
Banyak pengunjung yang berbisik membicarakan mereka. Lu Zhongdi dan Ji Kang sudah bangun dari lantai.
" Hei, kami bisa mengganti kerugian kalian, tidak perlu menarik dan melempar kami seperti itu, " ucap Lu Zhongdi tak terima.
" Harusnya kalian meminta maaf terlebih dulu kan. Kalian mengacaukan acara makan kami dan membuat Nona kami marah, " ucap Long Qiang dingin.
" Tuan, kami tadi sedang bertarung dan tidak sengaja mengacaukan acara makan kalian, kami akan mengganti semua kerugian yang kalian alami, " ucap Ji Kang.
" Tuan, anda sudah salah mengira. Sebenarnya kami tidak akan memperpanjang masalah ini asalkan kalian mau meminta maaf kepada Nona kami, atas kejadian tadi. Masalah kerugian itu tidak perlu Tuan, " ucap Huli Jing.
" Minta maaf? apa mengganti kerugian saja tidak bisa?, " tanya Lu Zhongdi.
" Tuan, kalian telah mengacaukan acara makan kami. Sekarang Nona kami sangat marah atas kejadian tadi, apa anda pikir setelah mengganti semua kerugian, dapat meredakan amarah Nona kami? , " ucap Huli Jing mulai kesal.
Hei, apa susahnya tinggal minta maaf kepada mereka dan semua masalah akan selesai. Dengan terus-terusan menolak untuk meminta maaf hanya dapat memperpanjang masalah.
" Huli, Long, " panggil Yueyin.
Yueyin keluar dari ruang makan itu. Ia melihat pertengkaran Huli Jing dan seorang pemuda yang tadi terjatuh, entahlah Yueyin tidak mengenalnya, tapi yang Yueyin tau, dialah yang merusak acara makan mereka.
" Ada apa Huli?, " tanya Yueyin, sesampainya di lantai 1 restoran.
" Nona, " ucap Huli Jing.
" Mereka tidak mau minta maaf Nona dan selalu mengelak dengan alasan yang tidak masuk akal, " sambung Huli Jing menjelaskan dengan kesal.
" Huli, biarkan saja, " ucap Yueyin.
" Tapi Nona, mere.., " ucap Huli Jing terhenti.
" Huli, untuk apa kau membuang waktumu hanya untuk orang seperti mereka yang tidak tau sopan santun, bahkan setelah melakukan kesalahan, mereka tidak meminta maaf sama sekali. Biarkan saja, " ucap Yueyin dingin.
Semua pengunjung yang ada di restoran itu, sangat setuju dengan Yueyin, terlebih mereka sudah sangat sering melihat kejadian seperti ini. Hanya saja karna dua Tuan Muda itu anak dari Menteri Kerajaan Wang, membuat mereka tidak berani mengomentari.
__ADS_1
Semua orang yang berada di restoran itu, mulai berbisik-bisik.
" Menurut ku, memang Tuan Lu Zhongdi dan Ji Kang yang salah, "
" Eh, bukankah waktu itu juga mereka bertengkar hanya karna perempuan jala*ng? dan berakhir dengan keributan, "
" Mereka berdua memang seperti itu dan menyusahkan orang lain, "
" Mereka selalu mengandalkan status Ayahnya yang seorang Menteri, "
Wajah Lu Zhongdi dan Ji Kang menghitam, walaupun para pengunjung berbisik tapi masih bisa di dengar oleh mereka.
" Huli, biarkan saja. Kita pergi dari sini, " titah Yueyin. Ia mengeluarkan sekantong koin untuk diberikan kepada pelayan restoran, mengganti kerugian akibat kerusakan yang terjadi.
Lu Zhongdi dan Ji Kang tersadar dari amarah yang sejak tadi mereka tahan, mereka segera mengejar Yueyin dan sahabatnya, yang telah keluat dari restoran.
