Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 6 " Merasa Cemas "


__ADS_3

" Ayo cepat masuk, " kata Feng, menyuruh Jean dan anak panti lainnya masuk ke dalam sebuah ruangan.


Mereka berlima mengikuti Feng dari belakang, mereka masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar, dan terdapat banyak anak-anak.


' sepertinya, mereka juga akan di jual seperti kami ' batin Jean.


Mereka berlima di dorong untuk bergabung dengan anak-anak yang lain. Jean melihat banyak anak-anak yang menangis karena ketakutan, mereka juga dibentak karena dianggap terlalu berisik.


Hari sudah semakin gelap, petang telah berganti malam, terdapat keheningan dan hanya terdengar suara jangkrik yang berbunyi. Anak-anak yang menangis telah lama berhenti, mereka kelelahan karena seharian menangis dan tertidur sangat pulas.


" Ayo cepat bangun, " kata seorang pria.


Pria itu membangunkan para anak-anak yang sedang tertidur. Ia menyuruh anak-anak itu duduk dengan benar.


" Jun, bagikan mereka makanan, " kata Feng. Ketua dari organisasi penjual anak.


Sepertinya pria yang bernama Jun itu adalah bawahan dari Feng, dia sangat menghormati Feng dan tidak membantah perintahnya.


" Baik Ketua, " jawab Jun.


Jun membagi makanan ke semua anak-anak yang berada disitu. Saat membagikan makanan, ada beberapa anak yang merengek ingin pulang dan juga ada yang ingin di bebaskan, mendengar perkataan mereka, Jun menjadi geram, ia memukul anak-anak yang merengek ingin di pulangkan dan di bebaskan. Seketika ruangan itu menjadi sangat berisik, terdengar anak-anak itu kembali menangis.


' Benar-benar menyebalkan ' batin Jean.

__ADS_1


" Diamlah, kalian semua sangat berisik, " Jean membentak anak-anak yang menangis dengan suara yang keras dan menatap mereka dengan tajam.


Anak-anak itu langsung terdiam, mereka tidak berani lagi mengeluarkan suara, mereka takut kepada Jean, karena Jean terlihat sangat menakutkan. Ketua Feng yang mendengar suara Jean langsung melihat kearahnya.


' Bagaimana bisa anak itu terlihat menakutkan? ' kata Feng di dalam hatinya.


Semua anggota organisasi penjual anak merasa terkejut, mereka tidak bisa percaya, anak kecil itu mampu membuat semua anak-anak yang menangis tadi terdiam dan tidak mengeluarkan suara. Mereka sudah membentak anak-anak itu untuk diam, tapi bukannya diam anak-anak itu malah semakin menangis, membuat mereka tambah pusing menanganinya.


Semua anak yang berada di ruangan itu, mulai memakan makanan yang di bagi tadi, mereka hanya fokus pada makanan, dan tidak mengeluarkan suara.


* * * * *


Sudah 1 minggu Jean berada di organisasi penjual anak, ke-4 anak panti lainnya telah di beli, hanya tersisa Jean yang belum di beli.


" Entahlah, belum ada pembeli yang meliriknya ( menginginkannya ), " jawab Feng dengan nada pasrah.


" Anak itu benar-benar pembawa s*al, bahkan tidak ada yang ingin membelinya, " kata Nona Lin dengan nada kesal.


" Sabarlah, mungkin sebentar ada yang ingin membelinya, " kata Feng menenangkan Nona Lin.


" Huh, " Nona Lin mendengus kesal.


Tiba-tiba datang seorang bawahan Feng, ia langsung membisikkan sesuatu kepada Feng. Feng yang mendengar kabar dari bawahannya langsung pergi meninggalkan Nona Lin. Feng terlihat begitu cemas, seperti ada sesuatu.

__ADS_1


' Ada apa dengan feng? kenapa dia begitu cemas ' batin Nona Lin.


Nona Lin tidak tau apa yang di bisikan oleh bawahannya Feng, tapi Nona Lin yakin ada sesuatu yang terjadi, karena terlihat jelas dari wajah Feng, yang terlihat cemas. Nona Lin memutuskan untuk mengikuti Feng, ia penasaran, sebenarnya apa yang terjadi, sehingga Feng bisa begitu cemas.


Sesampai Feng di dalam markasnya, lebih tepatnya tempat yang selama ini untuk mengurung anak-anak yang ingin di jualnya. Feng kembali bertanya pada bawahannya.


" Apa kau yakin Tuan akan datang? , "


" Benar ketua, saya mendengar dari anggota kita yang menjaga di bagian perbatasan, sebentar lagi mereka akan sampai, " jawab bawahan Feng.


" Kalau begitu, bereskan dengan benar tempat ini, aku tidak ingin Tuan marah, " Kata Feng, memberi perintah kepada para bawahannya.


" Baik ketua, " jawab para bawahan serempak.


' Ada apa ini? kenapa Tuan ingin mengunjungi tempat ini, sudah sangat lama Tuan tidak pernah lagi datang kesini, ini benar-benar membuatku gugup ' batin Feng.


Feng sibuk dengan pikirannya, sedangkan para bawahannya sibuk membersihkan tempat tersebut. Entah mengapa, mereka semua terlihat cemas sama halnya dengan Feng. Setelah beberapa saat, akhirnya tempat itu terlihat cukup baik di pandang mata, tidak seperti sebelumnya yang mambuat mata menjadi sakit, akhirnya mereka bisa sedikit bernafas lega, mereka sudah membersihkan tempat itu.


Setelah beberapa menit, datanglah 3 mobil hitam mewah, melihat sekilas saja dapat di pastikan bahwa mobil itu berharga fantastis. Turunlah salah seorang pria dari mobil, ia membuka pintu mobil yang berada di tengah dan mempersilahkan orang tersebut turun dari mobilnya. Turun seorang pria baru baya dari dalam mobilnya.


Feng dan para bawahannya menunduk memberi hormat kepada orang itu. Aura yang di keluarkan orang itu sangat mengintimidasi orang-orang di sekitarnya, sehingga mereka semua menjadi lebih ketakutan.


** jangan lupa like, vote dan koment😊

__ADS_1


__ADS_2