Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 17 " Membentuk Dantian "


__ADS_3

#POV Jean


Jean mencari sebuah penginapan untuk membersihkan diri ( mandi ), ia sampai pada sebuah penginapan kecil dan tidak memiliki banyak pengunjung.


Jean melangkah masuk ke dalam penginapan itu, ia menemui seorang pegawai yang bekerja di penginapan itu.


" Apa masih ada kamar kosong?, " tanya Jean kepada pegawai itu.


" Masih ada Nona, apa Nona akan menginap disini?, " tanya pegawai itu kepada Jean.


" Aku tidak ingin menginap, aku hanya ingin membersihkan diri. Berapa yang harus ku bayar?, " ucap Jean.


" Kalau begitu 2 perak saja Nona, " jawab pegawai itu.


Jean memberikan 1 keping emas, ia tidak memiliki koin perak. Sebenarnya Jean sedikit bingung dalam penggunaan uang di tempat itu, untung saja ia sudah membaca buku di perpustakaan tadi, sehingga ia cukup mengerti, bahwa dunia yang ia tempati sekarang menggunakan koin sebagai mata uang.


" Ini terlalu banyak Nona, " kata pegawai itu.


" Ambillah, aku tidak memiliki koin perak, " ucap Jean.


" Baiklah, terima kasih Nona, " ucap pegawai itu.


Pegawai itu memberikan nomor kamar yang akan di gunakan Jean, Jean menuju ke kamarnya, pegawai yang bekerja di penginapan itu segera menyiapkan air hangat untuk Jean. Setelah selesai menyiapkan air mandi untuk Jean, pegawai itu memanggil Jean.


" Nona, air mandinya sudah siap, " kata pegawai itu.


" Baiklah, kau boleh pergi, " jawab Jean.


Pegawai itu pergi meninggalkan Jean. Jean memulai ritual mandinya, tidak membutuhkan waktu yang lama, Jean telah selesai membersihkan dirinya, ia mengenakan hanfu berwarna kuning yang baru ia beli, tak lupa juga Jean mengenakan cadarnya. Setelah selesai, Jean keluar dari kamarnya dan menuju kearah pegawai tadi.


" Permisi, " ucap Jean kepada pegawai penginapan itu.


" Ah, iya Nona. Bagaimana?, " tanya pegawai itu.


" Saya sudah selesai membersihkan diri, saya permisi, " ucap Jean.


" Baiklah Nona, terima kasih atas kunjungannya, " kata pegawai itu sambil tersenyum ramah.


Jean pergi meninggalkan penginapan itu, Jean ingin kembali ke kediamannya, dalam perjalanan, Jean merasakan ada yang mengikutinya. Sebenarnya Jean sudah tau kalau ada yang mengikutinya sejak tadi, tetapi Jean membiarkannya karna penguntit itu belum melakukan tindakan yang mengancam nyawanya.


Jean semakin risih dengan penguntit itu, Jean berhenti di jalanan yang sepi.


" Keluarlah, " ucap Jean.


' Bagaimana dia tau kalau aku mengikutinya ' batin penguntit itu.


" Jika tak ingin keluar, pergilah jangan mengikuti ku lagi, " ucap Jean.


Penguntit itu pergi meninggalkan Jean. Jean melanjutkan perjalanannya menuju Kediamannya, Paviliun Dingin.


Jean sudah berada di dalam kamarnya, ia ingin mencoba berkultivasi seperti buku yang di bacanya.


Ia meposisikan dirinya dalam bentuk lotus untuk bersemedi. Ia memfokuskan dirinya untuk menyerap energi Qi dan membentuk Dantiannya.

__ADS_1


Jean melihat banyak warna yang berada disekitarnya.


' Mengapa banyak sekali warnanya? mengapa tidak ada penjelasan di buku yang aku baca tadi? ' batin Jean.


Jean merasa kebingungan, pasalnya tidak ada penjelasan tentang energi Qi yang memiliki banyak warna di buku yang tadi Jean baca di perpustakaan, ia khawatir jika metode yang di lakukannya salah.


' Apa aku biarkan saja mereka masuk ke dalam tubuhku? biarkan saja, lagi pula jika aku salah mempraktikannya, aku hanya perlu melakukannya lagi dari awal ' batin Jean.


Jean menyerap semua energi Qi yang berada di sekitarnya, perlahan-lahan energi Qi masuk kedalan tubuh Jean dan mulai membentuk Dantian. Jean merasa hangat, ia merasa sangat nyaman Dantiannya telah terbentuk dan Jean memiliki Dantian emas, Jean langsung menorobos ke ranah kultivasi Pemula tingkat 9. Jean menyelesaikan meditasinya. Ia membuka matanya dan mulai merasakan perubahan di tubuhnya.


' Aku berhasil ' batin Jean sambil tersenyum simpul.


" Pemula tingkat 9?, " ucap Jean.


" Sepertinya, aku sangat lambat, " ucap Jean melanjutkan ucapannya.


Jean berbicara dengan santai, jika ada orang yang mendengar perkataannya mereka pasti akan sangat marah. Pasalnya untuk naik 1 tingkatan saja membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun sedangkan Jean yang baru 1 hari bermeditasi bisa langsung menembus Pemula tingkat 9 dan dia mengatakan bahwa ia sangat lambat, bukankah Jean hanya akan membuat para kultivator marah.