" Tunggu, kami akan mengganti kerugian atas kerusakan yang kami perbuat, " ucap Ji Kang.
" Itu benar, biarkan kami yang membayarnya, " ucap Lu Zhongdi.
" Baiklah, karna ini adalah kesalahan kami, kami akan melakukannya, " ucap Lu Zhongdi.
" Kami berdua meminta maaf atas kekacauan yang terjadi, " ucap Lu Zhongdi dan Ji Kang tulus.
" Baiklah, kami memaafkan kalian berdua, jangan di ulangi lagi, " ucap Huli Jing.
" Kami harus pergi, " ucap Yueyin.
" Bagaimana dengan kerugiannya?, " tanya Ji Kang bingung.
" Tidak apa, mungkin suatu saat nanti kita dapat bertemu lagi, " ucap Yueyin.
" Benarkah? apa kita akan bertemu lagi?, " tanya Lu Zhongdi, entah mengapa dia menjadi semangat.
__ADS_1
" Aku tidak bisa mengatakan iya, tapi mungkin saja, " jawab Yueyin.
" Baiklah, di saat kita dapat bertemu kembali, kami berdua akan bersikap baik dan tidak mengacau lagi, " ucap Ji Kang mantap.
" Baiklah, kami menantikannya, " ucap Yueyin.
Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang pergi meninggalkan restoran. Mereka menuju kesebuah rumah sewaan yang cukup besar dan memiliki halaman yang luas.
" Nona, menurutku rumah ini lumayan bagus untuk kita tempati sementara, " ucap Huli Jing. Yueyin mengangguk setuju.
" Kita akan tinggal disini sampai hari pertemuan antar pendekat tiba, " ucap Yueyin.
" Tuan, Nona kami menyukai rumah ini, jadi kami akan menyewa rumah ini, " ucap Huli Jing.
" Baiklah Tuan, ini kuncinya, semoga kalian semua betah tinggal disini. Kalau begitu saya permisi dulu, " ucap pemilik lalu pergi meninggalkan Yueyin dan kedua sahabatnya
Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang melihat-lihat disekitar rumah, Yueyin cukup puas dengan rumah tersebut, terdapat 4 buah kamar, ruang tamu, ruang perpustakaan, dihalaman belakang dapat dijadikan tempat pelatihan, taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga yang indah, ada ayunan di taman tersebut dan tempat untuk duduk bersama, ada gazebo di dekat danau yang dapat di jadikan tempat nangkring buat mereka.
" Ayo kita sering-sering berkumpul di gazebo ini, " ucap Huli Jing.
" Aku setuju, disini cukup nyaman untuk duduk bercerita sambil meminum teh, " ucap Yueyin.
Setelah merasa puas dengan rumah yang akan mereka tempati sementara, mereka memutuskan untuk membersihkan diri.
" Nona, apa kita akan ke pasar budak?, " tanya Huli Jing.
" Iya, selama kita tinggal disini, kita membutuhkan orang untuk membersihkan rumah dan menyiapkan segala keperluan kita. Kita bertiga harus meningkatan kekuatan kita, sebelum pertemuan antar pendekar, " ucap Yueyin.
" Baik Nona, " ucap Huli Jing dan Long Qiang serempak.
" Baiklah, ayo kita berangkat, " titah Yueyin.
Mereka bertiga menuju ke pasar budak. Pasar budak adalah tempat yang paling tidak manusiawi, manusia yang diperjualbelikan untuk diperbudak, memang sangat jahat manusia yang melakukan hal seperti itu, tapi mau bagaimana lagi didunia atau bisa dikatakan ditempat yang Yueyin tempati sekarang itu adalah hal yang wajar, yang lemah yang tertindas dan yang kuat yang berkuasa, itulah hukum alam ditempat ini.
__ADS_1
** Hallo guys, untuk sementara author hiatus dulu yaa, mohon pengertiannya, terima kasih 😊**