahnya.
" Jendral Liu, " panggil Bai Chyou.
" Tuan muda, " Jendral Liu memberi hormat kepada Bai Chyou.
" Tidak perlu seperti itu. Aku hanya ingin bertanya, apakah kau melihat Ayahku?, " ucap Bai Chyou.
" Jendral Bai berada di tendanya Tuan muda, " ucap Jendral Liu.
" Baiklah, aku akan menemui Ayahku. Terima kasih Jendral Liu, " ucap Bai Chyou pergi meninggalkan Jendral Liu.
Bai Chyou terkenal dengan kebaikannya dan kermahannya, tapi ia terlalu memanjakan adik bungsunya, sehingga ia kadang bersikap kasar untuk membantu adiknya, yang selalu membuat masalah. Benar-benar kasih sayang seorang kakak.
Bai Chyou telah menemui Ayahnya yang berada di tenda. Ayahnya sedang mengatur strategi peperangan.
" Ayah, " panggil Bai Chyou saat memasuki tenda Ayahnya.
" A Chyou, ada apa kau datang kesini?, " tanya Jendral Bai. Walaupun Bai Chyou sering mengikuti Ayahnya untuk berperang, tapi ia sangat jarang datang ke barak tentara.
" Ayah, aku kesini karena aku memiliki sesuatu yang mendesak, " jawab Bai Chyou.
" Sesuatu yang mendesak? apa itu?, " tanya Bai bingung.
" Aku ingin meminta plakat milik Ayah, untuk pertemuan antar pendekar, " ucap Bai Chyou sedikit takut.
" APA?, " Jendral Bai cukup terkejut dengan tindakan Putranya.
" A Chyou, kau tau bukan bahwa plakat itu bukan untuk bercandaan. Tidak semua pendekar mendapatkan kesempatan untuk menghadiri pertemuan itu, " Jendral Bai melanjutkan ucapannya setelah tenang dari keterkejutannya.
" Aku tau Ayah. Tapi Ayah, aku sudah berjanji padanya, tidak mungkin aku memakan kembali ucapanku, " ucap Bai Chyou.
" Konyol sekali, mengapa kau berjanji akan memberikan plakat ini padanya, " ucap Jendral Bai, suaranya sedikit meninggi.
" Maafkan aku Ayah. Aku berjanji untuk memenuhi semua permintaannya, kami melakukan taruhan dan aku yang kalah. Lalu sebagai permintaannya, dia meminta plakat itu, " ucap Bai Chyou.
" Ayah, aku mohon padamu, berikan plakat itu. Aku sudah berjanji, aku tidak mau memakan ucapanku sendiri. Itu akan membuatku merasa sangat malu. Aku mohon padamu Ayah, " ucap Bai Chyou. Ia berlutut di hadapan Ayahnya, memang terlihat berlebihan. Tapi, jika ia tidak memenuhi janjinya, mau taruh dimana wajahnya. Perlu aku ingatkan lagi, Bai Chyou memiliki harga diri yang tinggi.
Jendral Bai merasa iba pada Putranya, ia menghela nafas panjang.
" Baiklah. Aku dapat memberikan plakat ini untukmu. Tapi, jika terjadi sesuatu, kau sendiri yang harus bertanggung jawab, " ucap Jendral Bai tegas.
" Aku mengerti Ayah, terima kasih, " ucap Bai Chyou.
" Bangunlah, " ucap Jendral Bai, membantu Putranya untuk berdiri.
Jendral Bai memberikan plakat itu kepada Bai Chyou. Bai Chyou menerimanya dan langsung berpamitan pada Ayahnya.
** **Hai readers, udah lama banget nggak update, maaf ya🙏 maaf juga kalau dalam penulisan masih banyak yang typo, author harap kalian bisa memaklumi. Terima kasih untuk readers yang masih setia nungguin author update 🙏 sayang kalian banyak-banyak 😘.
Jangan lupa vote, like dan koment ya readers** **
__ADS_1