Jean ingin cepat meningkatlan kultivasinya, ia ingin membalaskan dendamnya saat pembatalan pertunangannya dengan Putra Mahkota. Sehingga ia bisa lepas dari ikatan itu dan pergi dari Kediaman Jendral Li.


# POV Penguntit yang tadi mengikuti Jean.


Penguntit itu kembali ke sebuah penginapan, ia ingin melaporkan hasil kerjanya.


Penguntit itu masuk ke sebuah kamar yang paling bagus dari penginapan itu.


" Yang Mulia, " Penguntit itu memanggil seorang pemuda yang berada di dalam kamar itu.


" Bagaimana Xiaofang?, " Pemuda itu bertanya kepada penguntit itu yang bernama Xiaofang.


" Dia mengetahui bahwa saya mengikutinya, maaf Yang Mulia saya telah gagal. Mohon untuk menghukum saya, " ucap Xiaofang. Xiaofang kembali berlutut, ia merasa bersalah karna gagal menjalankan tugasnya.


" Sudahlah, ini bukan salahmu. Sebelum aku menyuruhmu mengikutinya, aku sudah tau bahwa dia bukan orang biasa, " ucap Pemuda itu.


* Flashback on


Saat Jean sedang bertarung melawan keempat preman. Ada seorang pemuda yang terus memperhatikan Jean, setelah Jean berhasil membunuh keempat preman itu Jean pergi meninggalkan tempat itu. Pemuda itu menyuruh pengawal pribadinya untuk mengikuti Jean. Pengawal pemuda itu mengikuti Jean dari tempat terjadinya perkelahian sampai ke penginapan, pengawal itu terus mengikuti Jean saat dalam perjalanan pulang, sampai Jean menyuruhnya keluar atau pergi.


* Flasback off


" Terima kasih Yang Mulia, " ucap Xiaofang. Ia kembali berdiri.


" Sebaiknya kita kembali ke Kerajaan, Ayahanda sudah mengirimkan surat untukku, " ucap Pemuda itu.


" Baik Yang Mulia, " ucap Xiaofang


Xiaofang pergi bersiap-siap untuk kembali ke Kerajaan.


# POV Jean


Jean ingin pergi ke dapur untuk memasak makan malam, tiba-tiba ada sebuah cahaya yang muncul dari kening Jean. Jean sangat terkejut, lalu Jean jatuh pingsan.


Jean sudah sadar dari pingsannya, ia melihat di sekelilingnya.

__ADS_1


" Tempat apa ini?, " ucap Jean.


Jean sekarang berada di tempat yang sangat indah, halaman yang luas di tumbuhi rumput hijau, terdapat banyak bunga dan tanaman obat yang langkah. Jean melangkahkan kakinya menyusuri tempat itu, ia melihat sebuah istana yang indah dan memiliki jembatan untuk menuju ke istana itu.



" Istana yang sangat indah, " ucap Jean mengagumi istana itu.


" Tempat apa ini? apa aku sedang bermimpi?, " ucap Jean.


Jean melangkahkan kakinya menuju ke istana itu, Jean sudah sampai di depan istana, ia ingin mengetuk pintu istana, tapi pintu istana itu sudah terbuka sendiri, munculah hewan dengan aura Surgawi.


Rubah Ekor Sembilan



Jean sangat terkejut, bahkan karena terkejut ia sedikit mundur.


" Selamat datang Dewi, " ucap Rubah itu. Ia menundukan kepalanya sebagai tanda hormat.


" Kau bisa berbicara?, " tanya Jean. Ia sangat terkejut, ia belum pernah melihat hewan yang bisa berbicara. Walaupun Jean memiliki sikap yang dingin dan wajah yang datar, matanya melotot karena terkejut.


" Benar Dewi, " ucap Rubah itu.


" Siapa Dewi?, " tanya Jean kebingungan.


" Anda adalah Sang Dewi Bulan, " ucap Rubah itu.


" Sebaiknya kita masuk ke dalam istana dulu Dewi, " Rubah itu melanjutkan ucapannya. Ia mengajak Jean masuk ke dalam istana.


Jean hanya mengikuti Rubah itu, walaupun Jean masih kebingungan tapi ia menahan dirinya untuk bertanya. Sepanjang perjalanan di dalam istana, Jean merasa takjub dengan istana itu, pahatan patung yang indah, ukiran di tembok terlihat nyata, terdapat porselen berkualitas tinggi.


' Istana ini sangat megah dan elegan, pemilik dari istana ini pasti orang yang berkelas, seleranya benar-benar sangat bagus ' batin Jean.


" Kita sudah sampai Dewi, " ucap Rubah itu.


" Ahh iya, " Jean sedikit kaget karna ia terus mengagumi istana itu.


" Dimana pemilik istana ini?, " tanya Jean kepada Rubah itu.


Rubah berekor 9 mengubah wujudnya menjadi manusia.


" Ka.. kau bisa menjadi manusia?, " tanya Jean. Kembali terkejut melihat kejadian itu.


Walaupun Jean pembunuh no.1 di dunia sebelumnya, tetapi ia belum pernah melihat hewan bisa berbicara, terlebih bisa berubah menjadi manusia. Tentu saja Jean sangat terkejut.


** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊


**Maaf ya kalau updetnya nggak tentu😊


Kalian bisa ngasih Koin sebisanya kasih😊


Terima kasih banyak atas dukungan kalian😊****

__ADS_1


__ADS_2