
" Tetua Ho, apa anda dapat merasakan kultivasi yang mereka miliki?, " tanya Jendral Bai.
" Aku tak dapat merasakannya, " jawab Tetua Ho jujur.
" Jika Tetua tak dapat merasakannya, bagaimana Tetua dapat menyimpulkan mereka cukup hebat?, " tanya Jendral Bai.
" Aku melihat beberapa teknik bertarung dari anak muda yang ikut pertandingan, teknik yang ia gunakan adalah teknik yang sulit, jadi, dapat aku simpulkan bahwa mereka bertiga cukup hebat, " jelas Tetua Ho.
" Anda benar Tetua, tapi..., " ucap Jendral Bai menggantung.
" Jendral Bai, sebenarnya ada apa denganmu?, " tanya Tetua Ho.
" Benar Ayah, aku perhatikan, Ayah seperti banyak pikiran, ada apa Ayah?, " ucap Bai Chyou diakhiri dengan pertanyaan.
" Achyou, " panggil Jendral Bai.
" Iya Ayah, " jawab Bai Chyou.
" Ada yang ingin aku tanyakan, " ucap Jendral Bai.
" Tanyakan saja Ayah, aku akan menjawabnya, " ucap Bai Chyou.
Jendral Bai menghela nafas panjang, sebelum memberikan pertanyaan pada anaknya.
" Dimana kau berkenalan dengan mereka?, " tanya Jendral Bai.
" Maksud Ayah Tuan Huli dan kedua temannya?, " Bai Chyou balik bertanya untuk memastikan.
__ADS_1
" Iya, " jawab Jendral Bai.
" Pertama kali kami bertemu di penginapan Surga, awal pertemuan kami tidak menyenangkan, ada sedikit kesalahpahaman yang terjadi, " ucap Bai Chyou.
Jendral Bai mengerutkan keningnya.
" Kau mengatakan jika pertemuan kalian tidak menyenangkan, lalu bagaimana kalian dapat berteman?, " tanya Jendral Bai. Jujur saja, Jendral Bai memiliki perasaan yang menggajal dengan ketiga teman anaknya.
" Ada sebuah kejadian yang tak dapat aku lupakan, maafkan aku Ayah, aku tak dapat mengatakannya, tapi yang pasti, mereka adalah orang baik, " jawab Bai Chyou.
" Mengapa kau tak dapat mengatakannya?, " tanya Jendral Bai semakin penasaran, bahkan pendekar yang sejak tadi mendengar percakapan mereka pun semakin penasaran.
" Maafkan aku Ayah, aku sudah berjanji untuk tidak mengatakannya, aku tak bisa melanggar janjiku, " ucap Bai Chyou, walau ia merasa tak enak pada Ayahnya, tapi ia tak bisa melanggar janjinya.
Jendral Bai hanya bisa menghela nafas berat. Ia tak mungkin memaksa anaknya untuk berbicara, apalagi anaknya telah berjanji.
" Terima kasih Ayah, sudah mau mengerti posisiku, " ucap Bai Chyou, ia merasa lega.
" Bukan masalah, kau adalah anakku, " jawab Jendral Bai.
Setelah percakapan itu, mereka membahas tentang rencana menjaga pedang Cahaya Bulan.
#POV End
Para kultivator kembali melanjutkan perjalanan, dengan Yueyin dan kedua temannya yang masih mengikuti mereka.
" Nona, Tuan, " panggil Bai Chyou.
__ADS_1
" Tuan Muda Bai, " jawab Huli Jing. Yueyin dan Long Qiang hanya mengangguk menanggapi.
" Kalian akan pergi ke pinggiran Kerajaan Wang kan?, " tanya Bai Chyou.
" Benar Tuan Muda Bai, " jawab Huli Jing.
" Kebetulan kita memiliki arah yang sama, bagaimana kalau kita pergi bersama?, " tanya Bai Chyou, penuh harap.
" Kami tidak masalah dengan itu, tapi bagaimana dengan rombonganmu? apa mereka mau bersama kami?, " tanya Huli Jing.
" Tunggu sebentar, " ucap Bai Chyou, ia kembali menuju ke rombongannya.
" Tetua Ho, " panggil Bai Chyou.
" Tuan muda Bai, " jawab Tetua Ho.
" Ada apa Tuan muda?, " lanjut Tetua Ho.
" Itu, aku ingin mengajak ketiga temanku untuk bergabung bersama kita dalam perjalanan, apaka boleh?, " tanya Bai Chyou, ia sedikit gugup.
" Biarkan mereka bergabung, " bukan Tetua Ho yang menjawab, melainkan Pangeran Dunrui.
" Benarkah? terima kasih Pangeran, aku akan segera memanggil mereka untuk bergabung, " ucap Bai Chyou semangat. Bai Chyou memacu kudanya untuk menemui Yueyin dan kedua temannya.
" Mengapa kau setuju, " tanya Tetua Ho.
" Aku hanya ingin tau, apa tujuan mereka sebenarnya, " jawab Pangeran Dunrui, jujur saja, ia menaruh curiga pada tiga teman Bai Chyou. Mereka hanya terdiam mendengar jawaban Pangeran Dunrui, sepertinya mereka memiliki pemikiran yang sama.
__ADS_1